Pesawaran, 22 September 2026 — PT Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional 7 terus memperkuat kompetensi sumber daya manusia sekaligus menyamakan pemahaman teknis dalam pengelolaan komoditi karet. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pemahaman Dasar Teknis Kerja Komoditi Karet yang diawali di Kebun Way Berulu, kemudian dilanjutkan di Kebun Way Lima.
Kegiatan dibuka Pukul 08.30 Wib di Kebun Way Berulu oleh Iyan Heryanto selaku Region Head PTPN I (Persero) Regional 7, didampingi Gunawan selaku Kepala Bagian Tanaman, Teknik dan Pengolahan. Hadir sebagai pemateri Hendra Putra selaku Kepala Divisi Tanaman Karet PTPN I.

Turut hadir Hidayat selaku Kepala Divisi SDM dan IT PTPN I, para manajer kebun karet, Kasub. SDM Rahmawati, beserta jajaran, Kasub. Prinsipal Yudi Ferdian,joy andrean silaban, serta Manajer, Askep dan staf karet lampung & sumbagsel.
Dari Way Berulu Menuju Way Lima
Pelaksanaan pelatihan menjadi bagian dari upaya Regional 7 membangun pemahaman teknis yang lebih seragam di antara insan perkebunan karet. Kegiatan diawali di Kebun Way Berulu dan selanjutnya dilanjutkan di Kebun Way Lima.
Dari Kebun Way Berulu hadir Manajer Yuraidil Syafitra, sementara Kebun Way Lima Junaidi selaku Manajer turut menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan lokasi, fasilitas, dan kelancaran rangkaian kegiatan.
Dokumen resmi Regional 7 menyebutkan bahwa pelatihan dilaksanakan dalam dua batch, yakni 21–22 September 2026 dan 23–24 September 2026, dengan Unit Way Lima sebagai lokasi yang tercantum dalam jadwal pelaksanaan.
Kajian Teknis Penyadapan Menjadi Bagian Penting
Salah satu materi yang mendapat perhatian dalam kegiatan adalah dasar-dasar teknis penyadapan tanaman karet. Pembahasan diarahkan pada pentingnya pelaksanaan penyadapan secara tepat dan terukur agar produksi lateks dapat diperoleh secara optimal dengan tetap memperhatikan kondisi fisiologis tanaman.
Dalam kajian tersebut, aspek yang menjadi perhatian antara lain ketepatan bidang dan arah sadapan, kedalaman serta ketebalan irisan, frekuensi penyadapan, penggunaan kulit secara efisien, hingga upaya menjaga kesehatan dan keberlanjutan tanaman.

Hendra Putra selaku Kepala Divisi Tanaman Karet PTPN I menunjukkan penguasaan yang kuat terhadap dasar-dasar teknis penyadapan. Penyampaian materi tidak hanya menekankan aspek produksi, tetapi juga mengaitkan teknik penyadapan dengan pengelolaan tanaman dalam jangka panjang.
Pembahasan juga mencakup umur ekonomis tanaman karet, yaitu bagaimana pengelolaan tanaman, produktivitas, kondisi tanaman, dan efisiensi pemanfaatan kulit sadap perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan keberlanjutan suatu areal tanaman. Dengan demikian, peningkatan produksi tidak semata-mata dikejar dalam jangka pendek, tetapi harus tetap mempertimbangkan keberlangsungan produktivitas tanaman.

Membangun Pemahaman dari Lapangan
Pelatihan ini diselenggarakan untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan operasional komoditi karet sesuai dengan standar teknis sekaligus menyamakan pemahaman dasar teknis antarunit.
Peserta diarahkan membawa perlengkapan planters serta data produksi sebagai bahan diskusi, sehingga materi yang diberikan dapat dikaitkan dengan kondisi nyata di lapangan.
Pendekatan tersebut diharapkan membantu peserta memahami bahwa keberhasilan pengelolaan tanaman karet tidak hanya ditentukan oleh hasil produksi, tetapi juga oleh ketepatan teknis budidaya, disiplin pelaksanaan penyadapan, pemeliharaan tanaman, pengendalian penggunaan kulit sadap, serta evaluasi produktivitas secara berkelanjutan.

Pengetahuan Menjadi Corporate Knowledge
Setelah mengikuti pelatihan, peserta diwajibkan menyusun laporan dan dapat mempresentasikan hasil pembelajaran apabila diperlukan. Pengetahuan yang diperoleh juga ditetapkan sebagai Corporate Knowledge dan diwajibkan untuk dibagikan kepada karyawan lainnya di unit kerja masing-masing.
Peserta berasal dari berbagai kebun di lingkungan Regional 7, termasuk Kedaton, Bergen, Way Berulu, Way Lima, Tulung Buyut, Musilandas, Padang Pelawi, Tebenan, Senabing, dan Ketahun.

Melalui kegiatan yang diawali dari Way Berulu dan dilanjutkan di Way Lima, PTPN I Regional 7 mendorong penguatan kompetensi teknis sekaligus membangun keseragaman pemahaman dalam pengelolaan tanaman karet.
Dengan SDM yang semakin kompeten, pemahaman teknis yang seragam, dan penerapan teknik penyadapan yang tepat, pengelolaan tanaman karet diharapkan mampu menjaga produktivitas sekaligus mempertahankan keberlanjutan tanaman dalam jangka panjang.(Indra)



