“Gaspol Produksi RSS Berkualitas, PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu Perkuat Koordinasi Teknis Pengolahan Lateks”

Way Berulu – PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan produksi olahan Ribbed Smoked Sheet (RSS) dengan mutu terbaik melalui penguatan koordinasi teknis lintas bagian di lingkungan pabrik.

Pada Minggu, 24 Mei 2026, rapat koordinasi teknis digelar di Kantor Teknik Pabrik dan dihadiri oleh Supriadi, M. Iqbal, Into Indrady, unsur karpim, Mabes, serta para mandor teknik dan pengolahan. Pertemuan tersebut membahas strategi percepatan dan optimalisasi pengolahan lateks agar hasil sadapan dari kebun dapat terolah secara maksimal, efektif, dan tetap menjaga standar kualitas RSS.

Dalam pembahasan teknis, perhatian utama diarahkan pada kesiapan menyeluruh sistem produksi, mulai dari ketersediaan bahan baku lateks, kesiapan tenaga kerja, alat produksi, bambu penjemuran, lori angkut, hingga penggunaan asam semut sebagai bahan pembeku lateks yang menjadi faktor penting dalam stabilitas mutu hasil olahan.

Into Indrady menegaskan bahwa keberhasilan produksi RSS sangat ditentukan oleh sinkronisasi seluruh elemen operasional di lapangan.

“Mutu RSS tidak hanya ditentukan oleh bahan baku, tetapi juga oleh konsistensi proses dari awal penerimaan lateks sampai pengolahan akhir. Semua lini harus siap dan terkendali agar hasil produksi tetap maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Supriadi dan M. Iqbal dalam arahannya menekankan pentingnya disiplin kerja, khususnya kepada unsur Mabes dan para mandor, agar pengawasan tenaga kerja tetap ketat, termasuk pada periode hari libur maupun jadwal non-regular.
Keduanya menegaskan bahwa tingkat kehadiran pekerja memiliki dampak langsung terhadap kualitas dan kelancaran proses produksi.

“Jangan sampai kelengahan di lapangan, terutama saat hari libur, mengganggu ritme produksi. Kehadiran pekerja adalah kunci. Jika tenaga kerja tidak lengkap, maka akan berdampak pada mutu RSS dan kelancaran pengolahan,” tegas Supriadi.

Hal senada juga disampaikan M. Iqbal yang menekankan bahwa kedisiplinan bukan hanya soal kehadiran, tetapi juga komitmen menjaga standar kerja di setiap lini proses.

“Produksi RSS ini sangat sensitif. Sedikit saja gangguan di tenaga kerja akan berpengaruh ke kualitas akhir. Karena itu disiplin harus menjadi budaya kerja, bukan hanya instruksi,” tambahnya.

Selain itu, rapat juga menyoroti pentingnya kesiapan alat dan bahan pendukung agar tidak terjadi hambatan teknis di tengah proses produksi.

Melalui penguatan koordinasi, disiplin kerja, serta kesiapan operasional yang terukur, PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu optimistis mampu meningkatkan produktivitas RSS secara berkelanjutan dengan mutu yang semakin kompetitif dan konsisten di pasar industri karet.(*)

Berita Terbaru