Maulid Nabi Muhammad SAW, Way Berulu Perkuat Keteladanan, Ukhuwah dan Kebersamaan

WAY BERULU — Suasana religius, khidmat, dan penuh kebersamaan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Nurul Karim PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu, pada pukul 19.30 WIB hingga selesai.(07/09/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh karyawan pimpinan, pekerja, Ketua IKBI PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu, serta masyarakat sekitar perusahaan. Kehadiran jamaah yang lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya menjadi gambaran semakin kuatnya semangat kebersamaan dan ukhuwah antara keluarga besar perusahaan dengan masyarakat sekitar.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua PHBI, Ponijan, yang menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW serta menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, Yuraidil Syafitra, Manajer Kebun Way Berulu, menyampaikan sambutan dengan mengajak seluruh jamaah untuk terus memperkuat silaturahmi, kebersamaan, kepedulian, dan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan. Menurutnya, nilai kejujuran, amanah, disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan yang harmonis, termasuk di lingkungan kerja.

Tausiyah Arif Hidayat Tullah: Meneladani Akhlak Rasulullah SAW

Hikmah Maulid Nabi disampaikan oleh Arif Hidayat Tullah. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat iman dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang secara umum diperingati setiap 12 Rabiulawal menjadi kesempatan untuk mengenang kelahiran Rasulullah sekaligus meneladani akhlak dan perjuangan beliau.

Ada tiga nilai utama yang ditekankan, yakni mengekspresikan kecintaan kepada Rasulullah SAW, meneladani akhlak mulia beliau, serta mempererat persatuan dan ukhuwah Islamiyah.

Jamaah juga diajak memperbanyak amalan, seperti membaca selawat, mengikuti pengajian dan tausiyah, memperbanyak sedekah, serta berbagi kepada sesama.

“Cinta kepada Rasulullah SAW bukan hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui akhlak dan perilaku kita sehari-hari. Kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, dan kepedulian kepada sesama harus menjadi bagian dari kehidupan kita,” pesan Arif Hidayat Tullah.

Kuis Sejarah Nabi Muhammad SAW

Suasana semakin semarak ketika Yuraidil Syafitra memberikan kuis interaktif kepada jamaah. Pertanyaan yang diberikan berkaitan dengan sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi sarana edukasi bagi para peserta.

Pertanyaan dan jawaban kuis:

1. Siapa nama Nabi Muhammad SAW?
Jawaban: Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim.

2. Nabi Muhammad SAW lahir tahun berapa dan hari apa?
Jawaban: Nabi Muhammad SAW lahir pada Tahun Gajah, sekitar 570 Masehi, pada hari Senin. Tanggal kelahiran yang masyhur diperingati adalah 12 Rabiulawal.

3. Siapa nama orang tua Nabi Muhammad SAW?
Jawaban: Ayah beliau bernama Abdullah bin Abdul Muthalib, sedangkan ibu beliau bernama Aminah binti Wahab.

4. Nabi Muhammad SAW wafat tahun berapa?
Jawaban: Nabi Muhammad SAW wafat pada 11 Hijriah atau 632 Masehi, di Madinah, pada usia 63 tahun.

Kuis tersebut berlangsung penuh antusias dan menciptakan suasana yang akrab antara pimpinan, pekerja, keluarga besar perusahaan, dan masyarakat.

Doorprize Hadirkan Kebahagiaan Jamaah

Kemeriahan semakin terasa dengan adanya doorprize bagi jamaah yang berhasil menjawab pertanyaan kuis. Pemberian hadiah menjadi bentuk apresiasi sekaligus menghadirkan kebahagiaan dalam suasana peringatan Maulid Nabi.

Salah seorang jamaah yang mendapatkan doorprize menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya.

«“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur mendapatkan doorprize. Bukan hanya karena hadiahnya, tetapi perhatian dan kebersamaan seperti ini membuat kami merasa senang dan dihargai. Kami mendoakan Pak Yuraidil Syafitra semoga selalu diberikan kesehatan, kesuksesan, kelancaran dalam menjalankan amanah, dan dimurahkan rezekinya pada tahun ini.”»

Jamaah juga mengapresiasi meningkatnya jumlah kehadiran pada kegiatan Maulid Nabi tahun ini.

«“Alhamdulillah, tahun ini jamaah yang hadir lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan semakin banyak masyarakat yang hadir. Mudah-mudahan silaturahmi antara perusahaan dan masyarakat sekitar semakin erat,” ungkap jamaah lainnya.»

Masjid Menjadi Ruang Kebersamaan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Karim menjadi momentum untuk memperkuat hubungan spiritual sekaligus sosial antara keluarga besar PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu dan masyarakat sekitar.

Semangat keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kejujuran, amanah, kepedulian, saling menghormati, serta semangat berbagi.

Lebih dari sekadar peringatan, Maulid Nabi menjadi pengingat bahwa kebaikan akan semakin bermakna ketika diwujudkan bersama. Dari masjid, tumbuh silaturahmi; dari kebersamaan, lahir kepedulian; dan dari keteladanan Rasulullah SAW, diharapkan hadir semangat untuk terus berbuat baik bagi keluarga, perusahaan, dan masyarakat.

“Meneladani Rasulullah SAW, mempererat ukhuwah, berbagi kebahagiaan, dan menghadirkan keberkahan dalam setiap langkah.”(indra)