Dokter Koas Unila Gelar Penyuluhan Kesehatan Osteoarthritis di Kantor Teknik PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu

Way Berulu, Rabu 19 Agustus 2026 — Dokter Koas Universitas Lampung (Unila), Shervia, Feli, dan Hamdi, melaksanakan kajian ilmiah ilmu kedokteran dengan materi Osteoarthritis di Kantor Teknik.

Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB sampai dengan selesai dan diikuti oleh sekitar 30 peserta. Acara dibuka oleh Into Indrady, yang menyampaikan pentingnya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pekerja terhadap kesehatan, khususnya gangguan persendian yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Dalam kajian tersebut, dokter koas Unila menyampaikan materi secara ilmiah mengenai osteoarthritis, meliputi pengertian, faktor risiko, mekanisme terjadinya penyakit, tanda dan gejala, pencegahan, serta penanganannya.

Dalam pemaparannya, dokter koas menjelaskan bahwa pencegahan osteoarthritis dapat dilakukan dengan menjaga berat badan ideal, rutin melakukan aktivitas fisik atau olahraga ringan yang sesuai, menjaga kekuatan otot dan kelenturan sendi, serta menghindari aktivitas yang memberikan beban berlebihan pada persendian.

Selain itu, peserta diingatkan pentingnya menerapkan postur dan teknik kerja yang benar, menghindari cedera pada sendi, serta tidak mengabaikan keluhan seperti nyeri, kaku, atau keterbatasan gerak yang berlangsung terus-menerus. Deteksi dan penanganan sejak dini menjadi langkah penting untuk membantu menjaga fungsi sendi dan kualitas hidup.

Sesi Tanya Jawab Berlangsung Interaktif

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Salah satu pertanyaan disampaikan oleh Sdr. Dwi mengenai perbedaan osteoarthritis, asam urat, dan saraf kejepit, mengingat ketiganya sama-sama dapat menimbulkan rasa nyeri dan mengganggu aktivitas.

Menanggapi pertanyaan tersebut, dokter koas Unila menjelaskan bahwa osteoarthritis merupakan gangguan pada sendi yang berkaitan dengan kerusakan atau perubahan struktur tulang rawan dan jaringan di sekitar sendi. Sementara itu, asam urat terjadi akibat penumpukan kristal asam urat pada persendian yang dapat menyebabkan nyeri dan peradangan.

Adapun saraf kejepit terjadi ketika saraf mengalami tekanan atau terjepit sehingga dapat menimbulkan nyeri yang menjalar, kesemutan, kebas, maupun kelemahan pada bagian tubuh tertentu.

Dokter koas menekankan bahwa meskipun beberapa gejalanya dapat terlihat serupa, ketiga kondisi tersebut memiliki penyebab dan penanganan yang berbeda. Oleh karena itu, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang tepat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana edukatif, komunikatif, dan interaktif. Para peserta aktif mengikuti pemaparan serta berdiskusi mengenai berbagai persoalan kesehatan yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari.

Melalui kajian ilmiah ilmu kedokteran ini, diharapkan wawasan dan kesadaran peserta terhadap pentingnya menjaga kesehatan semakin meningkat. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong pekerja menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebugaran, serta lebih peduli terhadap berbagai keluhan kesehatan dan melakukan pemeriksaan sejak dini.(indra).

Berita Terbaru