Operation Head PTPN I Regional 7 Tinjau Kebun dan Pabrik Karet Way Berulu, Dorong Produktivitas 2026

Way Berulu, Lampung – Operation Head PTPN I Regional 7, Wiyoso, melakukan kunjungan kerja ke Afdeling I Kebun Way Berulu pada Selasa, 27 Januari 2026, pukul 09.00 WIB. Kunjungan ini bertujuan memastikan optimalisasi produksi karet 2026 dengan meninjau kondisi kebun, kesiapan tenaga kerja, dan kinerja pabrik pengolahan karet.

Wiyoso menekankan evaluasi berkala kebun dan pabrik, peningkatan kualitas alat sadap, serta kesiapan tenaga kerja untuk mencapai target produksi karet tahun ini.

“Tujuan kami jelas memastikan seluruh proses, dari kebun hingga pabrik, berjalan optimal. Tenaga kerja, kondisi areal, dan alat sadap harus selalu siap pakai agar produksi karet mencapai target dan kualitas tetap terjaga,” kata Wiyoso saat meninjau kebun.
Evaluasi Areal Kebun dan Tenaga Kerja.

Dalam kunjungan ini, Wiyoso menekankan pentingnya pemantauan berkala kondisi pohon karet, usia tanaman, kualitas tanah, serta kesiapan alat dan tenaga sadap. Evaluasi tenaga kerja juga dilakukan untuk meningkatkan disiplin, kompetensi, dan distribusi tenaga di tiap blok kebun.

Manajer Kebun Way Berulu, Yuraidil Safitra, menjelaskan, “Setiap blok kebun telah diperiksa, mulai dari produktivitas pohon hingga kondisi alat sadap. Tim kami berkomitmen melakukan perbaikan berkelanjutan agar target produksi tercapai.”

Pengkajian Pabrik Karet beliau juga meninjau pabrik pengolahan karet. Fokus evaluasi meliputi kapasitas produksi, efisiensi mesin, kualitas produk, dan koordinasi proses kebun–pabrik. Wiyoso menekankan, “Sinergi antara kebun dan pabrik harus dijaga agar pasokan lateks lancar, produksi optimal, dan kualitas karet tetap tinggi.”

Selain itu, tim pabrik melaporkan langkah-langkah mitigasi risiko untuk menjaga kontinuitas produksi, termasuk pemeliharaan mesin, penyimpanan bahan baku, dan peningkatan standar operasional.

Kunjungan ini juga menekankan pentingnya laporan berkala dari kebun dan pabrik sebagai dasar pengambilan keputusan strategis. Data produksi, kondisi areal, dan kinerja tenaga kerja digunakan untuk segera mengidentifikasi dan menindaklanjuti potensi risiko.

PTPN I Regional 7 menargetkan peningkatan produktivitas karet sebesar 10–15% dibanding tahun sebelumnya, sambil memastikan kualitas tetap tinggi dan operasional berjalan efisien.

Wiyoso menambahkan, “Dengan langkah-langkah modernisasi alat sadap, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta koordinasi yang baik antara kebun dan pabrik, kami yakin target produksi 2026 dapat tercapai dengan optimal.”

Kunjungan ini turut dihadiri Manajer Kebun Way Berulu, Yuraidil Safitra, serta jajaran Karpim Tanaman dan Karpim TNP. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen manajemen untuk meningkatkan sinergi operasional dan keberlanjutan produksi karet.

Melalui kegiatan ini, PTPN I Regional 7 menegaskan komitmennya menjaga produksi karet nasional sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di tingkat regional. Evaluasi dan pengkajian di lapangan diharapkan menciptakan proses produksi yang optimal, efisien, dan berkelanjutan sepanjang tahun 2026.

Berita Terbaru