WAY BERULU — Pagi yang tenang di lingkungan PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu menjadi ruang untuk menata kembali niat sebelum memulai aktivitas. Melalui Apel Sabtu pagi yang digelar pukul 07.30 WIB di depan Kantor Teknik, para pekerja diajak melihat pekerjaan bukan semata sebagai rutinitas, tetapi sebagai bagian dari pengabdian dan ibadah.
Apel dipimpin oleh Into Indrady, yang mengajak seluruh peserta menjadikan pekerjaan sebagai perjalanan yang memiliki nilai spiritual. Setiap tugas, sekecil apa pun, dapat menjadi bermakna ketika dilakukan dengan niat yang baik, penuh kejujuran, dan rasa tanggung jawab.
Dalam pesan yang disampaikan, bekerja secara spiritual dimaknai sebagai cara memandang dan menjalani pekerjaan sebagai bentuk ibadah, panggilan hidup, sekaligus sarana memberikan manfaat bagi sesama.

Menata Niat Sebelum Menjalankan Amanah
Bekerja dengan pendekatan spiritual diawali dari niat yang benar. Pekerjaan tidak hanya dipandang sebagai sarana memperoleh penghasilan, tetapi juga sebagai ikhtiar untuk memperoleh keberkahan dan menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.
Nilai berikutnya adalah integritas dan kejujuran. Amanah tetap harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, baik ketika berada di bawah pengawasan maupun ketika tidak ada yang melihat.
“Pekerjaan yang dilakukan dengan jujur akan memberikan ketenangan. Sebab, ukuran keberhasilan bukan hanya hasil yang terlihat, tetapi juga bagaimana proses itu dijalankan,” menjadi pesan yang menguatkan suasana apel pagi.
Setiap Tugas Memiliki Makna
Pendekatan spiritual juga mengajarkan tentang kebermaknaan. Pekerjaan yang terlihat sederhana sesungguhnya dapat memberikan dampak bagi orang lain dan mendukung keberlangsungan perusahaan.
Karena itu, setiap pekerja diharapkan mampu melihat tugasnya sebagai bagian dari sebuah rangkaian besar. Ketika satu pekerjaan dilakukan dengan baik, maka pekerjaan orang lain pun akan menjadi lebih mudah.
Di sisi lain, ketulusan dan rasa syukur menjadi kekuatan dalam menghadapi dinamika pekerjaan. Hasil yang dicapai diterima dengan syukur, sementara tantangan dihadapi dengan kesabaran dan terus diiringi ikhtiar untuk melakukan perbaikan.
Membangun Tempat Kerja yang Lebih Harmonis
Nilai spiritual yang diterapkan dalam pekerjaan juga diyakini dapat membantu menghadirkan suasana kerja yang lebih tenang. Sikap ikhlas dapat membantu mengurangi tekanan dan menjaga kejernihan pikiran ketika menghadapi persoalan.
Lebih dari itu, bekerja dengan nilai spiritual dapat memperkuat etos kerja, karena setiap individu terdorong untuk memberikan yang terbaik bukan semata karena adanya pengawasan, melainkan karena kesadaran terhadap tanggung jawab yang diemban.
Nilai tersebut pada akhirnya bermuara pada terciptanya harmoni di tempat kerja. Saling menghargai, membangun kepercayaan, membantu rekan kerja, serta menjaga komunikasi menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
Apel Sabtu pagi pun menjadi lebih dari sekadar kegiatan rutin. Ia menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa di balik target, angka produksi, peralatan, dan berbagai tugas operasional, terdapat manusia yang sedang menjalankan amanah.
Dari niat yang baik lahir ketulusan. Dari kejujuran tumbuh kepercayaan. Dan dari rasa syukur serta kebersamaan, tumbuh kekuatan untuk melangkah bersama.
Sebab, ketika pekerjaan dijalani dengan hati yang baik, setiap tugas bukan hanya menjadi pekerjaan, tetapi juga jalan untuk menghadirkan manfaat dan keberkahan.(*)



