Digitalisasi Perkuat Disiplin dan Akuntabilitas Kerja di Bidang Teknik & Pengolahan PTPN I Regional 7 Kebun Way Berulu

Way Berulu, 22 September 2026 — Penerapan digitalisasi dalam pengelolaan aktivitas dan kedisiplinan kerja terus diperkuat di Bidang Teknik & Pengolahan  PTPN I Persero Regional 7 Kebun Way Berulu. Pemanfaatan aplikasi Haris dan Digital Farming (D-Farm) menjadi bagian dari program perusahaan yang telah disosialisasikan dan dilaksanakan untuk mendukung pencatatan serta monitoring pekerjaan secara lebih terukur dan terdokumentasi.

Into Indrady, ST., MM., menyampaikan bahwa penerapan sistem tersebut merupakan bagian dari program perusahaan yang diarahkan untuk membangun budaya kerja yang disiplin, bertanggung jawab, dan berbasis data.

«“Ini sudah menjadi program perusahaan, sudah disosialisasikan dan dilaksanakan. Prinsipnya berlaku secara konsisten, baik bagi pimpinan maupun karyawan pelaksana. Setiap orang memiliki tanggung jawab sesuai tugas dan fungsinya masing-masing,” ujar Into Indrady.»

Dalam pelaksanaan pekerjaan, kegiatan lapangan dapat dilengkapi dengan dokumentasi foto dan berita acara yang kemudian melalui proses pemeriksaan serta validasi sesuai mekanisme internal. Penggunaan Haris dan D-Farm juga mendukung pencatatan aktivitas dan kehadiran secara digital, termasuk fitur dokumentasi wajah dan informasi lokasi sesuai sistem yang diterapkan perusahaan.

Penerapan tersebut diharapkan membuat proses monitoring dan evaluasi pekerjaan semakin objektif karena didukung oleh data dan dokumentasi. Namun, setiap tindak lanjut atas ketidaksesuaian tetap dilaksanakan berdasarkan ketentuan perusahaan, mekanisme yang berlaku, serta proses pembinaan yang sesuai.

Mandor dan Mabes juga memiliki peran penting dalam memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar. Mereka diharapkan aktif memberikan arahan, mengingatkan, dan melakukan pembinaan apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan tugas.

Prinsip tersebut diterapkan pada seluruh jenjang organisasi, mulai dari Manajer, Maskep, Asisten, Mandor, Mabes hingga pekerja pelaksana, sesuai dengan tugas, kewenangan, dan tanggung jawab masing-masing.

Sementara itu, salah satu pekerja Bidang Teknik, Selamet, menyampaikan bahwa penerapan disiplin dan pemahaman terhadap aturan perusahaan memberikan kejelasan dalam melaksanakan pekerjaan.

«“Bekerja di Bidang Teknik memang tegas. Kami diberikan pemahaman mengenai aturan perusahaan dan tanggung jawab dalam pekerjaan, sehingga kami mengetahui apa yang harus dilakukan. Dengan aturan yang jelas, bekerja juga terasa lebih nyaman,” ujar Selamet.»

Penerapan digitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang disiplin, profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus mendorong setiap pekerja memahami bahwa pencapaian kinerja perusahaan merupakan tanggung jawab bersama.

Melalui sistem yang terdokumentasi dan diterapkan secara konsisten, perusahaan diharapkan dapat melakukan evaluasi secara lebih terukur dengan tetap memperhatikan ketentuan perusahaan, kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, serta hak dan kewajiban setiap pekerja.(indra)