Syukur Ramadhan dalam Cahaya Tauhid: Menyejukkan Hati, Menguatkan Iman

Way Berulu Pada hari Selasa, 24 Februari 2026, sejak pukul 07.30 WIB hingga selesai, bertempat di Kantor Teknik, telah dilaksanakan kajian rutin bertema “Bersyukur Menurut Ilmu Tauhid di Bulan Ramadhan.” Kegiatan berlangsung khidmat, penuh ketenangan dan kesejukan hati.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Muhajirin, yang menghadirkan suasana penuh keberkahan.
Sambutan pertama disampaikan oleh Bapak Into Indrady selaku tuan rumah. Dalam pesannya, beliau mengajak seluruh hadirin menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat tauhid, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan rasa syukur yang nyata dalam kehidupan dan pekerjaan.

Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Yuraidil Syafitra, selaku Manajer PTPN I Regional 7 Kebun Way Berulu. Beliau menegaskan pentingnya membangun budaya kerja yang berlandaskan nilai keimanan agar setiap tugas menjadi ladang ibadah dan keberkahan.

Kajian inti dan do’a disampaikan oleh Ustadz Amin Muksin, yang menguraikan makna syukur dalam perspektif tauhid secara mendalam dan menyentuh hati.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bapak Dion selaku Maskep TNP, Bapak I. Made Aditya selaku Askep Tanaman, serta rekan-rekan pekerja teknik, KLK, pengolahan, dan laboratorium.

Makna Bersyukur dalam Ilmu Tauhid di Bulan Ramadhan
Bersyukur menurut ilmu tauhid adalah pengakuan sadar hati, lisan, dan perbuatan bahwa segala nikmat—umur, kesehatan, kesempatan, dan hidayah—berasal dari Allah SWT semata.

Syukur di bulan Ramadhan tidak berhenti pada ucapan “Alhamdulillah”, melainkan diwujudkan dalam ketaatan total dan pendekatan diri (taqarrub) hanya kepada-Nya.

Pertama Tauhid Rububiyah: Mengakui Allah Sumber Nikmat
Mensyukuri dipertemukannya dengan Ramadhan sebagai bentuk kasih sayang Allah.
Menjalankan puasa dengan kesadaran bahwa Allah Maha Melihat (muraqabah).

Kedua Tauhid Uluhiyah: Menggunakan Nikmat untuk Ketaatan
Memanfaatkan umur dan kesehatan untuk memperbanyak ibadah.
Menjaga diri dari maksiat sebagai bentuk syukur tertinggi.

Ketiga Syukur Hati: Ridha dan Taqwa
Ketaatan yang lahir dari cinta kepada Allah.
Menjadikan Ramadhan sebagai madrasah menuju derajat taqwa.

Inti Pesan Kajian
Syukur Ramadhan adalah kesadaran bahwa setiap detik Ramadhan adalah peluang pengampunan dan peningkatan kualitas iman.
Semoga kegiatan ini semakin mempererat ukhuwah, menyejukkan hati, serta membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar Kebun Way Berulu dalam setiap langkah pengabdian.

Ditutup dengan acara simbolis pembagian bingkisan

Berita Terbaru