Pesawaran Selasa, 5 April 2026 pukul 14.00 WIB, Manajer Kebun, Yuraidil Syafitra, melaksanakan kunjungan kerja ke Perumahan WABE 1 dalam rangka evaluasi kondisi hunian karyawan serta penguatan strategi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan tenaga kerja. Kegiatan ini didampingi oleh Maskep TNP Dion Fernanda, bersama jajaran Karpim Tanaman Yudha, Pengolahan RSS M. Iqbal, Pengolahan SIR Supriyadi, Teknik Into, serta Komandan Satuan Pengamanan Suprapto

Kunjungan tersebut menitikberatkan pada pendekatan ilmiah berbasis keterkaitan antara kualitas lingkungan hunian, efektivitas kerja, dan output produksi. Salah satu fokus utama adalah inventarisasi kebutuhan perbaikan rumah karyawan sebagai upaya menciptakan lingkungan tinggal yang layak, aman, dan nyaman. Secara empiris, kedekatan lokasi hunian dengan areal kebun dinilai mampu meningkatkan efisiensi waktu kerja, khususnya bagi tenaga penyadap, sehingga aktivitas penyadapan dapat dimulai lebih awal dan berdampak positif terhadap capaian produksi harian.

Selain aspek hunian, Manajer juga menegaskan pentingnya program optimalisasi produksi melalui implementasi sadap sore. Strategi ini dinilai mampu menggali potensi lateks secara maksimal sekaligus mendukung peningkatan mutu produk karet, khususnya Rubber Smoke Sheet (RSS) dan SIR 3L, sesuai dengan standar kualitas industri.
Dalam kesempatan yang sama, Maskep TNP Dion Fernanda menyampaikan dukungan penuh terhadap program yang diinisiasi Manajer Kebun, khususnya dari aspek teknis, penataan hunian pekerja, serta peningkatan kinerja pengolahan pabrik. Ia menegaskan bahwa sinergi antara bidang teknik, lingkungan hunian, dan proses produksi menjadi kunci dalam mencapai hasil yang optimal.
Dion Fernanda juga menekankan pentingnya penerapan prinsip effective cost dalam setiap kegiatan operasional, sehingga setiap penggunaan sumber daya dapat memberikan nilai tambah yang maksimal tanpa mengabaikan kualitas. Melalui pengelolaan yang efisien dan terukur, diharapkan seluruh capaian produksi, baik Rubber Smoke Sheet (RSS) maupun SIR 3L, dapat terolah dengan mutu yang baik, konsisten, dan sesuai dengan standar industri. Pendekatan teknis yang adaptif dan berbasis evaluasi lapangan akan terus dikedepankan guna memastikan seluruh program berjalan efektif, selaras dengan target produksi, serta mampu mendukung keberlanjutan operasional perusahaan secara menyeluruh.
Dalam aspek keamanan, arahan khusus disampaikan kepada Komandan Satpam, Suprapto, untuk terus meningkatkan sistem pengamanan kawasan perumahan guna menciptakan rasa aman bagi seluruh karyawan dan keluarga. Hal ini menjadi bagian integral dalam mendukung stabilitas sosial dan produktivitas kerja.
Perhatian juga akan diberikan pada peningkatan fasilitas pendukung, seperti penerangan di Perumahan WABE 2, yang berperan penting dalam menunjang aktivitas masyarakat serta meminimalisir potensi risiko keamanan di lingkungan tersebut.
Dalam arahannya, Yuraidil Syafitra menekankan pentingnya sikap optimis dalam menggali seluruh potensi yang ada, baik dari sisi sumber daya manusia, infrastruktur, maupun sistem operasional. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong keberlanjutan kinerja perusahaan secara holistik.
Lebih lanjut, dalam kerangka tata kelola yang efektif dan berkelanjutan, pembenahan lingkungan hunian dan fasilitas pendukung akan dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran serta skala prioritas kebutuhan yang paling mendesak. Setiap intervensi dirancang berbasis perencanaan yang terukur, dengan mengaitkan langsung antara investasi perbaikan dan potensi peningkatan produksi yang dapat dicapai. Dengan demikian, setiap alokasi sumber daya diharapkan memberikan nilai tambah yang optimal bagi perusahaan maupun kesejahteraan karyawan.
Pendekatan bertahap ini juga menuntut sinergi lintas fungsi agar pelaksanaan program berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Evaluasi berkala akan menjadi instrumen penting dalam memastikan bahwa setiap tahapan pembenahan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, serta kualitas kehidupan karyawan di lingkungan perumahan.

Sebagai bagian dari nilai spiritual yang senantiasa dijaga, kegiatan kunjungan ditutup dengan pelaksanaan Sholat Ashar berjamaah di Mushola Al-Barqah bersama jajaran Karpim. Momentum ini menjadi refleksi bahwa keseimbangan antara aspek profesional dan spiritual merupakan fondasi penting dalam membangun kinerja yang berkelanjutan dan berintegritas.(indra).



