Apel Pagi Way Berulu: Winanto Ajak Pekerja Tingkatkan Kesiapsiagaan Cegah Karhutla

WAY BERULU — Apel dan doa pagi di Kantor Teknik PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu, Senin (31/8/2026), menjadi momentum untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian seluruh pekerja terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut dipimpin oleh Into Indrady, ST., MM, dan diikuti para pekerja Kantor Teknik. Selain sebagai sarana meningkatkan kedisiplinan dan kesiapan kerja, apel pagi juga menjadi ruang edukasi mengenai pentingnya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi karhutla.

Dalam kesempatan tersebut, Winanto menyampaikan materi mengenai pengertian, penyebab, dampak, serta langkah pencegahan karhutla. Ia menjelaskan bahwa karhutla merupakan peristiwa terbakarnya kawasan hutan maupun lahan yang dapat berdampak terhadap kesehatan manusia, lingkungan, dan aktivitas operasional.

Winanto mengingatkan bahwa risiko kebakaran perlu diwaspadai, terutama saat kondisi cuaca panas dan musim kemarau. Lahan yang kering serta banyaknya material seperti rumput, daun dan ranting kering dapat mempercepat penyebaran api.

Menurutnya, penyebab karhutla dapat berasal dari faktor alam maupun aktivitas manusia. Faktor alam antara lain cuaca panas ekstrem, musim kemarau, sambaran petir, dan kondisi tertentu yang dapat memicu munculnya api.

Sementara itu, aktivitas manusia seperti pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar juga memiliki risiko besar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat menyebar dan sulit dikendalikan apabila kondisi lingkungan kering dan berangin.

Dampak Karhutla terhadap Kesehatan dan Lingkungan

Winanto juga menyampaikan bahwa dampak karhutla tidak dapat dianggap ringan. Asap kebakaran dapat menimbulkan kabut asap dan menurunkan kualitas udara. Paparan asap dapat mengganggu sistem pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Dari sisi lingkungan, karhutla dapat merusak ekosistem, membakar vegetasi, mengganggu habitat satwa, serta menyebabkan kematian flora dan fauna. Asap dan partikel hasil pembakaran juga dapat mencemari udara.

Karena itu, seluruh pekerja diimbau untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, tidak melakukan pembakaran sembarangan, menjaga kebersihan area kerja, serta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api.

Kesiapsiagaan Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Pimpinan apel, Into Indrady, ST., MM, menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pekerja. Setiap personel harus memahami tugas dan tanggung jawabnya serta melaksanakan pekerjaan sesuai SOP, ketentuan keselamatan kerja, dan perencanaan yang telah ditetapkan.

Pembagian tugas harian dilakukan sesuai bidang dan tanggung jawab masing-masing pekerja. Pelaksanaan pekerjaan juga diarahkan agar tetap mengacu pada rencana kerja dan jadwal maintenance yang telah ditetapkan.

Kesiapsiagaan, lanjutnya, harus dibangun sebelum terjadi keadaan darurat. Dengan disiplin, kepedulian, komunikasi, dan koordinasi yang baik, potensi kebakaran dapat dicegah dan ditangani sedini mungkin.

Apel dan doa pagi kemudian ditutup dengan doa bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar.

Pesan utama apel: “Cegah Karhutla sejak dini, tingkatkan kepedulian, laporkan setiap potensi bahaya, dan utamakan keselamatan.”(*)

Berita Terbaru