Way Berulu, Senin 9 Februari 2026 — Suasana apel pagi di depan Kantor Teknik PTPN I Regional 7 Kebun Way Berulu, Senin (09/02/2026) pukul 07.00 WIB hingga selesai, terasa berbeda dan penuh kekhusyukan. Kegiatan yang dibuka oleh Asisten Teknik, Into Indrafy, ST., MM, ini dirangkaikan dengan kajian keislaman yang disampaikan oleh Ustadz Amin Muksin, mengangkat tema “Sholat Lima Waktu dalam Perspektif Ilmu Tauhid.”
Dalam sambutannya, Into Indrady menyampaikan bahwa apel pagi bukan sekadar rutinitas kedisiplinan kerja, melainkan juga momentum pembinaan mental dan spiritual. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara profesionalisme dan keimanan.
“Kerja adalah amanah, dan sholat adalah fondasi kekuatan jiwa. Ketika tauhid kita kokoh, maka integritas dan tanggung jawab dalam bekerja pun akan semakin kuat,” ujarnya di hadapan seluruh karyawan yang mengikuti apel dengan khidmat.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Amin Muksin menjelaskan bahwa kajian sholat lima waktu menurut ilmu tauhid memandang sholat bukan sekadar kewajiban fisik atau gerakan tubuh semata, melainkan sebagai wujud tertinggi pengesaan Allah (Tauhid Uluhiyah) dan pembuktian nyata iman seorang hamba.
Beliau menguraikan beberapa poin penting:
Pertama Sholat sebagai Pembuktian Tauhid Uluhiyah Sholat merupakan wujud penghambaan yang paling nyata. Melalui sholat, seorang hamba menyatakan bahwa hanya Allah yang berhak disembah (Laa ilaha illallah). Posisi sujud menjadi simbol puncak kerendahan diri di hadapan Sang Pencipta, mengakui keagungan Allah dan kelemahan manusia.
Kedua Sholat sebagai Pengingat Tauhid Rububiyah Sholat lima waktu yang terdistribusi dari subuh hingga isya menjadi pengingat bahwa manusia senantiasa bergantung kepada Allah. Ia meruntuhkan kesombongan dan menyatukan hati dengan Dzat yang Maha Mengatur segala urusan.
Ketiga Nilai Tauhid dalam Bacaan dan Gerakan Sholat Takbiratul ihram mengajarkan bahwa Allah Maha Besar di atas segala urusan dunia. Al-Fatihah menjadi pernyataan tauhid bahwa hanya kepada Allah tempat menyembah dan memohon pertolongan. Ruku’ dan sujud adalah pengakuan atas kebesaran dan ketinggian Allah.
Keempat Sholat sebagai Pembersih Dosa dan Penjaga Akidah Rasulullah SAW mengumpamakan sholat lima waktu seperti sungai yang mengalir di depan rumah, tempat seseorang mandi lima kali sehari. Sholat membersihkan dosa dan noda kemusyrikan yang mengotori hati, serta menjadi kebutuhan rohani untuk menjaga ketenangan jiwa.
Kelima Dampak Tauhid dalam Sholat terhadap Perilaku
Sholat yang dilandasi tauhid dan keikhlasan akan mencegah perbuatan keji dan mungkar. Selain itu, kedisiplinan dalam menjaga waktu sholat mencerminkan penghormatan terhadap perintah Allah sekaligus membentuk karakter disiplin daladua m kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bekerja.
Dalam perspektif tasawuf berbasis tauhid, sholat juga dipahami sebagai momen ma’rifat — saat seorang hamba menghadirkan hati sepenuhnya kepada Allah, merasakan kedekatan, dan memperbarui komitmen keimanan.
Kegiatan apel pagi yang dipadukan dengan kajian keagamaan ini berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Diharapkan, nilai-nilai tauhid yang ditanamkan melalui kajian tersebut mampu memperkuat spiritualitas, meningkatkan etos kerja, serta menumbuhkan budaya kerja yang berintegritas dan penuh tanggung jawab di lingkungan PTPN I Regional 7 Kebun Way Berulu.(*)



