Bandar Lampung – PTPN I (Persero) Regional 7 kembali menghadirkan Webinar NGOPI (Ngobrol dan Apresiasi) sebagai ruang berbagi inspirasi dan semangat perubahan positif di lingkungan kerja dan masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026 ini mengangkat tema:
“Transformasi Area Non Produktif Pabrik Karet Menjadi Kawasan Sayuran Produktif Mendukung Ketahanan Pangan, Lingkungan Hijau, dan Ekonomi Desa.”
Webinar ini menjadi wujud kepedulian perusahaan dalam mendorong pemanfaatan lahan non produktif agar lebih bernilai, hijau, dan memberikan manfaat nyata bagi pekerja maupun masyarakat sekitar.
Kegiatan ini dihadiri oleh Pak Boby Fajar Ainur Rizal Asisten Budaya Perusahaan Kantor Regional 7, serta diikuti oleh kurang lebih 80 peserta Zoom Meeting yang berasal dari Head Office dan Regional I sampai dengan VIII. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan semangat, antusias, dan penuh perhatian terhadap materi yang disampaikan.

Hadir sebagai narasumber, Into Indrady, S.T., M.M selaku Asisten Teknik Kebun Way Berulu PTPN I Regional 7, yang membagikan pengalaman dan gagasan mengenai pengelolaan area pabrik menjadi kawasan sayuran produktif yang asri, bermanfaat, dan berkelanjutan. Kegiatan dipandu oleh Gina Andani, S.Ak sebagai moderator dengan suasana diskusi yang hangat, menyejukkan, dan penuh motivasi.
Dalam sesi tanya jawab, Pak Bram menyampaikan apresiasi terhadap program pemanfaatan lahan non produktif tersebut. Menurutnya, langkah sederhana ini memiliki dampak besar apabila dapat diterapkan di pabrik lainnya.
“Selamat pagi Pak Into, program pemanfaatan area non produktif jadi kawasan sayuran produktif ini menurut saya langkah kecil yang dampaknya besar sekali, apalagi kalau bisa ditiru pabrik lain. Bagaimana cara menjaga supaya program seperti ini bisa tetap sustain dan tidak hanya semangat di awal saja?” tanya Pak Bram.
Menanggapi hal tersebut, Into Indrady menjelaskan bahwa keberlanjutan program dibangun melalui rasa memiliki bersama, konsistensi kegiatan, serta keterlibatan aktif seluruh pekerja.
“Program ini jangan dianggap hanya milik pimpinan atau bagian tertentu, tetapi milik bersama. Pekerja dilibatkan sejak awal, mulai dari pembersihan lahan, penanaman, hingga panen. Saat ikut terlibat, akan tumbuh rasa memiliki dan keinginan untuk menjaga,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kunci keberlanjutan terletak pada kegiatan sederhana namun rutin, pembagian tanggung jawab area, serta manfaat nyata yang bisa dirasakan langsung oleh pekerja. Lingkungan yang lebih hijau, nyaman, dan produktif akan menumbuhkan kebanggaan tersendiri terhadap tempat kerja.
“Selain itu, penting juga melibatkan masyarakat sekitar dan keluarga pekerja agar dukungan sosial semakin kuat, serta pimpinan yang hadir dan memberi perhatian akan menjaga semangat tim tetap hidup,” tambahnya.

Pada sesi kedua , Pak X kembali mengajukan pertanyaan terkait potensi pemanfaatan lahan non produktif yang dikhawatirkan dapat menimbulkan okupasi lahan.
Menanggapi hal tersebut, Into Indrady menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan difokuskan pada area non produktif di sekitar pabrik dan emplasemen yang memang tidak digunakan untuk operasional utama. Pemanfaatan ini justru bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang asri, tertata, dan memberi manfaat bagi pekerja sehingga tidak membuka ruang terjadinya okupasi.
“Dengan pengelolaan yang teratur dan terpantau, lahan di sekitar pabrik tetap aman dan termanfaatkan dengan baik untuk kepentingan lingkungan dan pekerja,” jelasnya.
Beliau juga menegaskan bahwa untuk area di luar pabrik, pengelolaannya berada pada bidang tersendiri yang menangani aset perusahaan melalui koordinasi dengan bagian aset dan Kanreg, termasuk dalam mendukung program ketahanan pangan.
Melalui pengelolaan yang tertib dan sinergi antar unit, program ini diharapkan tidak hanya menjaga lingkungan tetap hijau, tetapi juga memperkuat tata kelola aset perusahaan secara berkelanjutan.
PTPN I Regional 7 berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata, memperkuat budaya peduli lingkungan, serta menciptakan kawasan kerja yang produktif, nyaman, dan membanggakan. (*).



