Way Berulu, 29 September 2026 — Apel dan Doa Pagi dilaksanakan di Loading Ramp TNP PTPN I Regional 7 Kebun Way Berulu pada pukul 07.30 WIB. Kegiatan yang dipimpin Dion Fernanda selaku Masinis Kepala (Maskep) TNP menjadi sarana koordinasi dan evaluasi operasional antara masing-masing stasiun, bagian pengolahan, dan bagian teknik dalam mendukung kelancaran Pabrik RSS dan SIR.

Dalam arahannya, Dion menekankan bahwa evaluasi operasional harus dilakukan secara terstruktur, berdasarkan data, dan dikaji secara teknis. Setiap pekerjaan, penggunaan bahan, energi, tenaga kerja, pencapaian produksi, mutu, hingga kondisi produk jadi harus dicatat dan dilaporkan dengan benar.
Evaluasi Pabrik RSS
Untuk Pabrik RSS, evaluasi dilakukan secara menyeluruh mulai dari penerimaan dan kualitas lateks, proses pengolahan, penggunaan bahan pembantu, konsumsi energi, pencapaian produksi, mutu, hingga pengendalian produk jadi.
Pada tahap bahan baku, penerimaan lateks harus diperhatikan dari sisi kuantitas dan kondisi bahan baku. Proses penghomogenan air dan lateks harus sesuai dengan takaran yang telah ditetapkan.
Skala pada bak koagulasi harus jelas dan terukur, karena ketepatan skala berhubungan dengan pengendalian penggunaan asam semut. Ketidaktepatan skala dapat memengaruhi dosis bahan, proses pengolahan, dan mutu produk.
Evaluasi juga mencakup penggunaan asam semut, talk, air, listrik, kayu karet sebagai bahan bakar, dan tenaga kerja. Seluruh pemakaian harus dicatat dan dibandingkan dengan norma atau kebutuhan proses.
Dari sisi hasil, evaluasi RSS harus membandingkan target dan realisasi produksi serta pencapaian mutu. Produk jadi juga harus dikendalikan dengan memastikan penanganan, penyimpanan, dan lingkungan sekitar produk tetap memenuhi persyaratan kebersihan sehingga produk terlindungi dari potensi kontaminasi.
Evaluasi Pabrik SIR
Untuk Pabrik SIR, evaluasi dilakukan terhadap rangkaian proses mulai dari bahan baku, penggunaan bahan kimia, proses pengolahan dan pengeringan, konsumsi energi, tenaga kerja, produksi, mutu, hingga pengendalian produk jadi.
Penggunaan bahan kimia seperti SMB dan asam semut harus dicatat berdasarkan pemakaian aktual dan dibandingkan dengan kebutuhan atau norma yang berlaku. Penggunaan BBM solar untuk dryer juga harus dicatat secara rutin setiap jam dan setiap hari.
Konsumsi air, listrik, BBM, dan tenaga kerja menjadi bagian dari evaluasi efisiensi proses. Apabila terjadi peningkatan penggunaan bahan atau energi yang tidak sebanding dengan pencapaian produksi, kondisi tersebut perlu dikaji secara teknis untuk mengetahui penyebabnya.
Pencapaian produksi SIR harus dibandingkan antara target dan realisasi, sedangkan mutu produk harus dievaluasi berdasarkan parameter yang dipersyaratkan. Setelah proses selesai, produk jadi harus dipastikan ditangani dan disimpan secara baik serta terlindung dari potensi kontaminasi, sehingga mutu tetap terjaga sampai produk diserahkan atau dikirim.
Pencatatan Produk dan Ketertelusuran
Dion juga menekankan pentingnya pencatatan produk secara tertib dan akurat. Setiap produk yang dihasilkan harus memiliki pencatatan yang jelas, mulai dari hasil produksi, identifikasi atau kode produk, jumlah, mutu, hingga pergerakan atau penempatannya.
Pencatatan tersebut diperlukan agar kondisi produk dapat ditelusuri dan diverifikasi apabila sewaktu-waktu diperlukan evaluasi atau pemeriksaan.
Kebersihan Lingkungan Pabrik
Selain proses produksi dan mutu, kebersihan lingkungan pabrik juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari evaluasi. Area produksi, peralatan, tempat penyimpanan bahan dan produk jadi, saluran air, serta lingkungan sekitar pabrik harus dijaga kebersihannya secara konsisten.
Kebersihan tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, tetapi juga menjadi bagian dari pengendalian risiko kontaminasi dan menjaga kondisi proses serta produk.
“Semua harus dikaji secara teknis. Produksi dan mutu harus dievaluasi dengan benar. Produk jadi juga harus dipastikan terlindungi dari kontaminasi, pencatatannya jelas, dan lingkungan pabrik harus selalu dijaga kebersihannya,” ujar Dion.
Evaluasi Harus Berujung pada Tindak Lanjut
Dion menegaskan bahwa evaluasi bukan sekadar mencatat angka. Setiap data harus digunakan untuk mengetahui kondisi aktual, penyebab penyimpangan, dampak terhadap produksi dan mutu, serta tindakan perbaikan yang diperlukan.
“Laksanakan apa yang menjadi tanggung jawab kita, catat dengan benar, kaji secara teknis, evaluasi produksi dan mutu, kemudian laporkan. Kalau ada kendala, kita evaluasi dan selesaikan bersama,” tegasnya.
Apresiasi 15 Tahun Pengabdian
Pada kesempatan yang sama, Dion Fernanda selaku Maskep TNP menyerahkan cendera mata kepada Sdr. Sarjio, pekerja Bagian Pengolahan, sebagai bentuk apresiasi atas 15 tahun masa pengabdian di PTPN I Regional 7 Kebun Way Berulu.

Penyerahan cendera mata tersebut diikuti dengan ucapan selamat dari Asisten/Karpim dan Karpel sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi Sdr. Sarjio selama menjalankan tugas di perusahaan.
Melalui pelaksanaan Apel dan Doa Pagi secara konsisten, evaluasi Pabrik RSS dan SIR diharapkan semakin terukur, berbasis data, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan, dengan memperhatikan seluruh rangkaian mulai dari bahan baku, proses, penggunaan bahan dan energi, tenaga kerja, produksi, mutu, pengendalian produk jadi, pencatatan, hingga kebersihan lingkungan pabrik.(Indra)



