WAY BERULU — Suasana khidmat dan penuh ketenangan menyelimuti area depan Kantor Teknik PTPN I Regional 7 Kebun Way Berulu pada Rabu, 4 Februari 2026, saat digelar kajian ilmu tauhid bertema wudhu yang dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual bagi insan PTPN I untuk menata kembali niat, membersihkan hati, serta meneguhkan keimanan melalui ibadah yang dilakukan setiap hari.
Kegiatan kajian tersebut dibuka oleh Asisten Teknik PTPN I Regional 7 Kebun Way Berulu, Into Indrady, ST., MM, dan disampaikan oleh Ustadz Amin Muksin. Kajian ini tidak hanya membahas tata cara bersuci secara fiqih, tetapi juga menggali makna wudhu dalam perspektif tauhid dan tasawuf, sehingga ibadah menjadi lebih hidup dan bermakna.

Dalam sambutannya, Into Indrady, ST., MM menegaskan bahwa ilmu tauhid dalam wudhu menekankan bersuci sebagai bentuk ketaatan mutlak kepada perintah Allah SWT, sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Maidah ayat 6. Menurutnya, ketaatan tersebut harus dilandasi oleh keikhlasan hati serta keyakinan penuh bahwa hanya Allah SWT yang mampu menyucikan manusia, baik lahir maupun batin.
“Wudhu bukan sekadar membasuh anggota tubuh secara fisik. Lebih dari itu, wudhu adalah simbol penyucian hati dari syirik, kesombongan, dan berbagai penyakit batin. Di sinilah nilai tauhid dan tasawuf bertemu, membimbing kita agar ibadah benar-benar bermakna dan berdampak pada akhlak,” ujar Into Indrady.
Sementara itu, Ustadz Amin Muksin dalam tausiahnya menyampaikan bahwa wudhu merupakan pintu awal kesucian seorang muslim sebelum menghadap Allah SWT. Setiap rukun wudhu mengandung pesan tauhid, mulai dari niat yang ikhlas karena Allah, hingga basuhan anggota tubuh yang melambangkan penghapusan dosa-dosa kecil dan pembersihan hati dari sifat iri, dengki, sombong, dan riya.
Peserta kajian juga diajak menghayati doa tauhid setelah wudhu, khususnya kalimat syahadat sebagai pengukuhan iman dan pengakuan atas keesaan Allah SWT serta kerasulan Nabi Muhammad SAW. Selain itu, disampaikan kembali rukun-rukun wudhu yang harus dilakukan secara tertib, mulai dari niat, membasuh wajah, tangan hingga siku, mengusap kepala, membasuh kaki sampai mata kaki, serta memenuhi syarat sah wudhu, seperti menggunakan air yang suci dan mensucikan serta tidak adanya penghalang air.
Kajian ini menegaskan bahwa wudhu yang dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah SAW dan dihayati maknanya tidak hanya menyucikan fisik, tetapi juga mengangkat derajat, menghapus dosa-dosa kecil, dan menumbuhkan kesadaran tauhid dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh insan PTPN I Regional 7 Kebun Way Berulu mampu menjadikan wudhu sebagai sarana pembinaan diri—bersih lahir, bening batin, dan lurus tauhid kepada Allah SWT, sehingga nilai-nilai spiritual tersebut tercermin dalam etos kerja, sikap, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah perusahaan



