Septa CLPD Tantang Kapolda Lampung Bongkar Jaringan Kejahatan di Pesawaran dan Lampung Timur

LAMPUNG — Tindakan aparat kepolisian yang menembak mati komplotan begal pelaku penembakan terhadap anggota polisi di Lampung mendapat dukungan dari berbagai pihak. Langkah tegas yang dilakukan petugas di lapangan dinilai sebagai bentuk ketegasan dalam menjaga keselamatan aparat maupun masyarakat.

Peneliti Center for Legal Policy and Digital Dynamics (CLPD), Septa Aditya Aslam, S.H., M.H., menyatakan apresiasinya terhadap tindakan terukur tersebut. Menurutnya, aparat tidak boleh ragu mengambil langkah tegas apabila pelaku membahayakan keselamatan petugas saat menjalankan tugas.

Namun demikian, Septa menilai penindakan terhadap pelaku di lapangan saja belum cukup untuk memutus rantai kejahatan. Ia menegaskan bahwa kepolisian juga harus membongkar faktor utama yang melatarbelakangi maraknya aksi begal, termasuk dugaan keterkaitan dengan narkoba dan judi online.

Ia menyoroti kondisi sosial sebagian pelaku kejahatan jalanan yang dinilai dipengaruhi faktor ekonomi, pendidikan rendah, hingga penyalahgunaan narkotika dan kecanduan judi daring. Karena itu, menurutnya, pemberantasan harus diarahkan hingga ke bandar narkoba dan jaringan judi online yang menjadi pemicu lahirnya pelaku kriminal baru.

Septa secara khusus menyinggung wilayah Pesawaran dan Lampung Timur yang disebut sebagai lokasi asal maupun penangkapan sejumlah pelaku. Ia mempertanyakan keseriusan aparat dalam membongkar jaringan besar yang diduga beroperasi di daerah tersebut.

Menurutnya, penegakan hukum tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku lapangan semata. Jika akar persoalan tidak disentuh, maka aksi kriminal serupa dikhawatirkan akan terus berulang dan kembali memakan korban, termasuk dari kalangan aparat kepolisian sendiri.

Ia juga mengaku prihatin terhadap kerja anggota reserse di lapangan yang harus mempertaruhkan nyawa memburu pelaku, sementara pihak-pihak yang diduga menjadi aktor utama kejahatan dinilai masih bebas menjalankan aktivitasnya.

Di akhir pernyataannya, Septa meminta Kapolda Lampung berani mengusut tuntas jaringan narkoba dan judi online yang diduga menjadi sumber tumbuhnya kejahatan jalanan. Ia juga mengingatkan agar tidak ada oknum yang bermain atau melindungi jaringan tersebut, sehingga penegakan hukum benar-benar menyasar hingga ke akar permasalahan.

Berita Terbaru