Way Beluru, Sabtu, 27 Juni 2026 – Sebagai wujud komitmen terhadap pelestarian lingkungan, PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Beluru menggelar Sosialisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Pabrik Karet SIR dan RSS yang dipimpin oleh Into Indrady bersama dua mahasiswi Universitas Lampung (Unila), Viona Pramesti Cahaya Utami dan Lulu Lutfiah.

Kegiatan ini menjadi sarana komunikasi strategis antara perusahaan, pemerintah, dunia akademik, dan masyarakat untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan limbah cair industri karet yang memenuhi standar lingkungan. Sosialisasi juga menjadi bentuk transparansi perusahaan dalam menunjukkan bahwa operasional pabrik Standard Indonesian Rubber (SIR) dan Ribbed Smoked Sheet (RSS) selalu memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
Dalam sambutannya, Into Indrady menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari operasional perusahaan. Menurutnya, keberhasilan industri tidak hanya diukur dari capaian produksi, tetapi juga dari kepatuhan terhadap peraturan lingkungan dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

Pada kesempatan tersebut, Viona Pramesti Cahaya Utami dan Lulu Lutfiah menjelaskan tahapan pengolahan air limbah, mulai dari penyaringan awal, proses biologis menggunakan mikroorganisme anaerob dan aerob, hingga proses pengendapan dan penjernihan sehingga air hasil olahan memenuhi baku mutu sebelum dialirkan ke badan air sesuai ketentuan yang berlaku.
Lulu Lutfiah menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengamatan selama mengikuti kegiatan, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Beluru terlihat terawat dengan baik, dikelola secara profesional, dan seluruh proses pengolahannya dilakukan secara terukur. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menjaga kualitas lingkungan.
Sementara itu, Viona Pramesti Cahaya Utami menjelaskan bahwa kualitas air limbah tidak hanya dipantau oleh perusahaan, tetapi juga dianalisis oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi melalui pengujian laboratorium sesuai ketentuan yang berlaku. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, kualitas air limbah yang dihasilkan memenuhi baku mutu lingkungan, sehingga pengelolaan IPAL telah berjalan sesuai regulasi pemerintah.
Kegiatan sosialisasi juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab, sehingga masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, masukan, maupun keluhan terkait pengelolaan lingkungan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun hubungan yang harmonis, transparan, dan akuntabel dengan seluruh pemangku kepentingan.
Melalui kegiatan ini, PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Beluru kembali menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan industri karet SIR dan RSS yang produktif, efisien, dan berwawasan lingkungan. Kolaborasi dengan Universitas Lampung diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia industri, akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan demi masa depan yang lebih hijau.(indra).



