LAMPUNG SELATAN — Ketua Ikatan Pemuda Lampung Indonesia (IPLI) Metro, Herman.TR,.SH, menyampaikan dukungannya terhadap program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang merupakan bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah Presiden Prabowo Subianto.(12/08/2026).
Menurut Herman, program SPPG merupakan program yang sangat baik dan strategis karena tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar lokasi SPPG.
Namun, dugaan polemik terkait keberadaan SPPG Yayasan Alu Salim di Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, mendapat perhatian masyarakat. Sejumlah warga meminta pemerintah kecamatan turun tangan untuk memastikan seluruh proses operasional SPPG berjalan secara transparan, tertib, dan sesuai dengan ketentuan program MBG.
Menanggapi persoalan tersebut, Herman mengatakan bahwa berbagai masukan masyarakat sebaiknya menjadi bahan evaluasi bersama, bukan justru menimbulkan polemik berkepanjangan.
“Program SPPG yang digagas pemerintah Pak Prabowo sangat baik. Selain memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan masyarakat penerima manfaat, program ini juga seharusnya memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat sekitar,” ujar Herman.
Ia menilai keterlibatan masyarakat lokal perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan program SPPG. Masyarakat sekitar dapat diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengelolaan maupun penyediaan kebutuhan SPPG, tentunya dengan tetap memperhatikan kompetensi, kualitas, standar keamanan pangan, harga, serta ketentuan yang berlaku.
“Kalau masyarakat sekitar ikut dilibatkan, baik dalam pengelolaan maupun penyediaan bahan pokok yang memenuhi standar, tentu manfaat program akan semakin luas. Jadi bukan hanya penerima manfaat yang mendapatkan pemenuhan gizi, tetapi masyarakat sekitar juga dapat merasakan dampak ekonominya,” jelas Herman.
Menurutnya, keberadaan SPPG seharusnya dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat lokal. Pelaku usaha kecil, petani, pedagang, maupun masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat diberikan ruang untuk berkontribusi sesuai mekanisme yang ditetapkan.
Herman juga mendorong pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa dan pihak pengelola SPPG untuk membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Klarifikasi dan dialog dinilai penting agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara objektif berdasarkan fakta dan ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap persoalan yang berkembang dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik. Jangan sampai program yang sangat bagus justru menimbulkan jarak dengan masyarakat. Pemerintah dan pengelola SPPG harus hadir memberikan penjelasan dan memastikan tata kelolanya berjalan transparan,” katanya.
Herman menegaskan bahwa IPLI Metro mendukung penuh program MBG sebagai program strategis pemerintah. Namun, dukungan tersebut juga harus diikuti dengan pengawasan dan partisipasi masyarakat agar pelaksanaannya semakin baik.
“Program ini jangan hanya dilihat dari sisi pemenuhan gizi. Ada multiplier effect yang sangat besar terhadap ekonomi masyarakat. Karena itu, kami berharap kesejahteraan dari program pemerintah ini dapat dirasakan semua pihak, terutama masyarakat yang berada di sekitar SPPG,” pungkas Herman.(*)



