WAY BERULU — Kedisiplinan menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi salah satu perhatian utama dalam kegiatan Apel dan Doa Pagi yang dilaksanakan di Kantor Teknik PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai dan dipimpin oleh Into Indrady, ST., MM. Apel pagi menjadi momentum untuk membangun kesiapan kerja, memperkuat disiplin, serta memastikan seluruh pekerja memahami tugas dan tanggung jawabnya sebelum memulai aktivitas.
Dalam kegiatan tersebut, Sutikno menyampaikan materi mengenai pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di lingkungan pabrik.
APD Bukan Sekadar Perlengkapan, tetapi Perlindungan Pekerja
Dalam kajiannya, disampaikan bahwa lingkungan pabrik memiliki berbagai potensi bahaya, mulai dari mesin bergerak, kebisingan, panas, debu, asap, bahan kimia, benda tajam, hingga risiko terpeleset, terjatuh, atau tertimpa benda.
Karena itu, APD memiliki peran penting sebagai lapisan perlindungan terakhir bagi pekerja ketika risiko bahaya belum dapat sepenuhnya dihilangkan melalui rekayasa teknis, pengamanan mesin, maupun prosedur kerja.
Penggunaan APD yang tepat dapat membantu mengurangi tingkat keparahan apabila terjadi insiden serta melindungi bagian tubuh pekerja yang rentan terhadap paparan bahaya.
Beberapa APD yang harus diperhatikan sesuai jenis pekerjaan antara lain helm safety, sepatu safety, kacamata pelindung, sarung tangan, masker atau respirator, pelindung telinga, serta wearpack atau pakaian pelindung.
Setiap APD memiliki fungsi yang berbeda. Helm melindungi kepala, sepatu safety melindungi kaki, kacamata melindungi mata, sarung tangan melindungi tangan, masker atau respirator melindungi saluran pernapasan, sedangkan pelindung telinga membantu mengurangi paparan kebisingan.
Mengapa APD Wajib Digunakan?
Kajian dalam sosialisasi menekankan beberapa alasan penting penggunaan APD di pabrik:
Pertama, mencegah dan mengurangi dampak kecelakaan kerja.
APD dapat memberikan perlindungan terhadap bagian tubuh yang berisiko terkena benturan, percikan, panas, debu, benda tajam, maupun bahaya lainnya.
Kedua, melindungi pekerja dari paparan lingkungan kerja.
Area pabrik dapat memiliki tingkat kebisingan, debu, asap, panas, dan paparan bahan tertentu yang membutuhkan perlindungan sesuai karakteristik risikonya.
Ketiga, meningkatkan kedisiplinan dan budaya keselamatan.
Kebiasaan menggunakan APD menunjukkan bahwa pekerja memiliki kesadaran bahwa keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pekerjaan.
Keempat, mendukung produktivitas perusahaan.
Lingkungan kerja yang aman membantu mengurangi potensi kecelakaan, gangguan pekerjaan, dan kerugian akibat insiden sehingga kegiatan operasional dapat berjalan lebih baik.
Kelima, memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai standar K3.
Penggunaan APD harus menjadi bagian dari penerapan SOP dan pengendalian risiko di tempat kerja, bukan hanya dilakukan ketika ada pengawasan.
APD Harus Tepat, Layak, dan Digunakan dengan Benar
Dalam sosialisasi juga ditekankan bahwa penggunaan APD tidak cukup hanya dengan memakai perlengkapannya. APD harus sesuai dengan potensi bahaya, ukuran dan kondisi pekerja, layak digunakan, serta dipakai dengan cara yang benar.
Sebelum bekerja, setiap pekerja perlu memastikan kondisi APD dalam keadaan baik. Apabila ditemukan APD rusak, tidak layak, atau tidak sesuai dengan risiko pekerjaan, kondisi tersebut harus segera dilaporkan kepada atasan atau pihak yang bertanggung jawab.
Selain itu, pekerja diharapkan saling mengingatkan apabila menemukan rekan kerja yang belum menggunakan APD sesuai ketentuan.
Pembagian Tugas Sesuai Tanggung Jawab
Selain sosialisasi K3, kegiatan apel juga dilanjutkan dengan pembagian tugas kepada pekerja sesuai bidang, fungsi, tanggung jawab, dan kompetensinya masing-masing.
Pembagian tugas tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pekerjaan berjalan terarah, efektif, dan aman. Setiap pekerja diharapkan memahami pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya serta melaksanakan tugas berdasarkan SOP dan instruksi kerja yang berlaku.
Koordinasi antara pekerja, mandor, dan atasan juga terus ditekankan untuk memastikan setiap pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik sekaligus mengantisipasi potensi risiko di lapangan.
Melalui Apel dan Doa Pagi ini, jajaran Kantor Teknik Kebun Way Berulu terus membangun kesadaran bahwa keselamatan kerja bukan sekadar aturan, melainkan budaya yang harus tumbuh dari kesadaran setiap individu.
Bekerja dengan menggunakan APD, mematuhi SOP, menjaga komunikasi, serta melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab merupakan langkah nyata untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, disiplin, produktif, dan berkelanjutan.(*).



