WAY BERULU — PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu terus memperkuat koordinasi dan sinergi lintas bidang melalui Rapat Koordinasi Bidang Tanaman dan TNP yang dilaksanakan di Kantor Teknik pada Kamis, 10 September 2026, pukul 13.00 WIB sampai selesai.
Rapat tersebut diikuti Yudha Mahendra selaku Asisten Tanaman AFD 1, M. Iqbal selaku Asisten Pengolahan RSS, Supriyadi selaku Asisten Pengolahan SIR, Raysa dari Quality Control, serta Into Indrady selaku Asisten Teknik.
Rapat menjadi forum untuk mengevaluasi kondisi operasional, menyampaikan permasalahan di masing-masing bidang, merumuskan solusi serta menetapkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang dapat dilaksanakan dan dimonitor.
Semua Pekerjaan Berpedoman pada SOP
Salah satu penekanan utama dalam rapat adalah bahwa setiap pekerjaan harus dilaksanakan sesuai Standard Operating Procedure (SOP).
Into Indrady, Asisten Teknik, menegaskan bahwa SOP harus menjadi pedoman utama dalam setiap pekerjaan, baik di bidang tanaman, pengolahan, quality control maupun teknik.
“Semua yang kita lakukan harus sesuai SOP. Setiap pekerjaan harus dilakukan dengan benar, aman, konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan.”
Penerapan SOP juga harus berjalan seiring dengan K3, pengendalian mutu, efisiensi biaya dan kepedulian terhadap lingkungan.
Masing-Masing Bidang Sampaikan Statemen dan RTL
Yudha Mahendra – Asisten Tanaman AFD 1
Menekankan pentingnya menjaga produktivitas tanaman melalui pemeliharaan dan pengawasan yang disiplin.
RTL: evaluasi kondisi tanaman, penguatan pengawasan pekerjaan pemeliharaan, memastikan kesiapan panen dan meningkatkan koordinasi dengan Pengolahan.
M. Iqbal – Asisten Pengolahan RSS
Menekankan bahwa pencapaian produksi harus dibarengi ketepatan waktu, mutu dan efisiensi.
RTL: memastikan proses RSS sesuai SOP, mengendalikan parameter proses, mengurangi keterlambatan serta segera menindaklanjuti gangguan yang berpotensi menghambat produksi.
Supriyadi – Asisten Pengolahan SIR
Menekankan optimalisasi proses produksi melalui pengendalian proses dan kesiapan peralatan.
RTL: memastikan kesiapan dryer dan peralatan pendukung, memperkuat koordinasi dengan Teknik, mengevaluasi downtime serta menjaga K3 dan kebersihan pabrik.
Raysa – Quality Control
Menegaskan bahwa mutu harus dibangun sejak awal proses dan dikendalikan secara konsisten sampai produk akhir.
RTL: meningkatkan pengawasan mutu, memastikan pemeriksaan sesuai standar, mendokumentasikan hasil pengujian dan segera melakukan tindakan korektif apabila ditemukan penyimpangan.
Into Indrady – Asisten Teknik
Menekankan pentingnya keandalan mesin dan peralatan dalam mendukung kontinuitas produksi.
RTL: memperkuat preventive maintenance, memprioritaskan perbaikan peralatan kritis, memastikan pekerjaan teknik sesuai SOP dan K3, serta mengevaluasi gangguan berulang berdasarkan akar masalah.
Hasil Rapat Dituangkan dalam Notulen
Sebagai bentuk akuntabilitas, seluruh hasil pembahasan, statemen, permasalahan, solusi dan RTL akan dituangkan dalam notulen rapat.
Notulen tersebut selanjutnya disampaikan kepada Maskep TNP, Askep Tanaman dan Manajer Kebun Way Berulu sebagai bahan evaluasi, pengambilan keputusan serta monitoring pelaksanaan tindak lanjut.
Setiap RTL diarahkan memiliki penanggung jawab, langkah penyelesaian, target waktu dan status pelaksanaan, sehingga setiap kesepakatan dapat dipantau hingga tuntas.
Dari Koordinasi Menjadi Aksi Nyata
Rapat koordinasi ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara Tanaman, Pengolahan, Quality Control dan Teknik.
Prinsip yang dibangun adalah:
Sesuai SOP → Aman → Mutu Terjaga → Efisien → Produktivitas Meningkat → Daya Saing Menguat.
Dengan koordinasi yang konsisten dan RTL yang terukur, PTPN I Regional 7 Kebun Way Berulu berkomitmen menciptakan proses kerja yang produktif, berkualitas, aman, efisien, ramah lingkungan dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan.(*).



