Way Berulu, 25 Agustus 2026 — PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu terus memperkuat kesiapan Tim Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai bagian dari komitmen menjaga keselamatan pekerja, aset perusahaan, lingkungan, serta masyarakat sekitar.
Kesiapan tersebut diwujudkan melalui pengorganisasian internal yang solid dan terstruktur sesuai Standard Operating Procedure (SOP), sehingga setiap personel memahami tugas, tanggung jawab, serta jalur komando ketika terjadi kondisi darurat.

Yuraidil Syafitra selaku Manajer bersama Tim mengatakan bahwa Struktur tanggap darurat disiapkan dengan pembagian fungsi yang jelas, meliputi tim pemadam, tim evakuasi masyarakat, tim logistik, dan tim medis. Pembagian ini bertujuan memastikan penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan efektif.
Selain kesiapan organisasi, tim juga mendapatkan sosialisasi dan simulasi khusus penanganan kebakaran lahan karet, termasuk menghadapi potensi kebakaran bawah tanah yang membutuhkan teknik pemadaman, pendinginan, dan pembasahan secara khusus melalui metode blocking agar api tidak kembali menjalar.

Kesiapan juga diperkuat melalui koordinasi lintas sektor dengan instansi terkait, seperti BPBD, TNI,POLRI serta relawan dan masyarakat sekitar. Komunikasi dan koordinasi secara berkala menjadi bagian penting dalam membangun respons bersama apabila terjadi keadaan darurat Karhutla.

Dengan kesiapan personel, peralatan, SOP, serta koordinasi lintas sektor yang baik, PTPN I Persero Regional 7 Kebun Way Berulu berkomitmen untuk mengedepankan prinsip cepat, tepat, aman, dan terkoordinasi dalam menghadapi potensi Karhutla.

Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Melalui sinergi antara perusahaan, pemerintah, aparat, dan masyarakat, potensi Karhutla diharapkan dapat dicegah dan ditangani sedini mungkin demi menjaga lingkungan, keselamatan bersama, serta keberlangsungan operasional perkebunan.



