Apel dan Doa Pagi Way Berulu: Into Indrady Ajak Pekerja Perkuat Tauhid, Integritas, dan Produktivitas demi Perusahaan Untung serta Karyawan Sejahtera

WAY BERULU, Kamis, 15 Oktober 2026 — Membangun perusahaan yang menguntungkan sekaligus mewujudkan karyawan yang sejahtera membutuhkan keseimbangan antara ikhtiar, integritas, kompetensi, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut menjadi pesan utama dalam kegiatan Apel dan Doa Pagi PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu yang dipimpin oleh Into Indrady, ST.MM.

Dalam arahannya, Into Indrady mengajak seluruh pekerja untuk memaknai pekerjaan bukan sekadar kewajiban mencari nafkah, melainkan juga sebagai bentuk ibadah, amanah, dan pengabdian yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh besarnya produksi dan keuntungan, tetapi juga oleh kualitas akhlak, kedisiplinan, serta komitmen seluruh insan perusahaan dalam menjaga amanah.

Tauhid dan Kejujuran Menjadi Landasan Bekerja

Dalam kajian nilai-nilai Islam, keyakinan kepada Allah SWT menjadi landasan untuk membangun kejujuran, tanggung jawab, dan kesadaran bahwa setiap perbuatan memiliki konsekuensi moral. Pekerja hendaknya menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, tidak mengambil hak orang lain, menghindari penyalahgunaan wewenang, dan senantiasa menjaga kepercayaan yang diberikan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, Surah At-Taubah ayat 105, yang mengingatkan manusia untuk bekerja dan bahwa amal perbuatannya akan diperlihatkan oleh Allah SWT, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap pekerjaan perlu dilaksanakan dengan niat yang baik, proses yang benar, serta hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. Nilai spiritual harus tercermin dalam tindakan nyata, mulai dari kedisiplinan waktu, ketelitian bekerja, kepatuhan terhadap aturan, hingga sikap menghargai hak sesama pekerja.

Perusahaan Untung, Karyawan Sejahtera

Keuntungan perusahaan dan kesejahteraan karyawan bukanlah dua tujuan yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat tumbuh bersama apabila didukung produktivitas yang baik, pengendalian biaya, peningkatan mutu, dan pengelolaan sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Dalam operasional Kebun Way Berulu, setiap bagian memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran pekerjaan, merawat mesin dan peralatan, mengurangi pemborosan, serta memastikan proses produksi berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Pekerja juga perlu memahami bahwa penggunaan bahan baku, energi, waktu, dan peralatan secara efisien merupakan bagian dari tanggung jawab profesional. Penghematan yang dilakukan tanpa mengabaikan mutu dan keselamatan dapat membantu memperkuat kinerja perusahaan.

Di sisi lain, perusahaan yang berkelanjutan perlu memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja, pengembangan kompetensi, lingkungan kerja yang kondusif, serta penghargaan yang adil sesuai kebijakan perusahaan. Dengan demikian, peningkatan produktivitas dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Integritas dan GCG sebagai Budaya Kerja

Into Indrady juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas dan prinsip *Good Corporate Governance* (GCG). Transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran harus diterapkan dalam pelaksanaan tugas maupun pengambilan keputusan.

Setiap pekerja diharapkan memahami batas kewenangan, menjalankan tugas sesuai kompetensi, menjaga aset perusahaan, dan menyampaikan informasi berdasarkan fakta. Kepatuhan terhadap SOP bukan sekadar urusan administrasi, melainkan bagian dari upaya mencegah kesalahan, mengurangi risiko operasional, serta melindungi keselamatan pekerja.

Kedisiplinan dalam menggunakan sistem kehadiran digital juga menjadi bagian dari tanggung jawab tersebut. Ketepatan pencatatan waktu kerja, kebenaran data, dan kepatuhan terhadap prosedur akan mendukung administrasi yang tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Motivasi Para Ahli: Keberhasilan Dibangun melalui Kebiasaan

Gagasan para ahli manajemen dan pengembangan diri turut memberikan perspektif tentang pentingnya membangun kebiasaan kerja yang positif.

Stephen R. Covey, melalui bukunya *The 7 Habits of Highly Effective People*, menekankan pentingnya sikap proaktif, penentuan prioritas, dan sinergi dalam mencapai efektivitas. Dalam lingkungan kerja, prinsip tersebut dapat diterapkan melalui kesediaan mengambil tanggung jawab, menyelesaikan pekerjaan berdasarkan skala prioritas, dan membangun kerja sama antarbagi­an.

Sementara itu, W. Edwards Deming dikenal melalui pemikirannya tentang peningkatan mutu secara berkelanjutan. Semangat perbaikan terus-menerus mengajarkan bahwa hasil kerja yang lebih baik lahir dari evaluasi, pengukuran, pembelajaran, dan tindakan korektif yang konsisten.

Kedua perspektif tersebut selaras dengan kebutuhan perusahaan untuk meningkatkan kompetensi pekerja, memperkuat koordinasi, memperbaiki proses kerja, serta menjadikan setiap kendala sebagai bahan pembelajaran.

Motivasi yang paling bermakna bukan hanya semangat yang muncul ketika apel berlangsung, tetapi perubahan perilaku setelahnya: bekerja lebih disiplin, lebih teliti, lebih jujur, lebih peduli terhadap keselamatan, dan lebih bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan.

Muhasabah Diri, Ikhtiar, dan Doa untuk Keberkahan

Dalam ajaran Islam, ikhtiar dan doa berjalan beriringan. Tawakal bukan berarti menyerahkan hasil tanpa usaha, melainkan bersungguh-sungguh menjalankan kewajiban, menempuh cara yang benar, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

Setiap pekerja dapat memulai perbaikan dari dirinya sendiri dengan melakukan muhasabah: apakah pekerjaan telah dilaksanakan dengan benar, apakah waktu telah dimanfaatkan secara optimal, apakah hak orang lain telah dihormati, dan apakah keberadaan dirinya memberikan manfaat bagi lingkungan kerja.

Budaya saling mengingatkan dalam kebaikan, menghormati perbedaan kemampuan, dan memberikan dukungan kepada rekan kerja akan memperkuat persatuan. Dengan suasana kerja yang sehat dan kolaboratif, tantangan operasional dapat dihadapi secara lebih baik.

Bersama Membangun Perusahaan yang Kuat dan Penuh Keberkahan

Apel dan Doa Pagi ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa kemajuan perusahaan membutuhkan perpaduan antara nilai spiritual, profesionalisme, dan kerja sama. Keuntungan yang berkelanjutan harus dibangun melalui proses yang jujur, produktivitas yang terukur, pengelolaan biaya yang bertanggung jawab, serta kepedulian terhadap keselamatan dan kesejahteraan pekerja.

Semangat tersebut diharapkan menjadi bagian dari budaya kerja seluruh insan PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu, sehingga setiap tugas memberikan manfaat bagi perusahaan, pekerja, keluarga, dan masyarakat.

Pesan inspiratif: Bekerjalah dengan ilmu, laksanakan dengan integritas, sempurnakan dengan ikhtiar, dan iringi dengan doa. Perusahaan yang kuat dibangun oleh pekerja yang kompeten dan amanah; kesejahteraan yang berkelanjutan tumbuh dari produktivitas, keadilan, dan kepedulian bersama.

Dengan memperkuat tauhid, menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, serta membudayakan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, Kebun Way Berulu diharapkan semakin mampu mendukung pencapaian kinerja perusahaan sekaligus mewujudkan lingkungan kerja yang aman, produktif, sejahtera, dan penuh keberkahan.

Catatan editorial: Naskah ini mengembangkan tema yang diberikan menjadi artikel inspiratif. Kutipan penutup merupakan kalimat motivasi editorial, bukan kutipan langsung dari Into Indrady atau tokoh tertentu. Untuk publikasi sebagai berita faktual, pastikan arahan yang dinisbatkan kepada pemimpin apel sesuai dengan penyampaian sebenarnya.(indra).