Apel Pagi Teknik: Perkuat SOP, Integritas, K3, GCG, dan Tanggung Jawab Menjaga Amanah Perusahaan

Way Berulu, 24 Agustus 2026 — Kegiatan apel dan doa pagi dilaksanakan pukul 07.00 WIB di depan Kantor Teknik PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu sebagai momentum untuk meningkatkan kedisiplinan, pemahaman Standard Operating Procedure (SOP), kepatuhan terhadap regulasi, serta membangun budaya kerja yang profesional, aman, dan berintegritas.

Dalam arahannya disampaikan bahwa setiap pekerja harus terus belajar, memahami, dan menjalankan SOP dalam setiap pelaksanaan pekerjaan. Selain kemampuan teknis, pemahaman terhadap regulasi, sistem digital perusahaan, K3, GCG, serta etika dalam menjalankan tugas merupakan bagian penting dari profesionalisme pekerja.

Menjaga Aset dan Memahami Regulasi

Setiap pekerja memiliki tanggung jawab untuk menjaga aset perusahaan. Pemahaman terhadap regulasi pertanahan, termasuk ketentuan mengenai Hak Guna Usaha (HGU), menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha perkebunan.

Pekerja juga didorong untuk meningkatkan kemampuan dalam menggunakan berbagai aplikasi perusahaan, seperti SAPA Amanah, Digital Farming, Nadin, Erin, SINUSA, ICOFR, Agris Haris dan aplikasi pendukung lainnya. Penguasaan teknologi akan membantu pekerjaan menjadi lebih efektif, tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Memahami Regulasi, K3, dan Budaya 5R

Pekerja perlu memahami ketentuan ketenagakerjaan, termasuk sistem kerja borongan dan pengupahan sesuai regulasi yang berlaku. Demikian pula penerapan K3 harus menjadi budaya bersama di setiap area kerja.

Budaya 5R/5S — Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin harus dilaksanakan secara konsisten untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, bersih, tertib, nyaman, dan produktif.

GCG dan Integritas dalam Menjalankan Amanah

Penerapan Good Corporate Governance (GCG) juga menjadi perhatian dalam apel pagi. Setiap pekerja maupun pimpinan diharapkan menjalankan tugas berdasarkan prinsip integritas, transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran.

Khusus bagi pekerja yang mendapatkan tugas sebagai auditor atau pelaksana pengawasan, harus mampu menjadi teladan dalam profesionalisme. Auditor tidak dibenarkan menggunakan intimidasi, tekanan, kekerasan verbal, maupun tindakan agresif seperti membentak atau menggebrak meja.

Setiap temuan audit harus disampaikan berdasarkan data, bukti, SOP, dan ketentuan yang berlaku, bukan melalui tekanan pribadi.

Pelanggaran Etika Auditor Dapat Berujung Sanksi

Apabila berdasarkan pemeriksaan yang sah seorang auditor terbukti melakukan intimidasi atau pelanggaran etika, maka sanksi dapat diberikan sesuai kode etik, ketentuan internal perusahaan, aturan kedinasan, maupun mekanisme disiplin profesi yang berlaku.

Sanksi dapat berupa teguran atau sanksi etik, kewajiban memberikan klarifikasi atau permohonan maaf apabila ditetapkan oleh mekanisme yang berwenang, pembatasan atau penangguhan penugasan, pencabutan dari tim audit, hingga sanksi keanggotaan profesi apabila memenuhi ketentuan organisasi profesi.

Dengan demikian, jabatan auditor bukanlah kewenangan untuk menekan atau menakut-nakuti pihak yang diperiksa. Auditor justru harus menjadi contoh dalam penerapan integritas, komunikasi yang santun, objektivitas, dan kepatuhan terhadap aturan.

“Kesempurnaan Hanya Milik Allah SWT”

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula pesan yang sederhana namun penuh makna dari sisi pekerja:

«“Tidak ada pekerjaan yang sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT.”»

Setiap kekurangan dalam pekerjaan hendaknya tidak menjadi alasan untuk saling menyalahkan, tetapi menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran agar ke depan dapat bekerja lebih baik.

Apel pagi yang dilaksanakan secara rutin oleh leader memiliki peran penting dalam membangun komunikasi antara pimpinan dan pekerja. Melalui apel, pekerja dapat mengetahui arahan, memahami tugas dan tanggung jawab, mengingat kembali SOP, serta menyatukan komitmen dalam menjalankan pekerjaan.

Sebagai pekerja, kita harus menyadari bahwa PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu merupakan tempat kita bekerja dan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu, menjaga aset, produktivitas, disiplin, nama baik, dan keberlangsungan perusahaan merupakan tanggung jawab bersama.

«“Mari kita bekerja dengan ikhlas, disiplin, saling mengingatkan, dan terus belajar. Kekurangan bukan alasan untuk berhenti memperbaiki diri. Jadikan apel pagi sebagai sarana memahami tanggung jawab, memperkuat kebersamaan, dan menjaga amanah pekerjaan. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan atas setiap ikhtiar kita dalam mencari nafkah.”»

Kegiatan apel dan doa pagi ditutup dengan doa bersama, memohon keselamatan, kesehatan, kelancaran, serta keberkahan dalam menjalankan seluruh amanah pekerjaan.

SOP dipahami, aturan ditaati, aset dijaga, K3 dilaksanakan, GCG ditegakkan, integritas dijunjung, dan kebersamaan diperkuat demi keberlanjutan perusahaan.(*),

Berita Terbaru