Way Berulu, 14 Agustus 2026 — Di tengah suasana kemarau dan harapan akan turunnya hujan, keluarga besar PT Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu berkumpul dalam suasana penuh keteduhan dan kekhusyukan untuk melaksanakan Istighosah, zikir dan doa bersama, Jumat (14/8/2026).
Bertempat di Masjid Nurul Karim Kebun Way Berulu, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi seluruh jamaah untuk sejenak menundukkan hati, mengangkat tangan dan memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang membawa manfaat serta melimpahkan rahmat dan keberkahan bagi perusahaan, karyawan, keluarga dan masyarakat sekitar.

Acara dibuka oleh Yuraidil Syafitra, Manajer PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu. Dalam suasana penuh kekeluargaan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan zikir dan doa yang dipimpin oleh Ustadz Al-Mukarom Abdurahman.
Istighosah tersebut dihadiri Karpim, Karpel, para karyawan, ibu-ibu pengajian serta masyarakat sekitar PTPN I Regional 7 Kebun Way Berulu. Bersatunya berbagai elemen dalam satu majelis doa menjadi gambaran bahwa ketika menghadapi suatu keadaan, manusia tidak hanya dituntut untuk berikhtiar secara lahiriah, tetapi juga senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Di dalam majelis yang penuh ketenangan itu, doa menjadi bahasa hati. Tidak ada yang lebih tinggi daripada kesadaran bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi berada dalam kehendak dan kuasa Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam QS. Nuh ayat 10–11:
«“Maka aku berkata kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan kepadamu dengan lebat.”»
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT merupakan salah satu bentuk ikhtiar seorang hamba dalam mengharapkan rahmat-Nya. Karena itu, Istighosah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah ruang untuk melakukan introspeksi, memperbanyak istighfar, memperkuat silaturahmi dan menumbuhkan kembali rasa tawakal kepada Sang Pencipta.
Rasulullah SAW juga mengajarkan doa ketika memohon turunnya hujan. Dalam hadis riwayat Bukhari, ketika Rasulullah SAW memohon hujan, beliau berdoa:
“Allahumma sayyiban nafi’an.”
“Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat.”
Doa tersebut menjadi harapan yang turut dipanjatkan oleh keluarga besar Kebun Way Berulu. Bukan sekadar meminta hujan turun, tetapi memohon agar hujan yang Allah SWT turunkan menjadi hujan yang membawa manfaat, menyuburkan tanah, menyegarkan tanaman, mendukung keberlangsungan perkebunan, serta tidak menimbulkan bencana dan kerugian bagi masyarakat.
Bagi keluarga besar Kebun Way Berulu, doa ini juga menjadi bentuk kesadaran bahwa keberhasilan dalam menjalankan amanah pekerjaan tidak hanya bergantung pada kemampuan manusia. Ikhtiar teknis, perawatan tanaman, pengelolaan kebun dan berbagai upaya peningkatan produktivitas tetap dilakukan dengan sungguh-sungguh. Namun di atas seluruh ikhtiar tersebut, terdapat kekuasaan Allah SWT yang menentukan hasil akhirnya.
Manusia berusaha, Allah yang menentukan. Manusia berencana, Allah yang menyempurnakan. Dan manusia berdoa, Allah SWT yang memiliki kuasa untuk mengabulkannya.
Melalui kegiatan ini, seluruh jamaah juga diingatkan untuk senantiasa memperbanyak istighfar, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, menjaga hubungan baik dengan sesama, serta terus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Kebersamaan dalam Istighosah menjadi sebuah pesan yang menyejukkan: ketika langit belum menurunkan hujan, jangan pernah membiarkan hati kehilangan harapan. Sebab bagi seorang mukmin, rahmat Allah SWT selalu lebih luas daripada kekhawatiran manusia.
Semoga lantunan zikir, istighfar dan doa yang dipanjatkan di Masjid Nurul Karim menjadi jalan turunnya rahmat Allah SWT. Semoga bumi Kebun Way Berulu kembali mendapatkan air yang cukup, tanaman tumbuh subur, pekerjaan berjalan lancar, produksi semakin baik, dan seluruh keluarga besar perusahaan senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan serta keberkahan.
Lebih dari itu, semoga Istighosah ini menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah dan kebersamaan antara manajemen, karyawan, keluarga besar perusahaan dan masyarakat sekitar.
Karena ketika ikhtiar telah dilakukan dan segala daya telah dikerahkan, maka doa adalah tempat hati bersandar.
Semoga Allah SWT mengabulkan doa seluruh jamaah, menurunkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan, menjauhkan segala marabahaya, serta memberikan kemudahan dan keberkahan bagi PT Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu, seluruh karyawan dan masyarakat sekitar.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
“Ikhtiar dengan segenap kemampuan, berdoa dengan penuh keyakinan, dan bertawakal dengan hati yang tenang. Sebab tidak ada doa yang sia-sia di hadapan Allah SWT.”(indra).



