Didukung Ketua Komisi III DPR RI, Yulizar Tegaskan Dr. Budiono, S.H., M.H. Layak Pimpin Unila

Dukungan terhadap pencalonan Dr. Budiono, S.H., M.H. sebagai Rektor Universitas Lampung (Unila) terus menunjukkan tren positif. Setelah sebelumnya mendapat dukungan dari Habiburokhman yang merupakan Ketua Komisi III DPR RI, kini dukungan juga datang dari Direktur Eksekutif KPP HAM Lampung, Yulizar R. Husin.

KPP HAM Lampung sendiri merupakan Komite Pemantau Pembangunan Hukum dan Hak Asasi Manusia, sebuah lembaga yang memiliki perhatian terhadap aspek penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia.

Yulizar R. Husin saat diwawancarai oleh tim PeranNews menyampaikan bahwa dukungannya terhadap Dr. Budiono, S.H., M.H. sejalan dengan pandangan berbagai pihak, termasuk dukungan yang telah lebih dahulu disampaikan oleh Habiburokhman.

“Dukungan dari Ketua Komisi III DPR RI tentu menjadi salah satu indikator bahwa Dr. Budiono, S.H., M.H. memiliki kapasitas yang diakui secara luas, terutama dalam bidang hukum,” ujar Yulizar.

Ia menilai, dari berbagai aspek, Budiono merupakan sosok yang layak dan ideal untuk memimpin Unila ke depan.

“Dari perspektif hukum, Dr. Budiono, S.H., M.H. adalah figur yang memahami aturan secara komprehensif. Ini penting agar setiap kebijakan kampus tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” lanjutnya.

Ia menekankan bahwa pemahaman hukum yang kuat menjadi fondasi utama dalam menciptakan tata kelola kampus yang adil, transparan, dan berkeadaban. Dengan demikian, potensi terjadinya pelanggaran hak asasi manusia, termasuk yang menyangkut hak-hak mahasiswa, dapat diminimalisir secara sistematis dan terukur.

Selain itu, Yulizar juga menyoroti latar belakang Dr. Budiono, S.H., M.H. sebagai ahli hukum tata negara. Menurutnya, kapasitas tersebut menjadi jaminan bahwa setiap kebijakan strategis yang diambil akan tetap berada dalam koridor hukum yang benar dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip ketatanegaraan.

“Sebagai ahli tata negara, beliau tentu memahami batasan dan koridor hukum dalam setiap pengambilan kebijakan. Ini penting agar arah kebijakan kampus tetap berada pada jalur yang benar secara konstitusional,” tegasnya.

Dari sisi kepemimpinan, Dr. Budiono, S.H., M.H. dinilai sebagai figur yang energik, adaptif, serta mampu menjawab tantangan zaman. Yulizar menyebut bahwa kemampuan untuk berinovasi menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan tinggi yang semakin kompleks dan kompetitif.

Lebih jauh, ia juga menilai Dr. Budiono, S.H., M.H. memiliki keunggulan dalam membangun relasi yang baik dengan mahasiswa. Latar belakang organisasinya yang kuat dinilai menjadi modal penting dalam mengayomi mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun pengembangan organisasi kemahasiswaan.

“Beliau punya pengalaman organisasi yang baik, sehingga mampu memahami dinamika mahasiswa. Ini membuat beliau lebih terbuka untuk berdialog dan bermusyawarah dengan mahasiswa dalam setiap kebijakan yang menyangkut kepentingan mereka,” jelas Yulizar.

Menurutnya, kepemimpinan ideal di perguruan tinggi tidak hanya diukur dari kapasitas akademik semata, tetapi juga dari kemampuan menciptakan ruang partisipatif bagi mahasiswa. Dalam hal ini, Dr. Budiono, S.H., M.H. dinilai memiliki keseimbangan antara kecakapan intelektual dan pendekatan humanis.

“Mahasiswa membutuhkan pemimpin yang tidak hanya mendorong penguasaan teori, tetapi juga memberi ruang untuk praktik, berorganisasi, dan berkembang. Dengan begitu, lulusan Unila ke depan tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga siap pakai di lapangan,” ungkapnya.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Yulizar menegaskan bahwa Dr. Budiono, S.H., M.H. merupakan figur yang selaras dengan harapan mahasiswa serta kebutuhan institusi saat ini. Dukungan yang datang dari berbagai pihak, termasuk dari unsur legislatif nasional dan pegiat hukum dan HAM, mencerminkan harapan agar Unila ke depan dipimpin oleh sosok yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, demokratis, serta responsif terhadap dinamika kampus.

Berita Terbaru