Doa, Ibadah, Disiplin, dan Evaluasi Terukur Dukung Produktivitas serta Kesejahteraan Pekerja

Way Berulu, 28 September 2026 — Kepala Kantor Teknik PTPN I Regional 7 Kebun Way Berulu, Into Indrady, ST.MM, menyampaikan arahan kepada pekerja dalam kegiatan Apel dan Doa Pagi di depan Kantor Teknik PTPN I Regional 7 Kebun Way Berulu, Senin (28/9) pukul 07.30 WIB.

Dalam arahannya, Into mengajak pekerja membiasakan diri berdoa sebelum bekerja sebagai ikhtiar memohon keselamatan, kesehatan, kelancaran kerja, serta rezeki yang barokah.

Ia juga mengingatkan pekerja untuk menjalankan sholat lima waktu dan ibadah lainnya. Menurutnya, ibadah perlu tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti kejujuran, amanah, dan kepedulian terhadap sesama.

“Kalau ibadah yang kita lakukan benar, seharusnya tercermin dalam perilaku kita. Kita akan semakin berhati-hati untuk tidak mengambil hak orang lain, tidak melakukan sesuatu yang merugikan perusahaan, dan selalu menjaga amanah yang diberikan,” ujar Into.

Ia menilai kehidupan yang dilandasi ibadah, kejujuran, dan sikap saling menghargai dapat menciptakan ketenteraman, baik di masyarakat maupun di lingkungan kerja. Hubungan antarpekerja juga perlu dijaga untuk membangun suasana kerja yang harmonis.

Disiplin Dimulai dari Kepatuhan terhadap SOP

Into menegaskan bahwa kepatuhan terhadap SOP perusahaan merupakan salah satu bentuk disiplin dan tanggung jawab pekerja. Sikap tersebut juga berperan dalam menjaga keberlangsungan perusahaan.

PTPN I Persero Regional 7 Kebun Way Berulu menjadi tempat bekerja dan sumber penghidupan bagi banyak keluarga. Karena itu, pekerja diminta menjaga perusahaan melalui kedisiplinan, produktivitas, efisiensi, dan integritas.

“Kalau kita mengatakan perusahaan ini tempat kita bekerja dan mencari rezeki, maka harus dibuktikan dengan tindakan. Ikuti SOP, disiplin waktu, jaga fasilitas perusahaan dan jangan melakukan sesuatu yang dapat merugikan perusahaan,” pesannya.

Komitmen Harus Diwujudkan dalam Tindakan

Ia menekankan bahwa setiap ucapan, komitmen, dan target kerja harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Ucapan yang kita sampaikan harus dibuktikan dengan tindakan. Apa yang sudah kita rencanakan harus ada pelaksanaannya dan hasilnya harus dapat dievaluasi secara terukur,” tegasnya.

Evaluasi target dilakukan setiap hari untuk mengukur pencapaian, mengidentifikasi kendala, dan menentukan langkah perbaikan. Dengan demikian, setiap pekerja dapat memahami tanggung jawab serta kontribusinya terhadap target perusahaan.

Kebersihan, K3, dan Mutu Menjadi Perhatian

Kebersihan lingkungan kerja menjadi salah satu faktor pendukung produktivitas. Area kerja, termasuk WC dan fasilitas umum, perlu dibersihkan dan dirawat agar tetap sehat, nyaman, serta memberikan kesan positif kepada pekerja dan pembeli yang datang melihat hasil produksi perusahaan.

Pekerja juga diminta menjalankan tugas dengan semangat dan gembira, tanpa mengabaikan keselamatan dan kesehatan kerja. Penggunaan APD sesuai ketentuan wajib disesuaikan dengan risiko setiap pekerjaan.

Penerapan keselamatan kerja dan pemeliharaan mutu diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi sekaligus menjaga kepercayaan dan daya saing produk perusahaan.

Bersyukur dan Menjaga Amanah

Into mengajak pekerja bersyukur atas pekerjaan dan rezeki yang diterima. Menurutnya, pekerjaan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Ia mengingatkan bahwa banyak orang masih membutuhkan pekerjaan. Karena itu, rasa syukur perlu diwujudkan melalui kerja keras, disiplin, kejujuran, kepatuhan terhadap SOP, dan pemberian hasil terbaik bagi perusahaan.

“Kalau kita melakukan hal-hal yang baik, bekerja dengan benar, disiplin, menjaga kualitas dan lingkungan, insyaallah Allah SWT memberikan hasil yang baik. Produksi meningkat dan kesejahteraan pekerja juga dapat meningkat,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa rezeki akan datang kepada orang yang mempersiapkan mental, siap menerima amanah, bekerja keras, dan senantiasa bersyukur.

Melalui Apel dan Doa Pagi, pekerja diharapkan menjadikan ibadah sebagai landasan moral, SOP sebagai pedoman kerja, evaluasi sebagai alat perbaikan, dan hasil kerja sebagai bukti tanggung jawab.

Penerapan nilai-nilai tersebut secara konsisten diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, tertib, sehat, produktif, harmonis, dan berintegritas, sekaligus mendukung pencapaian target produksi, mutu terbaik, serta peningkatan kesejahteraan pekerja.(Indra)