WAY BERULU — Suasana religius mewarnai kegiatan Pengajian Ilmu Tauhid yang dilaksanakan di depan Kantor Teknik PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu, Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus mengingatkan pentingnya menggunakan akal dan nurani dalam menjalani kehidupan.

Pengajian menghadirkan Amin Muchin sebagai penceramah dan dihadiri Dion Fernanda, Maskep TNP, serta para peserta lainnya. Kegiatan tersebut turut menjadi momentum mempererat silaturahmi dan membangun keseimbangan antara profesionalitas dalam bekerja dengan nilai-nilai spiritual.
Dalam tausiyahnya, Amin Muchin mengangkat tema “Perbedaan Utama antara Manusia dan Binatang”. Ia menjelaskan bahwa salah satu keistimewaan manusia adalah dianugerahi akal pikiran dan nurani, yang menjadi bekal untuk berpikir, belajar, mengambil keputusan, serta membedakan antara yang baik dan buruk.
“Manusia tidak hanya memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga diberikan akal dan nurani agar mampu memahami kebenaran, belajar dari pengalaman, serta mempertanggungjawabkan setiap perbuatannya,” demikian pesan yang disampaikan dalam pengajian.

Akal, lanjutnya, memungkinkan manusia mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan. Sementara nurani menjadi pengingat agar pengetahuan dan kemampuan tersebut digunakan untuk kebaikan serta tidak menyimpang dari nilai moral dan agama.
Materi juga membahas perbedaan manusia dan binatang dalam aspek komunikasi, moral, etika dan agama. Manusia memiliki kemampuan menggunakan bahasa yang kompleks, memahami norma dan hukum, serta mendapatkan tuntunan agama mengenai dosa, pahala dan tanggung jawab atas perbuatannya.
Into Indrady selaku tuan rumah kegiatan menyambut baik pelaksanaan pengajian tersebut. Menurutnya, kegiatan keagamaan di lingkungan kerja memiliki nilai penting dalam membangun pribadi yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki integritas dan landasan spiritual.
Pengajian ditutup dengan pesan agar setiap insan senantiasa mensyukuri nikmat akal dan nurani dengan menggunakannya secara bijaksana. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat tercermin dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas, melalui sikap jujur, bertanggung jawab, disiplin dan saling menghormati.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat, menjadi pengingat bahwa kemajuan dalam bekerja perlu berjalan seiring dengan kedalaman iman, ketajaman akal, dan kebersihan nurani.(*)



