PTPN I Regional 7 Perkuat Transformasi Digital: Full Fitur Nadine, TTE dan GCG Dorong Tata Kelola Perusahaan Semakin Modern

Bandar Lampung, 20 Agustus 2026 — PT Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional 7 terus memperkuat transformasi digital dan tata kelola perusahaan melalui penerapan full fitur Naskah Dinas Online (Nadine), Tanda Tangan Elektronik (TTE), serta penguatan Good Corporate Governance (GCG).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Monitoring dan Refreshment Penerapan Full Fitur Nadine, Tanda Tangan Elektronik (TTE) dan Tata Kelola Perusahaan yang berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 19–20 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Rapat Harmonis, Kantor Regional PTPN I (Persero) Regional 7. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan peserta secara offline maupun online.

Kegiatan dibuka oleh Iyan Heryanto, Region Head PTPN I (Persero) Regional 7. Dalam kesempatan tersebut, kegiatan menghadirkan Siwi Peni, Direktur SDM dan TI PTPN I (Persero) sebagai pemateri yang memberikan penguatan mengenai transformasi digital, tata kelola administrasi, implementasi Nadine dan Tanda Tangan Elektronik.

Kehadiran pimpinan dan narasumber tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital bukan hanya menjadi agenda teknis bidang teknologi informasi, tetapi merupakan bagian strategis dalam membangun budaya kerja dan tata kelola perusahaan yang semakin efektif, terintegrasi dan akuntabel.

Dua Hari Penguatan Administrasi dan Tata Kelola Digital

Pada hari pertama, agenda kegiatan difokuskan pada penguatan digitalisasi administrasi. Materi meliputi pengantar digitalisasi administrasi, refreshment tata naskah PTPN I (Persero), refreshment implementasi Naskah Dinas Online, pembahasan dan penyesuaian full fitur Naskah Dinas Online Regional serta evaluasi penggunaan Nadine.

Peserta offline terdiri dari 1 orang Asisten dan 1 orang karyawan pelaksana yang menangani fungsi persuratan, sementara peserta online meliputi Manajer Unit, Kepala Bagian, BRM-2 dan BRM-3 di kebun/pabrik.

Selanjutnya, pada hari kedua, kegiatan diarahkan pada penguatan tata kelola perusahaan dan penerapan Tanda Tangan Elektronik. Materi mencakup refreshment Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan Tata Kelola Kesekretariatan PTPN I (Persero), sosialisasi TTE, pelatihan dan implementasi TTE serta evaluasi TTE. Peserta meliputi Manajer Unit, Kepala Bagian, BRM-2 dan BRM-3 di kebun/pabrik.

Kajian IPTEK: Digitalisasi Mengubah Cara Kerja Organisasi

Dari perspektif ilmu pengetahuan dan teknologi, penerapan Nadine dan TTE merupakan bagian dari transformasi paper-based administration menuju digital governance.

Nadine tidak hanya berfungsi sebagai media pengiriman dokumen secara elektronik, tetapi menjadi instrumen untuk membangun alur administrasi yang lebih terstruktur. Dokumen dapat diproses melalui tahapan pembuatan, pemeriksaan, persetujuan, penandatanganan dan pengarsipan dalam suatu sistem digital.

Konsep tersebut memberikan sejumlah manfaat teknologi, antara lain:

1. Efisiensi proses administrasi, karena proses distribusi dan persetujuan dokumen dapat dilakukan secara digital.
2. Traceability, yaitu proses dokumen lebih mudah ditelusuri berdasarkan tahapan dan statusnya.
3. Pengurangan ketergantungan terhadap dokumen fisik, sehingga mendukung efisiensi penggunaan kertas dan ruang arsip.
4. Peningkatan akuntabilitas, karena alur pemrosesan dokumen dapat lebih terdokumentasi.
5. Ketersediaan data untuk monitoring, sehingga pimpinan dapat memperoleh informasi yang lebih cepat dalam melakukan evaluasi.

Sementara itu, TTE menjadi bagian penting dalam memastikan proses penandatanganan dokumen elektronik dilakukan melalui mekanisme digital yang mendukung autentikasi identitas dan integritas dokumen.

Dengan demikian, teknologi tidak berhenti pada digitalisasi dokumen, tetapi berkembang menjadi digital workflow yang mengintegrasikan manusia, proses bisnis dan sistem informasi.

GCG dan Digitalisasi Saling Memperkuat

Penerapan teknologi informasi akan memberikan nilai tambah apabila berjalan seiring dengan tata kelola perusahaan yang baik.

Digitalisasi administrasi dapat mendukung prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan kewajaran melalui proses kerja yang lebih terdokumentasi dan terstruktur.

Dalam konteks ini, Nadine dan TTE dapat menjadi instrumen pendukung bagi penguatan tata kelola karena proses administrasi tidak lagi semata-mata bergantung pada perpindahan dokumen secara manual, tetapi dapat dikelola melalui sistem yang terintegrasi.

Namun, keberhasilan transformasi digital tetap membutuhkan kedisiplinan pengguna, pemahaman terhadap tata naskah, kepatuhan terhadap kewenangan, keamanan akun serta konsistensi dalam menggunakan sistem.

Membangun Digital Mindset Pekerja

Kegiatan refreshment juga menjadi momentum untuk membangun pola pikir digital atau digital mindset di lingkungan PTPN I Regional 7.

Transformasi digital bukan hanya tentang tersedianya aplikasi, tetapi tentang perubahan perilaku kerja. Setiap pengguna dituntut mampu beradaptasi dengan proses kerja yang lebih cepat, tertib, terdokumentasi dan berbasis teknologi.

Karena itu, kegiatan monitoring dan refreshment memiliki arti penting untuk memastikan implementasi Nadine dan TTE tidak hanya dipahami dari sisi operasional aplikasi, tetapi juga dari sisi tata kelola, keamanan informasi, efektivitas proses dan tanggung jawab pengguna.

Surat undangan Regional 7 juga menekankan perlunya peserta mempersiapkan perangkat kerja berupa laptop untuk mendukung simulasi dan implementasi selama kegiatan.

Menuju PTPN I Regional 7 yang Semakin Adaptif

Melalui kegiatan tersebut, PTPN I (Persero) Regional 7 menunjukkan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan.

Implementasi Nadine, TTE dan GCG diharapkan mampu menciptakan proses administrasi yang semakin efektif, efisien, transparan, aman dan akuntabel.

Transformasi ini pada akhirnya bukan sekadar mengubah dokumen kertas menjadi dokumen digital, tetapi mengubah budaya kerja menuju organisasi yang lebih terintegrasi, cepat merespons, berbasis data dan siap menghadapi tuntutan era digital.

Dengan penguatan kompetensi sumber daya manusia, konsistensi penerapan sistem serta dukungan pimpinan dan seluruh unit kerja, transformasi digital di PTPN I Regional 7 diharapkan menjadi fondasi penting menuju perusahaan yang semakin modern, adaptif dan berdaya saing.(*)

Berita Terbaru