WAY BERULU — PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu terus memperkuat budaya disiplin, kompetensi, keselamatan kerja, dan pembentukan karakter pekerja melalui kegiatan Apel dan Doa Pagi yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Dasar-Dasar Kelistrikan. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026, bertempat di Kantor Teknik PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan dipimpin oleh Into Indrady, ST., MM., dengan Juni Paramasidi sebagai pemateri. Apel dan doa pagi menjadi sarana untuk memperkuat kedisiplinan, koordinasi, tanggung jawab, serta kesiapan seluruh pekerja dalam menjalankan tugas sesuai bidang dan kewenangannya.
Dalam arahannya, Into Indrady menekankan bahwa bekerja tidak hanya membutuhkan kemauan, tetapi juga harus didukung dengan kompetensi, strategi, tanggung jawab, dan konsistensi.
«“Dalam bekerja harus memiliki kompetensi sebagai dasar bekerja, strategi yang jelas, tanggung jawab, dan konsisten. Empat hal ini menjadi bagian penting agar setiap pekerjaan dapat dilaksanakan secara terarah dan memberikan hasil yang optimal,” ujar Into Indrady.»
Menurutnya, kompetensi menjadi fondasi dalam melaksanakan pekerjaan secara profesional. Dengan kompetensi yang memadai, setiap pekerja diharapkan mampu memahami tugas, mengambil langkah yang tepat, serta menjalankan pekerjaan sesuai prosedur dan standar keselamatan yang berlaku.
Menguatkan Kompetensi dengan Bekal Spiritual
Selain aspek teknis dan profesionalisme, Into Indrady juga mengingatkan pentingnya membangun keseimbangan antara kemampuan bekerja dengan bekal spiritual.
Ia menyampaikan bahwa pekerja perlu terus memperkuat pemahaman keagamaan melalui ilmu Tauhid, Fiqih, dan Tasawuf sebagai bagian dari pembentukan karakter, keteguhan moral, dan tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan.
Tauhid menjadi landasan dalam memperkuat keyakinan dan hubungan manusia dengan Allah SWT. Fiqih memberikan pemahaman mengenai tata aturan dan tuntunan dalam kehidupan, sedangkan Tasawuf menekankan pembinaan hati, akhlak, dan sikap dalam kehidupan sehari-hari.
“Ilmu dan keterampilan dalam bekerja perlu berjalan seimbang dengan pembinaan spiritual. Dengan bekal agama yang baik, diharapkan setiap pekerja memiliki integritas, kejujuran, kedisiplinan, dan kesadaran untuk melaksanakan amanah pekerjaan dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.
Ia juga mendorong agar kajian agama dan pemahaman terhadap SOP perusahaan terus berjalan secara beriringan. Kajian agama diharapkan memperkuat nilai moral dan akhlak, sementara SOP menjadi pedoman agar setiap pekerjaan dilaksanakan secara tertib, aman, efektif, dan sesuai ketentuan perusahaan.

Memahami Dasar-Dasar Kelistrikan
Pada sesi sosialisasi, Juni Paramasidi menyampaikan materi mengenai dasar-dasar kelistrikan, mulai dari pengertian listrik, jenis-jenis listrik, macam arus listrik, hingga sumber dan pemanfaatan energi listrik.
Dijelaskan bahwa listrik merupakan fenomena fisika yang berkaitan dengan keberadaan dan aliran muatan listrik, seperti elektron dan proton. Dalam aktivitas operasional, energi listrik memiliki peran penting dalam mendukung pengoperasian berbagai peralatan dan mesin.
Materi juga membahas listrik statis dan listrik dinamis. Listrik statis merupakan kumpulan muatan listrik yang berada dalam kondisi diam, sedangkan listrik dinamis merupakan aliran muatan listrik yang bergerak melalui penghantar dalam suatu rangkaian.
Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai arus searah (DC) dan arus bolak-balik (AC). Arus DC mengalir dalam satu arah, seperti pada baterai, sedangkan arus AC berubah arah secara periodik dan umum digunakan pada instalasi listrik rumah tangga maupun fasilitas kerja yang bersumber dari PLN.
Sosialisasi turut menjelaskan bahwa listrik pada umumnya merupakan energi sekunder yang dihasilkan melalui proses konversi dari berbagai sumber energi, antara lain batu bara, air, energi surya, angin, dan sumber energi lainnya.
K3 Menjadi Prioritas
Pemahaman teknis tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa listrik memiliki potensi bahaya apabila digunakan tanpa memperhatikan prosedur keselamatan. Setiap pekerja diharapkan memahami prinsip dasar penggunaan listrik dan tidak melakukan pekerjaan atau perbaikan instalasi listrik tanpa kewenangan serta kompetensi yang sesuai.
Pekerja juga diingatkan untuk memastikan kondisi peralatan sebelum digunakan, tidak menggunakan kabel maupun peralatan listrik yang rusak, serta segera melaporkan setiap kondisi tidak aman yang ditemukan di lapangan.
Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap aktivitas operasional. Kesadaran terhadap potensi bahaya kelistrikan diharapkan dapat mencegah kecelakaan kerja sekaligus mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, tertib, dan produktif.
Melalui kegiatan ini, Kebun Way Berulu menegaskan pentingnya membangun sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, disiplin, tanggung jawab, konsistensi, pemahaman SOP, serta landasan spiritual yang kuat.
Perpaduan antara ilmu, kompetensi, SOP perusahaan, dan nilai-nilai keagamaan diharapkan mampu membentuk budaya kerja yang profesional sekaligus berintegritas, sehingga setiap pekerja dapat menjalankan amanah pekerjaan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, kemudian ditutup dengan doa sebelum seluruh pekerja melanjutkan tugas masing-masing sesuai bidang, tanggung jawab, dan kewenangannya.



