WAY BERULU, 23 September 2026 — PTPN I Regional 7 Kebun Way Berulu kembali menggelar Apel dan Doa Pagi di Kantor Teknik sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan, penguatan tanggung jawab, serta pengingat bagi pekerja untuk menjalankan pekerjaan secara amanah, sesuai aturan dan SOP perusahaan.
Apel dan Doa Pagi diikuti oleh pekerja di lingkungan Kantor Teknik PTPN I Regional 7 Kebun Way Berulu, dengan arahan disampaikan oleh Into Indrady, ST., MM.
Dalam kesempatan tersebut, Into menyampaikan pesan yang memadukan nilai spiritual dengan tanggung jawab profesional dalam menjalankan pekerjaan.
Kegiatan dilaksanakan pada: Hari/Tanggal: Rabu, 23 September 2026 di Kantor Teknik PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu kegiatan tersebut menjadi bagian dari aktivitas pembinaan dan penguatan budaya kerja di lingkungan Kebun Way Berulu.
Menurut Into Indrady, manusia perlu terus diingatkan untuk berbuat baik karena kehidupan bukan hanya berkaitan dengan pekerjaan dan pencapaian duniawi, tetapi juga dengan tanggung jawab moral dan spiritual.
«“Kita harus sering mengingatkan diri sendiri dan saling mengingatkan untuk berbuat baik. Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi bagian dari pertanggungjawaban kita ketika meninggalkan dunia ini.”»
Ia mengajak pekerja untuk memanfaatkan kesempatan hidup dengan terus memperbaiki diri. Kesalahan yang disadari hendaknya menjadi bahan evaluasi dan diperbaiki sedikit demi sedikit.
«“Letihnya bekerja di dunia masih bisa kita istirahatkan. Tetapi ketika kehidupan dunia telah berakhir, kesempatan untuk memperbaiki kesalahan juga berakhir. Selagi masih diberikan kesempatan, mari sedikit demi sedikit kita perbaiki diri.”»
Bagaimana Menerapkannya dalam Kehidupan dan Pekerjaan
Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari dan pekerjaan. Menjaga shalat, memperbanyak istighfar, berdoa, bersedekah, serta melakukan taubat ketika menyadari kesalahan menjadi bagian dari ikhtiar memperbaiki diri.
Namun, Into mengingatkan bahwa ibadah juga harus tercermin dalam perilaku terhadap sesama.
«“Jangan sampai kita rajin beribadah, tetapi masih mengambil hak orang lain, menyakiti atau menzalimi rekan kerja, maupun mengabaikan amanah yang diberikan kepada kita.”»
Karena itu, setiap pekerja diharapkan menghormati hak rekan kerja, menjaga hubungan baik, tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya, serta menjalankan tugas secara bertanggung jawab.
Menjalankan Pekerjaan Sesuai Instruksi dan SOP
Dalam aspek profesionalisme, pekerja diingatkan untuk melaksanakan tugas berdasarkan instruksi kerja yang sah dan SOP perusahaan.
SOP menjadi pedoman agar pekerjaan dilakukan secara terarah, aman, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.
«“Kita bekerja ada aturan dan SOP yang harus dipatuhi. Kalau sudah ada instruksi dan prosedur yang mengatur pekerjaan, mari kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Kalau ada yang belum jelas, komunikasikan dan koordinasikan dengan atasan.”»
Dengan demikian, apabila terdapat kondisi yang belum jelas di lapangan, penyelesaian dilakukan melalui komunikasi dan koordinasi, sehingga keputusan yang diambil tetap sesuai dengan ketentuan perusahaan.
Menjemput Rezeki dengan Cara yang Halal
Bekerja juga dipandang sebagai bentuk ikhtiar mencari rezeki yang halal dan berkah. Karena itu, pekerja diharapkan menjalankan pekerjaan dengan jujur, disiplin, amanah, dan penuh tanggung jawab.
Penghasilan dari pekerjaan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan keluarga.
Rezeki dicari dengan ikhtiar, dijaga dengan kejujuran, dan disyukuri dengan penuh kesadaran.
Syukuri Apa yang Dimiliki
Into juga mengajak pekerja untuk mensyukuri apa yang telah diperoleh saat ini.
«“Syukuri apa yang kita dapatkan sekarang. Dengan bersyukur, pikiran kita menjadi lebih tenang. Kita masih diberikan kesempatan untuk bekerja, mendapatkan penghasilan, dan berkumpul bersama keluarga. Itu semua merupakan nikmat yang harus kita jaga.”»
Menurut pesan tersebut, ketenangan tidak selalu berasal dari banyaknya sesuatu yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan untuk menerima, menghargai, dan mensyukuri nikmat yang ada.
Menjaga Perusahaan adalah Tanggung Jawab Bersama
Pesan berikutnya diarahkan pada keberlangsungan perusahaan. Menurut Into, perusahaan merupakan tempat para pekerja memperoleh penghasilan dan menopang kehidupan keluarga.
«“Perusahaan ini adalah tempat kita mencari nafkah. Mari kita jaga bersama. Jika perusahaan sehat dan operasional berjalan dengan baik, keberlangsungan pekerjaan serta kesejahteraan karyawan juga dapat terjaga.”»
Karena itu, menjaga perusahaan bukan hanya tugas pimpinan. Setiap pekerja memiliki tanggung jawab sesuai fungsi dan kewenangannya.
Hal tersebut dapat diwujudkan melalui disiplin, produktivitas, efisiensi, menjaga aset, mematuhi SOP, menerapkan K3, menjaga kualitas pekerjaan, serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan perusahaan.
Tanggung Jawab Bersama
Into menegaskan bahwa keberhasilan pekerjaan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur.
«“Kita semua mempunyai tanggung jawab. Jangan merasa bahwa menjaga perusahaan hanya tugas pimpinan. Setiap kita punya peran. Kalau masing-masing melaksanakan tugas dengan baik, saling mengingatkan dalam kebaikan, menjaga aset, mengikuti SOP, dan tidak merugikan rekan kerja, maka pekerjaan akan berjalan lebih baik.”»
Tanggung jawab bersama juga berarti berani melakukan perbaikan apabila terdapat kekurangan, dengan tetap mengedepankan komunikasi, fakta, aturan, dan kepentingan pekerjaan.
Dari Apel Menuju Budaya Kerja
Melalui Apel dan Doa Pagi ini, pesan yang dibangun tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai ibadah, amanah, disiplin, profesionalisme, kepedulian, dan tanggung jawab bersama diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Pada akhirnya, bekerja dengan baik bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi juga menjaga kepercayaan, menghormati hak orang lain, menjaga keselamatan, merawat aset perusahaan, dan ikut memastikan keberlangsungan tempat bekerja.
Syukuri pekerjaan, jaga amanah, hormati sesama, patuhi SOP, rawat perusahaan, dan terus perbaiki diri.
Dengan demikian, ikhtiar mencari rezeki dapat berjalan seiring dengan upaya membangun kehidupan yang lebih tertib, tenang, bermanfaat, dan penuh keberkahan.(Indra).



