Way Berulu, 9 Oktober 2026 — Dalam rangka memperkuat sistem pengamanan dan menjaga keberlangsungan kegiatan operasional perkebunan, PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu melaksanakan Rapat Keamanan Kebun pada Jumat (9/10/2026), bertempat di Kantor Induk Kebun Way Berulu, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Rapat dipimpin oleh Retno Widyastuti, Asisten Personalia dan Umum (APU), serta dihadiri oleh Suprapto selaku Wakil Komandan Satpam bersama anggota Satuan Pengamanan (Satpam) Kebun Way Berulu.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mengevaluasi dan memperkuat koordinasi pengamanan kawasan perkebunan, khususnya dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat berdampak terhadap aset perusahaan, hasil produksi, keselamatan pekerja, dan kelancaran operasional kebun.
Perkuat Pengawasan dan Pencegahan Pencurian
Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan pengawasan terhadap potensi pencurian hasil perkebunan, khususnya getah karet. Upaya pencegahan dilakukan melalui peningkatan patroli, pengawasan pada titik-titik rawan, pemantauan akses keluar-masuk kawasan kebun, serta penguatan kedisiplinan personel dalam menjalankan tugas sesuai wilayah tanggung jawab masing-masing.
Setiap anggota Satpam diharapkan mampu melaksanakan tugas secara profesional, meningkatkan kewaspadaan, dan segera melaporkan setiap indikasi gangguan keamanan melalui mekanisme pelaporan yang berlaku di perusahaan.
Pengamanan hasil produksi juga memerlukan koordinasi yang baik dengan bagian terkait, sehingga pengawasan dapat berjalan secara terintegrasi dan mendukung perlindungan aset perusahaan.
Tingkatkan Kesiapsiagaan Pencegahan Karhutla
Selain pencegahan pencurian, rapat turut menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Pengawasan kondisi lapangan, pemantauan titik rawan kebakaran, serta pelaporan dini terhadap indikasi munculnya api atau asap menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi risiko.
Personel keamanan diharapkan turut mendukung upaya pencegahan melalui peningkatan kewaspadaan, penyampaian informasi secara cepat, serta koordinasi dengan petugas dan pihak terkait apabila ditemukan potensi kebakaran.
Pencegahan Karhutla perlu dilaksanakan secara konsisten dengan mengedepankan keselamatan pekerja, perlindungan lingkungan, dan keberlangsungan kegiatan operasional perkebunan.
Perkuat Koordinasi dan Profesionalisme Satpam
Rapat juga menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang efektif antaranggota Satpam maupun dengan bagian terkait di lingkungan perusahaan. Apabila diperlukan, koordinasi dengan aparat keamanan dan pihak berwenang dapat dilakukan sesuai kebutuhan serta prosedur yang berlaku.
Setiap permasalahan di lapangan diharapkan dapat ditangani secara profesional, persuasif, dan sesuai ketentuan hukum. Dokumentasi kejadian serta pelaporan yang tertib juga diperlukan untuk mendukung evaluasi dan menentukan langkah pencegahan selanjutnya.
Di samping itu, pengembangan sistem pemantauan dan pemanfaatan teknologi dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efektivitas pengawasan kawasan perkebunan, terutama pada area yang memiliki potensi kerawanan.
Rencana Tindak Lanjut
Sebagai tindak lanjut rapat, beberapa langkah yang perlu menjadi perhatian adalah:
1. Meningkatkan patroli dan pengawasan secara berkala pada titik-titik rawan keamanan.
2. Memperketat pengawasan terhadap potensi pencurian getah karet dan hasil produksi lainnya.
3. Meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam pencegahan dan penanganan awal Karhutla.
4. Memperkuat koordinasi antara Satpam dan bagian terkait dalam pengamanan aset perusahaan.
5. Memastikan setiap kejadian atau indikasi gangguan keamanan dilaporkan secara cepat, tepat, dan terdokumentasi.
6. Melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan patroli dan efektivitas sistem pengamanan.
7. Meningkatkan kedisiplinan, kewaspadaan, serta tanggung jawab seluruh personel dalam melaksanakan tugas.
Melalui Rapat Keamanan Kebun ini, PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu berharap pelaksanaan pengamanan semakin terarah, disiplin, dan responsif terhadap potensi risiko di lapangan.
Penguatan koordinasi dan pengawasan secara berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan lingkungan perkebunan yang aman, tertib, dan kondusif, sekaligus melindungi aset perusahaan serta mendukung kelancaran operasional dan pencapaian target produksi Kebun Way Berulu.(*)



