JAKARTA — Ada wajah Indonesia yang tumbuh jauh dari hiruk-pikuk kota. Wajah itu hadir di sawah ketika petani mulai bekerja, di kebun ketika buruh tani mengolah lahan, dan di laut ketika nelayan berangkat sebelum matahari terbit.(24/09/2026).
Mereka adalah bagian dari kekuatan bangsa yang bekerja setiap hari untuk memastikan kehidupan terus berjalan.
Momentum Hari Tani Nasional ke-66 pada 24 September 2026 menjadi kesempatan untuk kembali memberikan perhatian kepada petani, buruh tani, nelayan, dan seluruh masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor pangan, pertanian, perkebunan, serta kelautan.
Bagi Hasrat Tanjung dari Jaringan Petani Persada Nusantara (JPPN), perjuangan tersebut harus diarahkan pada satu harapan besar: bangkit bersama untuk menata masa depan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dari tangan petani yang menanam, nelayan yang mengarungi laut, hingga buruh yang bekerja dengan penuh ketekunan, di sanalah kita melihat kekuatan dan harapan bangsa. Mereka bukan hanya bagian dari roda perekonomian, tetapi merupakan kekuatan penting yang harus terus diperjuangkan kesejahteraannya,” ujar Hasrat Tanjung.
Menurutnya, Hari Tani Nasional tidak semestinya berhenti sebagai agenda seremonial. Momentum tersebut dapat menjadi pengingat bahwa pembangunan Indonesia perlu memberikan ruang yang semakin besar bagi masyarakat yang bekerja di sektor pangan dan sumber daya alam.
“Hari Tani Nasional ke-66 menjadi momentum untuk bangkit bersama. Kita ingin melihat petani semakin berdaya, nelayan semakin sejahtera, buruh semakin dihargai, dan masyarakat memiliki kesempatan yang lebih baik untuk membangun masa depan,” katanya.
Dari Desa Tumbuh Harapan Indonesia
Indonesia memiliki kekayaan alam dan sumber daya manusia yang besar. Sawah, perkebunan, wilayah pesisir, serta laut merupakan ruang kehidupan bagi jutaan masyarakat.
Namun, potensi tersebut perlu diperkuat dengan pengetahuan, teknologi, akses pasar, peningkatan produktivitas, serta kesempatan ekonomi yang semakin terbuka.
Pertanian masa depan tidak harus identik dengan cara-cara lama. Digitalisasi, mekanisasi, pengolahan hasil, hilirisasi, pendidikan, dan kewirausahaan dapat menjadi bagian dari transformasi pertanian dan kelautan agar semakin produktif dan berkelanjutan.
Generasi muda juga memiliki peran penting. Anak-anak petani dan nelayan dapat menjadi generasi penerus yang membawa ilmu, teknologi, dan inovasi kembali ke desa maupun wilayah pesisir.
Kesejahteraan Harus Menjadi Bagian dari Kemajuan
Ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang seberapa banyak produksi yang dihasilkan, tetapi juga tentang bagaimana kehidupan orang-orang yang berada di balik produksi tersebut.
Petani membutuhkan kesempatan untuk berkembang. Buruh tani membutuhkan penghargaan terhadap kerja mereka. Nelayan membutuhkan ruang usaha yang aman dan berkelanjutan. Masyarakat membutuhkan akses terhadap peluang ekonomi yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan.
Karena itu, gagasan membangun Indonesia harus berjalan bersama dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hasrat Tanjung menegaskan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Ia dapat tumbuh dari kerja bersama di desa, di sawah, di kebun, di pesisir, dan di tempat-tempat masyarakat mencari penghidupan.
“Harapan itu harus kita rawat dengan kerja nyata, gotong royong, ilmu pengetahuan, teknologi, serta keberpihakan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dari desa, sawah, kebun, pesisir, dan tempat kerja, kita bersama-sama menumbuhkan kekuatan untuk Indonesia yang lebih mandiri, maju, dan sejahtera,” ungkapnya.
Menanam Hari Ini, Memanen Harapan Esok Hari
Hari Tani Nasional ke-66 menjadi pengingat bahwa Indonesia hebat tidak hanya dibangun dari pusat-pusat kota.
Ada kekuatan besar yang tumbuh dari desa.
Dari tangan petani yang menanam, buruh yang bekerja, nelayan yang melaut, dan keluarga yang terus menjaga harapan, terdapat energi sosial yang dapat menjadi bagian penting dari perjalanan Indonesia menuju masa depan.
Dari sawah kita menanam harapan.
Dari laut kita menjaga kehidupan.
Dari kerja keras buruh kita menggerakkan roda ekonomi.
Dari gotong royong kita membangun masa depan.
Dan pada akhirnya, kesejahteraan masyarakat menjadi salah satu fondasi penting bagi Indonesia yang maju, mandiri, dan hebat.
Selamat Hari Tani Nasional ke-66 Jatuh Pada Tanggal 24 September 2026
“Petani bangkit, nelayan berdaya, buruh semakin sejahtera. Dari kerja rakyat, tumbuh harapan untuk Indonesia hebat.” (indra)



