Way Berulu, 1 Mei 2026 — Suasana berbeda terasa dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di lingkungan pekerja PTPN 1 (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu. Jika pada umumnya May Day identik dengan perjuangan hak-hak pekerja, kali ini para pekerja justru mengisinya dengan pendekatan spiritual yang mendalam, menjadikan momen tersebut sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Bertepatan dengan hari Jum’at yang penuh berkah, kegiatan dilaksanakan di depan gudang palet Kantor Teknik PTPN 1 (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu. Acara diawali dengan tausiah keagamaan yang dimulai pukul 07.00 WIB hingga 08.00 WIB. Para pekerja, Asisten Pengolahan, serta jajaran terkait hadir dengan penuh khidmat, menciptakan suasana religius yang menyejukkan hati dan mempererat kebersamaan.
Tausiah disampaikan oleh Asisten Teknik, Into Indrady, ST., MM., yang dalam penyampaiannya mengajak seluruh hadirin untuk merenungi hakikat kehidupan. Ia menegaskan bahwa setiap perjalanan hidup manusia, termasuk rezeki, ujian, dan keberhasilan, sepenuhnya berada dalam ketentuan Allah SWT.
“Tidak ada satu pun yang terjadi di luar kehendak Allah. Apa yang kita jalani hari ini adalah bagian dari takdir terbaik yang telah ditetapkan. Maka sudah sepatutnya kita menjalaninya dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan rasa syukur,” ujarnya dengan penuh keteduhan.
Lebih lanjut, Into Indrady juga menekankan pentingnya menjaga amal perbuatan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa setiap aktivitas positif yang dilakukan, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan sosial, akan memberikan dampak luas, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga yang kita cintai.
“Kebaikan yang kita lakukan di tempat kerja, kejujuran dalam tugas, tanggung jawab yang kita emban, semua itu akan menjadi ladang pahala. Bahkan, keberkahan itu akan mengalir kepada keluarga kita di rumah. Maka jangan pernah meremehkan amal sekecil apa pun,” tambahnya.
Pesan tersebut sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)
Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, para pekerja tampak menyimak dengan hati yang terbuka, seolah diingatkan kembali bahwa bekerja bukan sekadar mencari nafkah, melainkan juga bagian dari ibadah jika dilakukan dengan niat yang benar.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Amin Muksin. Dengan penuh harap dan kerendahan hati, doa dipanjatkan agar seluruh pekerja senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, kelapangan rezeki, serta keberkahan dalam setiap langkah kehidupan.
Momen ini menjadi pengingat yang kuat bahwa di balik rutinitas dan tanggung jawab sebagai pekerja, terdapat nilai-nilai spiritual yang harus terus dijaga. May Day di Way Berulu pun tidak hanya menjadi simbol perjuangan buruh, tetapi juga menjadi momentum introspeksi diri untuk memperbaiki niat, memperkuat iman, dan meningkatkan amal kebaikan.
Dengan suasana yang sarat hikmah dan menyentuh, kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Harapannya, semangat kerja yang tumbuh tidak hanya berorientasi pada hasil duniawi, tetapi juga bernilai ibadah yang membawa keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.



