Apel dan Doa Minggu Pagi di Kantor Teknik, Into Indrady Tekankan Efisiensi dan Produktivitas

WAY BERULU – PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu memperkuat budaya kerja yang disiplin, efisien, dan berorientasi pada produktivitas melalui apel dan doa pagi di Kantor Teknik, Minggu. Kegiatan tersebut dipimpin Into Indrady, S.T., M.M.

Dalam arahannya, Into menekankan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta pengelolaan aset perusahaan. Menurut dia, industri karet menghadapi tantangan berupa fluktuasi harga global, tekanan biaya produksi, perubahan pasar, dan tuntutan peningkatan daya saing.

Karena itu, strategi perusahaan tidak cukup hanya berfokus pada volume produksi. Efisiensi operasional, peningkatan mutu, pengelolaan aset biologis, dan keberlanjutan usaha juga perlu menjadi perhatian.

Perawatan Mesin dan Optimalisasi Produksi

Di bidang teknik dan pengolahan, pekerja diminta melaksanakan perawatan mesin dan peralatan secara terencana sesuai SOP. Pemeriksaan berkala, penanganan dini terhadap potensi kerusakan, dan pengawasan kondisi peralatan diperlukan untuk mengurangi waktu henti mesin (downtime), mencegah kehilangan produksi, serta menekan biaya pemeliharaan.

Optimalisasi pengolahan karet RSS dan SIR 3L juga harus didukung pengendalian penggunaan energi, bahan pendukung, dan sumber daya lainnya. Setiap tahapan pekerjaan perlu dilakukan secara cermat agar produktivitas meningkat tanpa mengabaikan mutu dan keselamatan kerja.

Efisiensi Tanaman dan Pengelolaan Aset Biologis

Peningkatan kinerja juga bergantung pada pengelolaan tanaman yang efektif. Kesehatan bidang sadap, penerapan sistem penyadapan sesuai rekomendasi teknis, pemulihan kulit pohon, pemeliharaan tanaman, dan pengendalian penyakit perlu dilakukan secara konsisten.

Pengelolaan aset biologis yang bertanggung jawab dapat menjaga potensi produksi sekaligus memperpanjang umur ekonomis tanaman. Penggunaan stimulan dan perubahan sistem sadap harus didasarkan pada rekomendasi teknis, kondisi tanaman, serta evaluasi produktivitas agar tidak mengganggu keberlanjutan tanaman.

Mutu dan Daya Saing Produk

Into juga mengingatkan bahwa daya saing industri karet tidak hanya ditentukan oleh volume produksi, tetapi juga kualitas produk, efisiensi proses, dan kemampuan memenuhi kebutuhan pelanggan.

Pengolahan RSS dan SIR 3L perlu diarahkan pada konsistensi mutu, pengurangan produk yang tidak sesuai spesifikasi, dan peningkatan efektivitas produksi. Penguatan kemitraan rantai pasok serta pengembangan nilai tambah produk menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi industri karet di pasar.

Hilirisasi membutuhkan dukungan strategi perusahaan, investasi, teknologi, dan kerja sama dengan mitra industri. Oleh karena itu, perbaikan operasional di tingkat kebun dan pabrik menjadi fondasi penting bagi pengembangan industri karet yang kompetitif.

Keselamatan Kerja dan Kesejahteraan Pekerja

Aspek K3 tetap menjadi prioritas. Pekerja diminta menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai ketentuan, menjaga kebersihan tempat kerja, mematuhi instruksi kerja, serta segera melaporkan kondisi tidak aman dan potensi bahaya.

Into menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama. Disiplin terhadap SOP dan penggunaan APD harus menjadi bagian dari setiap aktivitas kerja karena keselamatan pekerja juga berkaitan dengan keluarga yang menunggu kepulangan mereka.

Pekerja juga diimbau menjaga kesehatan, menerapkan pola hidup yang baik, dan mengelola keuangan keluarga secara bijak. Kesehatan, ketenangan keluarga, dan kesejahteraan pekerja dinilai mendukung keberlanjutan kinerja.

Doa dan Komitmen Kerja

Apel dan doa pagi menjadi sarana penyampaian arahan operasional sekaligus penguatan nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan kepedulian. Nilai tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 105: “Dan katakanlah, ‘Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.’”

Pesan tersebut menjadi pengingat agar setiap tugas dilaksanakan secara sungguh-sungguh, jujur, dan bertanggung jawab. Semangat itu juga selaras dengan sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Allah mencintai apabila seseorang melakukan suatu pekerjaan, ia menyempurnakannya.” (HR. Al-Baihaqi).

Melalui doa bersama, pekerja diajak memulai aktivitas dengan niat baik, menjaga kejujuran, menghindari kelalaian, serta memperhatikan keselamatan diri dan rekan kerja. Nilai agama diharapkan tercermin dalam perilaku kerja, termasuk kepatuhan terhadap SOP, penjagaan amanah perusahaan, dan kontribusi terhadap peningkatan kinerja.

Kegiatan tersebut diharapkan memperkuat budaya kerja di PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu yang mengutamakan keselamatan, efisiensi biaya, mutu, kepatuhan, dan produktivitas berkelanjutan.

Seluruh pekerja juga diajak menjaga aset perusahaan, meningkatkan kompetensi, dan bekerja secara profesional untuk memperkuat daya saing industri karet serta mendukung pencapaian kinerja perusahaan. (indra)