Way Berulu, Jumat, 25 September 2026 — Jumat pagi di Kantor Teknik PTPN I Persero Regional 7 Kebun Way Berulu diisi dengan kegiatan tausyiah dan pembinaan rohani yang berlangsung pukul 07.30 WIB. Kegiatan diawali oleh Into Indrady, ST.MM, kemudian dilanjutkan dengan tausyiah yang disampaikan oleh Ustaz Ali Muchin.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi seluruh peserta untuk melakukan muhasabah, memperkuat keimanan, meningkatkan rasa syukur serta membangun semangat bekerja dengan penuh amanah dan tanggung jawab.
Menjaga Perusahaan Dimulai dari Kepedulian Bersama
Dalam kajiannya, Ustaz Ali Muchin mengangkat tema yang erat kaitannya dengan kehidupan dunia kerja, yakni bagaimana menjaga amanah, meningkatkan kepedulian dan menghadapi berbagai tantangan perusahaan.
Disampaikan bahwa salah satu kondisi yang perlu diwaspadai dalam keberlangsungan sebuah perusahaan adalah ketika pendapatan atau penjualan menurun sementara biaya operasional terus meningkat, sehingga arus kas dan kemampuan perusahaan menjalankan kegiatan operasional ikut tertekan.
Berbagai tanda tersebut antara lain penurunan penjualan atau pendapatan, meningkatnya beban kewajiban, biaya operasional yang semakin besar, menurunnya produktivitas serta berkurangnya pelanggan atau pasar.
Namun, kondisi tersebut hendaknya tidak dipandang sebagai alasan untuk saling menyalahkan. Sebaliknya, menjadi peringatan dan momentum untuk melakukan evaluasi serta perbaikan bersama.
Setiap insan perusahaan memiliki peran dalam menjaga keberlangsungan perusahaan, mulai dari meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas hasil kerja, menghemat penggunaan energi dan bahan, merawat peralatan, mengurangi pemborosan hingga menjalankan SOP secara konsisten.
Ketika Produksi Menurun, Saatnya Muhasabah
Dalam perspektif keagamaan, Ustaz Ali Muchin mengajak seluruh jamaah untuk tidak hanya melakukan evaluasi terhadap faktor teknis dan operasional ketika menghadapi hasil produksi yang belum sesuai harapan.
Kondisi tersebut juga dapat menjadi momentum untuk bermuhasabah dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, Sang Pencipta alam semesta.
Nikmat berupa kesehatan, pekerjaan, kesempatan, sumber daya alam dan kemampuan untuk bekerja merupakan karunia Allah SWT yang patut disyukuri. Karena itu, ketika menghadapi kesulitan, manusia dianjurkan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah, doa, istighfar dan memperbaiki perilaku.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa jangan sampai kesibukan mengejar target pekerjaan membuat manusia melupakan kewajibannya kepada Allah SWT.
Sholat Membawa Ketenangan
Salah satu pesan penting dalam tausyiah adalah pentingnya menjaga sholat lima waktu.
Sholat bukan hanya kewajiban seorang muslim, tetapi juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon pertolongan dan mendapatkan ketenangan hati.
Dengan menjaga sholat, seseorang diharapkan memiliki hati yang lebih tenang, pikiran yang lebih jernih dan kesabaran yang lebih kuat dalam menghadapi tekanan kehidupan maupun pekerjaan.
“Kalau kita dekat dengan Allah SWT, insyaAllah hati menjadi lebih tenang. Sholat jangan ditinggalkan. Ketika menghadapi masalah, kembalilah kepada Allah, berdoa dan memohon pertolongan-Nya,” pesan yang disampaikan dalam kajian.
Ikhtiar, Doa dan Tanggung Jawab Harus Berjalan Bersama
Tausyiah juga menekankan bahwa mendekatkan diri kepada Allah SWT bukan berarti mengabaikan usaha dan tanggung jawab pekerjaan.
Sebaliknya, doa harus berjalan bersama ikhtiar.
Ketika produksi menurun, maka penyebab teknis harus dievaluasi. Ketika biaya meningkat, efisiensi harus diperbaiki. Ketika produktivitas menurun, kedisiplinan dan cara kerja harus dievaluasi.
Pada saat yang sama, setiap insan juga diajak untuk memperbaiki ibadah, memperbanyak doa, meningkatkan rasa syukur dan memohon keberkahan dalam setiap pekerjaan.
Dengan demikian, upaya meningkatkan kinerja perusahaan dilakukan secara menyeluruh melalui perbaikan teknis, peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, kedisiplinan, kejujuran serta penguatan spiritual.
Bekerja Adalah Amanah
Into Indrady dalam pembukaan kegiatan juga mengajak seluruh peserta untuk memahami bahwa pekerjaan merupakan sebuah amanah.
Menjaga mesin, menjaga aset perusahaan, menggunakan bahan secara efisien, menjaga kualitas produksi, mematuhi SOP, hadir tepat waktu dan menyelesaikan pekerjaan dengan sungguh-sungguh merupakan bagian dari tanggung jawab yang harus dilaksanakan.
Hal-hal kecil yang dilakukan dengan konsisten akan memberikan dampak besar terhadap perusahaan.
“Jangan menunggu masalah menjadi besar baru kita peduli. Mari mulai memperbaiki dari diri sendiri, dari pekerjaan kita dan dari hal-hal kecil yang dapat kita lakukan hari ini,” menjadi semangat yang relevan dalam membangun budaya kerja yang lebih baik.
Menjaga Amanah, Menjaga Masa Depan Bersama
Kegiatan tausyiah Jumat pagi di Kantor Teknik Way Berulu menjadi pengingat bahwa keberlangsungan perusahaan merupakan tanggung jawab bersama.
Manajemen dan seluruh karyawan memiliki peran sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Dengan bekerja secara jujur, disiplin, produktif, efisien dan penuh tanggung jawab, setiap insan turut menjaga aset perusahaan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber penghidupan bagi keluarga para pekerja.
Di sisi lain, kedekatan kepada Allah SWT menjadi landasan spiritual agar setiap pekerjaan dilakukan dengan hati yang tenang dan penuh keikhlasan.
Ikhtiar diperkuat, ibadah diperbaiki, doa dipanjatkan, pekerjaan dilaksanakan dengan amanah.
Harapannya, seluruh insan PTPN I Persero Regional 7 Kebun Way Berulu senantiasa diberikan kesehatan, ketenangan, kekuatan dan keberkahan sehingga mampu menghadapi setiap tantangan, meningkatkan produktivitas serta bersama-sama menjaga keberlanjutan perusahaan.
“Perbaiki hubungan dengan Allah SWT, perbaiki pula hubungan dengan pekerjaan dan sesama. Jangan hanya mengejar hasil, tetapi kejarlah juga keberkahan. Dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh, doa dan tawakal, insyaAllah akan selalu ada jalan terbaik.”(Indra)



