Menjemput Berkah di Usia ke-20, Tausyiah Mingguan Penuh Syukur di Kantor Teknik Way Berulu

WAY BERULU — Pagi itu, suasana Kantor Teknik PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu terasa berbeda. Di tengah rutinitas pekerjaan, sejenak seluruh perhatian diarahkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui Tausyiah Mingguan, Rabu (9/9), yang dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan tersebut semakin istimewa karena bertepatan dengan ulang tahun Pika yang ke-20 tahun. Bukan sekadar perayaan bertambahnya usia, momentum ini menjadi ruang untuk mengucap syukur, memanjatkan doa, sekaligus merenungkan perjalanan kehidupan yang telah dilalui.

Hadir sebagai penceramah, Ustadz Almukarom Amin Muchin, yang menyampaikan tausyiah dengan pesan sederhana namun mendalam tentang makna syukur, menjaga silaturahmi, memperbanyak kebaikan dan menggunakan usia dengan sebaik-baiknya.

Allah SWT berfirman dalam QS. Ibrahim ayat 7:

«“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu…”»

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa usia, kesehatan, keluarga, pekerjaan dan kesempatan untuk berkumpul dalam kebersamaan merupakan nikmat yang patut disyukuri. Sebab, semakin bertambah usia, sejatinya semakin besar pula kesempatan untuk memperbaiki diri dan menambah amal kebaikan.

Pesan tersebut semakin menguat melalui sabda Rasulullah SAW:

«“Sebaik-baik manusia adalah yang paling panjang umurnya dan paling baik amalnya.”
(HR. Tirmidzi)»

Sebagai tuan rumah, Into Indrady, ST., MM., menyampaikan bahwa kegiatan tausyiah mingguan menjadi salah satu sarana untuk menjaga keseimbangan antara profesionalitas dalam bekerja dan ketenangan batin dalam menjalani kehidupan.

“Usia yang bertambah bukan hanya tentang angka, tetapi tentang kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Mari kita syukuri setiap nikmat, menjaga silaturahmi dan terus memberikan manfaat bagi keluarga, lingkungan maupun perusahaan,” ungkap Into.

Dalam suasana yang sederhana dan penuh kekeluargaan, doa pun dipanjatkan untuk Pika yang memasuki usia ke-20. Harapannya, perjalanan di usia baru senantiasa dipenuhi kesehatan, keberkahan, kebahagiaan, kesuksesan dan kemudahan dalam setiap langkah.

Pagi itu, tausyiah tidak hanya meninggalkan pesan keagamaan, tetapi juga menghadirkan kesejukan di tengah aktivitas kerja. Sebuah pengingat bahwa di balik target dan tanggung jawab pekerjaan, ada nilai syukur, kebersamaan dan doa yang menjadi kekuatan dalam melangkah.

Karena usia yang bertambah adalah nikmat, dan sebaik-baik cara merayakannya adalah dengan semakin dekat kepada Allah SWT serta semakin banyak memberi manfaat kepada sesama.(*)