Apel Pagi Kantor Teknik PTPN I Regional 7 Kebun Way Berulu: Into Indrady Ajak Pekerja Perkuat Tauhid, Integritas, dan Disiplin untuk Mewujudkan Perusahaan yang Menguntungkan dan Berkah

WAY BERULU – Dalam upaya memperkuat integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam bekerja, Into Indrady, ST., MM., menyampaikan pesan pembinaan kepada para pekerja dalam kegiatan Apel Pagi di Kantor Teknik PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh insan perusahaan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh pencapaian target produksi, tetapi juga oleh kejujuran, kompetensi, kepatuhan terhadap aturan, serta nilai-nilai spiritual yang menjadi landasan perilaku sehari-hari. (14/10/2026)

Dalam arahannya, Into Indrady menekankan bahwa perusahaan yang menguntungkan dan berkelanjutan perlu dibangun melalui keseimbangan antara keyakinan kepada Allah SWT, penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau *Good Corporate Governance* (GCG), serta pelaksanaan pekerjaan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

1. Tauhid sebagai Landasan Integritas dan Tata Kelola Perusahaan

Dari perspektif ilmu tauhid, setiap pimpinan dan pekerja diingatkan untuk meyakini keberadaan Allah SWT serta menyadari bahwa setiap amanah pekerjaan memiliki nilai tanggung jawab. Keyakinan tersebut hendaknya tercermin dalam perilaku kerja yang jujur, disiplin, transparan, dan dapat dipercaya.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan prinsip GCG, yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran. Setiap pekerja juga perlu menghormati hak orang lain, menghindari penyalahgunaan wewenang, serta memahami bahwa setiap individu memiliki kemampuan dan kompetensi yang perlu dikembangkan sesuai bidang tugasnya.

Dengan integritas yang kuat dan pemanfaatan kompetensi secara optimal, perusahaan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas hasil kerja.

2. Al-Qur’an, Hadis, dan SOP sebagai Pedoman Kehidupan dan Pekerjaan

Dalam perspektif syariat atau fikih, umat Islam menjadikan Al-Qur’an dan hadis sebagai pedoman hidup, serta menjalankan ibadah seperti salat lima waktu, berdoa, berzikir, dan bersedekah sesuai tuntunan agama.

Dalam dunia kerja, nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan melalui perilaku amanah, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap ketentuan perusahaan. SOP bukan sekadar dokumen administratif, melainkan pedoman kerja yang membantu memastikan setiap kegiatan dilaksanakan secara benar, aman, konsisten, dan terukur.

Oleh karena itu, seluruh pekerja diharapkan memahami dan menjalankan SOP sesuai bidang masing-masing, menjaga kualitas pekerjaan, serta menghindari tindakan yang dapat menimbulkan pemborosan, kerugian, maupun risiko keselamatan kerja.

3. Tasawuf dan Muhasabah Diri untuk Memperbaiki Kualitas Kerja

Into Indrady juga mengingatkan pentingnya muhasabah diri atau introspeksi sebagai upaya memperbaiki kualitas pribadi dan profesionalisme. Dalam perspektif tasawuf, keselarasan antara pikiran, ucapan, hati, dan perbuatan merupakan hal penting dalam membentuk pribadi yang berintegritas.

Setiap pekerja perlu membiasakan diri mengevaluasi sikap dan hasil pekerjaannya. Apakah pekerjaan telah dilaksanakan dengan sungguh-sungguh? Apakah ucapan sesuai dengan tindakan? Apakah keputusan yang diambil telah mempertimbangkan kepentingan perusahaan dan hak orang lain?

Melalui kebiasaan mengevaluasi diri, setiap kekurangan dapat dikenali lebih awal dan diperbaiki secara bertanggung jawab. Budaya ini diharapkan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang sehat, saling menghormati, terbuka terhadap perbaikan, dan berorientasi pada hasil.

4. Kepatuhan terhadap Aturan Merupakan Tanggung Jawab Bersama

Seluruh insan perusahaan memiliki tanggung jawab untuk menaati peraturan, kebijakan, dan prosedur yang berlaku. Kepatuhan tidak cukup hanya dilakukan ketika ada pengawasan, tetapi perlu tumbuh menjadi kesadaran dan budaya kerja.

Pimpinan harus memberikan teladan, sementara setiap pekerja perlu melaksanakan tugas sesuai kewenangan, menjaga komunikasi, serta membangun kerja sama antarbagian. Apabila ditemukan kendala atau penyimpangan, kondisi tersebut hendaknya dilaporkan melalui mekanisme yang berlaku agar dapat segera ditindaklanjuti.

Disiplin yang konsisten akan membantu perusahaan mengendalikan biaya, meningkatkan produktivitas, menjaga mutu produk, serta meminimalkan risiko operasional.

5. Dokumentasi dan Evaluasi sebagai Bentuk Akuntabilitas

Dalam pesan spiritualnya, Into Indrady mengingatkan bahwa setiap perbuatan manusia berada dalam pengetahuan Allah SWT dan akan dimintai pertanggungjawaban. Pesan tersebut menjadi pengingat agar setiap amanah dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, baik ketika diawasi maupun ketika bekerja secara mandiri.

Dalam praktik manajemen perusahaan, tanggung jawab tersebut diwujudkan melalui pencatatan pekerjaan, dokumentasi foto apabila diperlukan, penyusunan berita acara, laporan pelaksanaan, serta penyimpanan bukti pendukung yang sesuai dengan ketentuan.

Dokumentasi yang tertib memudahkan pimpinan melakukan evaluasi, mengukur pencapaian, menelusuri kendala, dan menentukan langkah perbaikan. Bukti pelaksanaan pekerjaan juga menjadi bagian penting dalam proses pemeriksaan oleh Satuan Pengawasan Intern (SPI) maupun auditor sesuai kewenangan dan ruang lingkup pemeriksaan.

Karena itu, setiap pekerja diharapkan melaksanakan pekerjaan secara nyata, melaporkan hasil sesuai fakta, serta memastikan dokumen pendukung tersusun dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

Mewujudkan Perusahaan yang Untung, Produktif, dan Berkah

Melalui Apel Pagi di Kantor Teknik ini, seluruh pekerja PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu diajak untuk menjadikan nilai spiritual sebagai landasan moral, GCG sebagai prinsip tata kelola, dan SOP sebagai pedoman pelaksanaan pekerjaan.

Keuntungan perusahaan yang sehat dan berkelanjutan perlu didukung oleh peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, mutu hasil kerja, keselamatan kerja, serta pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab. Pada saat yang sama, kesejahteraan pekerja dan penghormatan terhadap hak setiap pihak tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan perusahaan.

Pesan utama Apel Pagi ini adalah bekerja dengan iman, menjalankan tugas dengan ilmu dan kompetensi, menjaga amanah dengan kejujuran, serta mengevaluasi hasil dengan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.** Dengan komitmen bersama, diharapkan Kebun Way Berulu semakin produktif, tata kelola semakin baik, dan manfaat keberadaan perusahaan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh pekerja, perusahaan, dan para pemangku kepentingan.

Bekerja bukan sekadar menyelesaikan tugas, tetapi juga menunaikan amanah, menjaga kepercayaan, dan menghadirkan manfaat.(indra)