Doa Bersama dan Yasinan Pabrik: Meneguhkan Syukur, Kesabaran, dan Kebersamaan

Way Berulu, 20 Agustus 2026 — Dalam suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan, PT Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu menggelar Doa Bersama, Yasinan Pabrik, dan Tausiyah pada Kamis, 20 Agustus 2026, bertempat di Loading Ramp Pabrik Karet, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan dihadiri oleh karyawan dan masyarakat sekitar pabrik. Bertindak sebagai tuan rumah, Dion Fernanda selaku Masinis Pabrik Karet PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu, menyambut seluruh peserta dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

Acara diawali dengan sambutan Yuraidil Syafitra, Manajer PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk senantiasa bersyukur, memperkuat silaturahmi, serta menjadikan doa dan kebersamaan sebagai bagian dari ikhtiar dalam menghadapi setiap tantangan.

Yasinan dan Doa sebagai Penguat Hati

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin yang dipimpin oleh Ustadz Ali Muchsin. Pembacaan berlangsung khidmat sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan, keberkahan, perlindungan, serta kelancaran bagi perusahaan, karyawan, keluarga, dan masyarakat sekitar.

Dalam QS. Al-Baqarah ayat 153, Allah SWT berfirman:

«“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”»

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa dalam menghadapi persoalan maupun musibah, seorang Muslim hendaknya tidak kehilangan harapan. Kesabaran dan doa menjadi jalan untuk menjaga keteguhan hati sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tausiyah: Belajar Bersyukur Saat Menghadapi Ujian

Selanjutnya, Ustadz Ahlan menyampaikan tausiyah mengenai pentingnya bersyukur ketika mendapatkan ujian dan musibah. Disampaikan bahwa seorang mukmin hendaknya berusaha menerima setiap ketetapan Allah SWT dengan lapang dada, tetap menjaga perkataan, serta tidak melampiaskan kesulitan dengan menyakiti orang lain.

Tiga pesan utama yang disampaikan dalam tausiyah tersebut adalah:

1. Lapang dada dalam menerima ujian.
Musibah hendaknya dihadapi dengan sabar dan tawakal, sembari tetap berikhtiar mencari jalan keluar.

2. Menjaga perkataan.
Dalam keadaan sulit sekalipun, seorang Muslim dianjurkan menjaga lisannya agar tidak mengucapkan kata-kata yang menyakiti, mencela, atau memperkeruh keadaan.

3. Tidak menyakiti orang lain secara fisik maupun perbuatan.
Kesulitan yang dialami seseorang tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan tindakan yang merugikan atau menyakiti sesama.

Allah SWT juga mengingatkan dalam QS. Ibrahim ayat 7:

«“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”»

Pesan tersebut mengajarkan bahwa rasa syukur bukan hanya diucapkan melalui lisan, tetapi juga diwujudkan melalui sikap, perilaku, dan kesediaan menggunakan nikmat Allah SWT untuk kebaikan.

Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:

«“Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin, sesungguhnya semua urusannya adalah kebaikan.”
(HR. Muslim)»

Hadis tersebut mengajarkan bahwa seorang mukmin dapat mengambil hikmah dari setiap keadaan. Ketika mendapatkan kesenangan ia bersyukur, sedangkan ketika mendapatkan kesulitan ia bersabar. Keduanya menjadi jalan kebaikan apabila dijalani dengan iman dan ketakwaan.

Doa Bersama Menutup Rangkaian Kegiatan

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Abdurrahman. Doa dipanjatkan agar Allah SWT memberikan kesehatan, keselamatan, ketenteraman, perlindungan, keberkahan, serta kelancaran kepada seluruh keluarga besar PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu dan masyarakat sekitar.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, kesabaran, rasa syukur, dan persaudaraan. Lebih dari sekadar kegiatan keagamaan, doa bersama dan yasinan menjadi sarana mempererat hubungan antara perusahaan, karyawan, dan masyarakat sekitar.

Dengan semangat sabar ketika diuji, bersyukur ketika diberi nikmat, menjaga lisan, serta menjaga perbuatan, keluarga besar Kebun Way Berulu diharapkan dapat terus membangun lingkungan kerja yang harmonis, aman, penuh kepedulian, dan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.

“Ketika ujian datang, jangan kehilangan sabar. Ketika nikmat datang, jangan lupa bersyukur. Dan dalam setiap keadaan, jangan pernah berhenti berdoa.”(Indra).

Berita Terbaru