Gapkindo Lampung Kunjungi Kebun Kedaton PTPN I Regional 7, Perkuat Kolaborasi dan Komitmen Sustainability Karet

Kedaton–Way Galih, 12 September 2026 — Semangat memperkuat kolaborasi dan keberlanjutan industri karet menjadi pesan utama dalam kegiatan SIAGA (Silaturahmi Antar Anggota) Gapkindo Lampung yang digelar di Kebun Kedaton PTPN I Regional 7, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus sharing knowledge antar pelaku industri karet, khususnya dalam melihat secara langsung penerapan teknologi, inovasi, efisiensi, dan praktik keberlanjutan di lingkungan perkebunan dan pabrik pengolahan karet PTPN I Regional 7.

Kunjungan dihadiri Regional Head PTPN I Iyan Heriyanto, Kabag Operasional Gunawan, Kabag Sekper Yohannes P. Siagian, serta Manajer Kebun Kedaton Lucky Perdana Putra. Sementara dari Gapkindo Lampung, rombongan dipimpin Ketua Gapkindo Lampung Tedy Noviandi, bersama perwakilan sejumlah perusahaan anggota, antara lain PT Mardec Siger Way Kanan, PT Komering Jaya Perdana, PT Indolatex Jaya Abadi, PT Sylva Inhutani, dan PT Rubber Jaya Lampung.

Dalam kesempatan tersebut, Iyan Heriyanto menyampaikan bahwa keberadaan komoditas karet memiliki nilai penting, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari aspek ekologis.

“Di tengah banyaknya konversi tanaman karet ke sawit, PTPN I mendapat mandat untuk tetap mempertahankan komoditi karet, dimana secara ekologi memberikan dampak yang sangat positif.”

Ia menjelaskan, pada tahun 2026 PTPN I Regional 7 melakukan replanting tanaman karet seluas 100 hektare, dan pada tahun berikutnya direncanakan mencapai 2.112 hektare. Secara keseluruhan di lingkungan PTPN I, replanting tahun 2026 direncanakan seluas 2.592 hektare dan tahun berikutnya 6.692 hektare.

Belajar dari Kebun hingga Pabrik

Rangkaian kunjungan diawali dengan melihat secara langsung area pembibitan Kebun Kedaton. Para peserta memperoleh gambaran mengenai proses pembibitan tanaman karet, termasuk teknik okulasi menggunakan sistem green budding.

Selain itu, rombongan melihat penerapan sistem pengairan drip irrigation yang telah dimodifikasi. Sistem tersebut disebut mampu menghemat penggunaan air hingga 60 persen dibandingkan metode sprinkler, sekaligus memberikan efisiensi dalam instalasinya.

Kunjungan kemudian berlanjut ke fasilitas pabrik pengolahan karet. Peserta melihat secara langsung tahapan proses produksi mulai dari penerimaan bahan baku hingga proses sortasi.

Di Pabrik RSS Kedaton, penerapan teknologi dan ketepatan proses pengolahan memungkinkan lama pengasapan dilakukan sekitar 3–4 hari, lebih singkat dibandingkan waktu pengasapan yang umumnya mencapai 5–6 hari. Penggunaan blower Heat Exchanger turut mendukung optimalisasi efisiensi proses produksi. 

Menjaga Karet, Menjaga Keberlanjutan

Ketua Gapkindo Lampung sekaligus Direktur PT Komering Jaya Perdana, Tedy Noviandi, memberikan apresiasi terhadap langkah PTPN I dalam mempertahankan dan melakukan peremajaan tanaman karet.

Menurutnya, upaya tersebut memberikan motivasi bagi para pelaku usaha karet, termasuk petani, untuk tetap mempertahankan budidaya tanaman karet di tengah kecenderungan konversi lahan ke komoditas lainnya.

“Kami berterima kasih atas penerimaan kunjungan ini. Apa yang dilakukan oleh PTPN I memberikan motivasi lebih kepada pelaku bisnis karet, terutama petani-petani untuk tetap membudidayakan tanaman karet,” ujarnya.

Kegiatan SIAGA Gapkindo Lampung ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Gapkindo kepada Manajemen PTPN I yang diterima oleh Manajer Kebun Kedaton, Lucky Perdana Putra.

Melalui kegiatan tersebut, Gapkindo berharap kerja sama dengan PTPN I dapat terus berkembang dalam mendukung bisnis komoditas karet di tingkat global. Kolaborasi juga diharapkan membuka peluang pengembangan carbon trading dari sektor perkebunan karet, sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

Sustainability bukan sekadar menjaga tanaman tetap tumbuh, tetapi menjaga keberlanjutan ekonomi, lingkungan, dan kehidupan masyarakat di sekitar perkebunan. Dari Kebun Kedaton, semangat kolaborasi untuk masa depan karet Indonesia terus tumbuh.(pit).