Sosialisasi SMK3 di Pabrik Karet PTPN I Regional 7 Kebun Way Berulu

Way Berulu — Pabrik Karet PTPN I Regional 7 Kebun Way Berulu menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada Selasa, 27 Januari 2026, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai, bertempat di area pabrik. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas pekerja dan mahasiswa.

Kegiatan sosialisasi disampaikan oleh dokter-dokter koas Universitas Lampung, yaitu Lyvia Annisarahma, Carissa Aprilia Yusanda, Syabila Febrilia Nasyafa, Sulthan Rafi Alghani, Syiva Ulhayah, Sheilla Amelia Vandela, dan Syahrani Alya Murfi. Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar keselamatan dan kesehatan kerja, penerapan SMK3 di lingkungan industri, identifikasi potensi bahaya kerja, serta penanganan awal kegawatdaruratan medis di tempat kerja.

Acara dibuka secara resmi oleh Asisten Teknik Into, Indrady, ST., MM. Dalam sambutannya, Indrady menyampaikan bahwa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan segala kegiatan yang bertujuan untuk menjamin dan melindungi keselamatan serta kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Ia menegaskan bahwa penerapan K3 dan SMK3 merupakan tanggung jawab bersama antara manajemen dan pekerja.

Indrady juga menjelaskan bahwa penerapan SMK3 bertujuan untuk: meningkatkan efektivitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi;
mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja serta penyakit akibat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, pekerja/buruh, dan/atau serikat pekerja/serikat buruh; serta menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, dan efisien guna mendorong peningkatan produktivitas.

Selain itu, ditegaskan bahwa setiap perusahaan wajib menerapkan SMK3, khususnya perusahaan yang mempekerjakan paling sedikit 100 orang pekerja atau memiliki tingkat potensi bahaya tinggi, dengan berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.


Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung aktif. Adapun pertanyaan yang diajukan peserta antara lain:
Pertama Gunawan menanyakan cara mengatasi tetanus. Dijelaskan bahwa tetanus merupakan infeksi akut akibat bakteri Clostridium tetani yang masuk melalui luka terbuka. Penanganan medis meliputi pembersihan luka secara optimal, pemberian antitoksin tetanus, antibiotik, serta imunisasi tetanus sebagai langkah pencegahan.

Kedua Ponijan menanyakan penanganan luka tertusuk paku di area pegunungan apabila tidak tersedia air bersih. Dokter koas menjelaskan bahwa tindakan awal meliputi penghentian perdarahan dengan penekanan ringan, tidak mencabut benda yang tertanam dalam jika berisiko perdarahan hebat, membersihkan luka menggunakan cairan paling bersih yang tersedia, menutup luka dengan kain bersih, serta segera mencari fasilitas kesehatan untuk mencegah infeksi dan risiko tetanus.

Ketiga Juni menanyakan mengenai penanganan luka bakar akibat aliran listrik. Dijelaskan bahwa luka bakar listrik berpotensi menimbulkan kerusakan jaringan dalam dan gangguan irama jantung. Penanganan medis awal meliputi memutus sumber listrik secara aman, memastikan kondisi jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi korban, menutup area luka dengan kain bersih dan kering tanpa mengoleskan bahan apa pun, serta segera merujuk korban ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lanjutan.
Ke empat Dwi menanyakan apakah kecelakaan yang terjadi di luar jam kerja termasuk kecelakaan kerja. Dijelaskan bahwa kecelakaan kerja mencakup kejadian yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk perjalanan dari dan ke tempat kerja, sepanjang masih berkaitan dengan aktivitas pekerjaan sesuai peraturan yang berlaku.


Melalui kegiatan sosialisasi SMK3 ini, diharapkan seluruh peserta memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya penerapan K3 dan SMK3, mampu mengidentifikasi risiko bahaya di lingkungan kerja, serta dapat menerapkan prinsip pencegahan dan pertolongan pertama secara tepat guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif di Pabrik Karet PTPN I Regional 7 Kebun Way Berulu.

Berita Terbaru