Way Berulu, 12 September 2026 — PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu terus memperkuat penerapan manajemen risiko sebagai bagian dari upaya meningkatkan tata kelola perusahaan, pengendalian operasional, efisiensi, serta pencapaian target kinerja tahun 2027.
Penguatan tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan pemahaman aplikasi ERIN (Enterprise Risk Information Nusantara) yang dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai. Kegiatan menghadirkan Sindy Jihan, SP sebagai pemateri dan diikuti oleh Yuraidi Syafitra selaku Manajer dan Karpim PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu.
Dalam pemaparannya, Sindi Jihan menjelaskan pentingnya pemanfaatan ERIN sebagai sarana pendukung pengelolaan risiko secara lebih sistematis, terintegrasi, dan terdokumentasi. Setiap unit kerja diharapkan mampu memahami risiko yang terdapat dalam kegiatan operasional serta memastikan langkah pengendaliannya dapat dilakukan secara tepat.
Membangun Risk Culture Menuju 2027
Manajemen risiko tidak hanya menjadi tanggung jawab bagian tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh insan perusahaan. Karena itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan risk awareness dan membangun risk culture di lingkungan Kebun Way Berulu.
Melalui ERIN, proses manajemen risiko dapat dilakukan mulai dari identifikasi risiko, analisis penyebab, penilaian kemungkinan dan dampak, penetapan level risiko, penyusunan mitigasi, penentuan PIC, hingga monitoring tindak lanjut.
Risiko yang ditemukan dalam kegiatan Karpim, baik berkaitan dengan tanaman, pengolahan, teknik, K3, lingkungan, aset, SDM, biaya maupun operasional, perlu dikelola secara terukur agar tidak menghambat pencapaian sasaran perusahaan.
Dari Risiko Menjadi Tindakan Pengendalian
Penerapan ERIN diharapkan tidak berhenti pada penginputan data, tetapi mampu menghasilkan tindakan pengendalian yang nyata. Setiap risiko harus memiliki mitigasi yang jelas, penanggung jawab, target waktu penyelesaian, serta evaluasi terhadap efektivitas pengendaliannya.
Dengan demikian, ERIN dapat menjadi instrumen pendukung bagi manajemen dalam memperoleh informasi risiko secara lebih cepat dan akurat sehingga keputusan dapat dilakukan secara preventif, tepat sasaran, dan berbasis risiko.
Karpim Didorong Aktif Mengelola Risiko
Keterlibatan Karpim dalam kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya peran jajaran pimpinan dan pengelola kegiatan dalam memastikan risiko di masing-masing bidang dapat dikendalikan sejak dini.
Prinsip yang ditekankan adalah risiko harus dikenali sebelum terjadi, dikendalikan sebelum berkembang, dan dievaluasi secara berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan operasional sekaligus meningkatkan efektivitas dan efisiensi perusahaan.
Menuju Kinerja 2027 yang Lebih Tangguh
Melalui penguatan pemahaman ERIN, PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu berkomitmen membangun budaya kerja yang sadar risiko, disiplin, terukur, kolaboratif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.
Implementasi manajemen risiko yang baik diharapkan mampu melindungi aset perusahaan, meningkatkan keselamatan kerja, menjaga mutu produksi, mengendalikan biaya, serta mendukung pencapaian target kinerja tahun 2027.
“Kenali Risikonya, Kendalikan Dampaknya, Tingkatkan Kinerja dan Pastikan Target Tercapai.”(*).



