“Hijau yang Menyapa, Bersih yang Menginspirasi: Kebun Way Berulu, Taman ‘Surga’ yang Menguatkan Ekonomi Pekerja”

Pesawaran Kamis, 7 April 2026 sekitar pukul 09.15 WIB, suasana pagi di PTPN 1 (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu terasa begitu menyejukkan. Kehadiran tim penilaian lomba kebersihan lingkungan dari Kanreg Ny Dewi Ary Askari, Ny. Agus Faroni, Ny. Laila Sasmika dan Ny. Novi Ronal disambut dengan panorama hijau yang tertata rapi, menghadirkan kesan pertama yang langsung memikat hati. Kekaguman pun terpancar saat setiap sudut lingkungan menunjukkan keseriusan dalam menjaga kebersihan, keindahan, dan keberlanjutan.


Seluruh aspek penilaian umum terpenuhi dengan baik. Pengelolaan sampah dilakukan melalui pemilahan organik dan anorganik, saluran air bersih dan terawat, serta penghijauan yang menyatu harmonis dengan lingkungan hunian. Pekarangan rumah pekerja tampak rapi tanpa jemuran yang mengganggu estetika, sementara tanaman hijau menghadirkan kesejukan alami.


Keunggulan Kebun Way Berulu semakin lengkap dengan pemenuhan kriteria tambahan. Apotek hidup, bank sampah, serta pengelolaan tempat ibadah yang bersih dan nyaman menjadi bukti nyata kesadaran kolektif akan pentingnya lingkungan sehat. Seluruh kawasan—mulai dari rumah sehat, komplek perumahan pekerja, taman kanak-kanak, kantor IKBI, rumah karpim, rumah manajer, hingga area pabrik dan perkantoran—tertata rapi dan selaras.


Di area rumah sehat, penataan tidak hanya berfokus pada kebersihan ruang tamu, ruang tidur, ruang sholat, dapur, dan WC, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang mendukung kebutuhan keluarga. Tersedia tanaman toga, jeruk nipis, kedondong, cabai, terong serta budidaya ternak ayam kampung dan ikan Nila yang tertata rapi. Selain itu, keberadaan lubang biopori dan area jemuran yang tersusun rapi semakin memperkuat konsep rumah sehat yang fungsional, produktif, dan berkelanjutan.


Tak hanya indah, lingkungan ini juga produktif. Berbagai tanaman seperti kangkung, tomat, sawi, singkong, mantang, pisang, serta budidaya jamur tiram tumbuh subur dan dimanfaatkan oleh pekerja. Budidaya Jamur Tiram , ternak ikan, ayam, burung puyuh, ayam kampung, dan ayam petelur juga tertata rapi, menciptakan ekosistem yang mendukung kemandirian pangan sekaligus memberikan nilai edukatif bagi lingkungan sekitar.


Keindahan semakin terasa saat memasuki jalan utama menuju pabrik. Sepanjang jalur tersebut dihiasi aneka bunga yang tertanam rapi, menghadirkan suasana yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menginspirasi—seakan menjadi “taman surga” di tengah kawasan perkebunan.


Menariknya, area pengelolaan limbah pabrik pun tidak luput dari perhatian. Alih-alih menjadi kawasan yang kumuh, area ini justru ditata rapi dan bersih, menghadirkan suasana layaknya wisata air. Air yang jernih mengalir dengan tenang, dihiasi kincir yang berputar, serta ikan-ikan yang tampak segar berenang bebas. Pemandangan ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dilakukan secara optimal, tidak hanya memenuhi aspek teknis, tetapi juga memperhatikan estetika lingkungan.


Di area pilah sampah, inovasi juga terlihat dengan tersedianya alat press botol plastik. Fasilitas ini tidak hanya menambah kesan rapi dan elegan, tetapi juga berfungsi untuk memadatkan botol plastik sehingga lebih efisien dalam pengelolaan dan pengangkutan—mencerminkan sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan.


Di balik keindahan lingkungan tersebut, tersimpan dampak nyata terhadap perekonomian pekerja. Aura kebersamaan tampak dari para ibu-ibu yang ceria dan kompak, khususnya dalam kegiatan produktif yang menghasilkan berbagai produk hilir seperti keripik pisang, keripik singkong, olahan pisang, hingga jamu rumahan. Aktivitas ini tidak hanya menjadi wadah kreativitas, tetapi juga memberikan tambahan pendapatan yang signifikan bagi keluarga.


Lebih dari itu, hasil dari produk hilirisasi tersebut kini telah dapat dinikmati dan dirasakan manfaatnya secara bersama oleh seluruh pekerja. Produk-produk olahan yang dihasilkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi dan kebersamaan di lingkungan Kebun Way Berulu.

Keterlibatan aktif ibu-ibu IKBI, baik dari kalangan karpim maupun karpel, menunjukkan bahwa program lingkungan yang baik mampu mendorong kemandirian ekonomi rumah tangga. Dengan penghasilan tambahan yang terus berkembang, kondisi finansial keluarga pekerja pun semakin stabil dan mapan, sekaligus menjadi penopang yang kuat dalam mendukung karier para suami di lingkungan perusahaan.Ketua IKBI Kebun Way Berulu, Ny. Prisi Syafitra, bersama ibu-ibu IKBI menyambut langsung kedatangan tim penilai dengan penuh kehangatan, didampingi oleh karpim dan karpel. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut serta menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari konsistensi seluruh pekerja. “Apa yang kita tanam dan pelihara hari ini, manfaatnya benar-benar dirasakan bersama,” ungkapnya.


Beliau juga menambahkan bahwa program ini tidak terlepas dari arahan Ketua IKBI PTPN 1 (Persero) Regional 7 pusat, Ny. Iyan Heryanto, yang terus mendorong terciptanya lingkungan bersih, sehat, produktif, dan bernilai ekonomi.


Dalam suasana penuh keakraban, tim penilai bahkan turut memanen terong dan sayuran bersama pekerja. Apresiasi tinggi pun disampaikan atas upaya luar biasa yang telah dilakukan. Lingkungan yang bersih, indah, dan produktif ini dinilai bukan hanya memenuhi kriteria lomba, tetapi juga layak menjadi role model, bahkan berpotensi sebagai destinasi agro wisata perkebunan.

Kunjungan ini menjadi bukti bahwa kebersihan yang dijaga dengan hati dan konsistensi mampu menghadirkan keindahan, manfaat, serta kesejahteraan. Kebun Way Berulu pun berdiri sebagai inspirasi nyata—bahwa dari lingkungan yang tertata, lahir harmoni kehidupan yang menyejukkan sekaligus menguatkan ekonomi keluarga pekerja.(indra)

Berita Terbaru