Merawat Pabrik dengan Ikhlas, Menjaga Kebersihan dengan Tulus, Menjemput Rezeki Penuh Berkah

Way Berulu, 30 September 2026 — Suasana penuh kesejukan dan rasa syukur mewarnai kegiatan Apel dan Doa Pagi di depan Kantor Teknik PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu, Rabu (30/9/2026). Kegiatan tersebut diisi dengan pengarahan oleh Into Indrady, ST.MM., yang mengajak seluruh pekerja untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT serta menjalankan pekerjaan dengan ikhlas, disiplin, amanah, dan penuh tanggung jawab.

Syukur atas Rezeki, Kesehatan, dan Kesempatan Bekerja

Dalam arahannya, Into Indrady menyampaikan bahwa rezeki, kesehatan, umur, dan kesempatan untuk bekerja merupakan nikmat Allah SWT yang patut disyukuri. Rasa syukur tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku dan pekerjaan sehari-hari.

Allah SWT berfirman dalam QS. Ibrahim ayat 7:

«“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”»

Ayat tersebut menjadi pengingat agar setiap pekerja senantiasa bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah SWT dan menggunakan nikmat tersebut untuk melakukan kebaikan serta memberikan manfaat.

Karena itu, pekerjaan hendaknya dilakukan dengan niat yang baik, penuh tanggung jawab, dan tidak sekadar berorientasi pada hasil, tetapi juga memperhatikan proses yang benar sesuai ketentuan perusahaan.

Merawat Mesin dengan Ikhlas, Menjaga Pabrik dengan Amanah

Kepada oilman pabrik, disampaikan pentingnya melakukan perawatan mesin secara rutin, teliti, dan konsisten. Mesin yang terawat akan mendukung kelancaran proses produksi, mengurangi potensi gangguan, serta membantu menjaga keberlangsungan operasional pabrik.

Begitu pula bagi seluruh pekerja yang bertugas merawat, memperbaiki, dan menjaga fasilitas pabrik. Setiap pekerjaan memiliki peran penting. Tidak ada pekerjaan yang rendah selama dilakukan dengan benar, aman, dan penuh tanggung jawab.

Rasulullah SAW bersabda:

«“Sesungguhnya Allah mencintai apabila salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, ia menyempurnakannya.”
(HR. Al-Baihaqi)»

Pesan tersebut selaras dengan semangat untuk bekerja secara profesional, teliti, dan tidak asal menyelesaikan pekerjaan.

Menjaga Kebersihan sebagai Bentuk Kepedulian

Kepedulian juga diwujudkan melalui kebersihan. Pekerja yang secara konsisten membersihkan WC, kantor, halaman, maupun lingkungan pabrik harus memahami bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat langsung bagi orang banyak.

Kebersihan bukan hanya persoalan penampilan lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan, kenyamanan, dan keselamatan kerja.

Rasulullah SAW bersabda:

«“Kebersihan itu sebagian dari iman.”»

Karena itu, menjaga kebersihan hendaknya menjadi budaya bersama, bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan.

Dokumentasi yang Jelas, Data yang Dapat Dipertanggungjawabkan

Dalam pengarahan tersebut juga ditekankan pentingnya dokumentasi seluruh aktivitas harian. Setiap kegiatan di lapangan harus dilaksanakan sesuai rencana dan ketentuan, kemudian didokumentasikan secara jelas, termasuk melalui foto kegiatan dan penyampaian informasi pada grup kerja.

Kegiatan yang memerlukan pertanggungjawaban administrasi harus dilengkapi dengan Berita Acara dan dokumen pendukung sesuai ketentuan yang berlaku.

Selanjutnya, dokumentasi dan administrasi pekerjaan dilakukan melalui proses pemeriksaan dan validasi secara berjenjang oleh Mandor, Mabes, Asisten, Maskep, hingga Manajer, sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing.

Dengan demikian, setiap pekerjaan memiliki bukti pelaksanaan, data yang jelas, serta jejak dokumentasi yang dapat ditelusuri. Apabila dilakukan evaluasi atau audit, data yang tersedia dapat menunjukkan kesesuaian antara pekerjaan yang dilaksanakan di lapangan dengan dokumen dan SOP yang berlaku.

GCG Berlaku bagi Seluruh Insan Perusahaan

Kedisiplinan dalam melaksanakan pekerjaan dan dokumentasi tersebut merupakan bagian dari penerapan Good Corporate Governance (GCG) atau Tata Kelola Perusahaan yang Baik.

GCG bukan hanya tanggung jawab pimpinan, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh insan perusahaan, mulai dari pekerja pelaksana, Mandor, Mabes, Asisten, Maskep, hingga Manajer.

Setiap orang memiliki jabatan dan kewenangan yang berbeda, tetapi memiliki kewajiban yang sama untuk menaati peraturan perusahaan, SOP, kode etik, prinsip integritas, transparansi, akuntabilitas, dan ketentuan yang berlaku.

Aturan harus berlaku secara konsisten bagi seluruh insan perusahaan. Dengan kepatuhan yang sama, diharapkan tercipta budaya kerja yang tertib, adil, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penerapan GCG yang baik juga mendukung perusahaan untuk bekerja lebih efisien, menjaga aset, mengendalikan biaya, meningkatkan produktivitas, mencegah penyimpangan, dan pada akhirnya mendukung terciptanya kinerja serta keuntungan perusahaan yang sehat dan berkelanjutan.

Kebaikan yang Kita Tanam Akan Kembali kepada Diri Kita

Into Indrady juga mengajak seluruh pekerja untuk memahami bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus tidak akan pernah sia-sia.

Ketika kita merawat mesin, menjaga kebersihan, menjaga aset perusahaan, membantu rekan kerja, mematuhi SOP, membuat dokumentasi yang benar, dan menjalankan amanah dengan baik, sesungguhnya kita sedang menanam kebaikan.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra’ ayat 7:

«“Jika kamu berbuat baik, maka kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri.”»

Pesan tersebut menjadi landasan moral bahwa kebaikan yang dilakukan kepada perusahaan dan sesama pada hakikatnya juga memberikan manfaat kepada diri sendiri.

“Kita sudah melakukan satu kebaikan. Insyaallah, kebaikan itu akan kembali kepada diri kita, kepada keluarga kita, dan menjadi keberkahan dalam kehidupan kita.”

Kerja Keras, Konsistensi, dan Integritas

Kesuksesan juga tidak datang secara instan. Diperlukan kerja keras, kedisiplinan, konsistensi, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.

Pesan motivasi yang sangat relevan dari Steve Jobs adalah:

«“The only way to do great work is to love what you do.”»

Maknanya, pekerjaan terbaik lahir ketika seseorang memiliki kepedulian dan kecintaan terhadap apa yang dikerjakannya.

Semangat tersebut dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari di perusahaan. Rawat mesin sebelum rusak, jaga kebersihan sebelum lingkungan menjadi kotor, dokumentasikan pekerjaan sejak awal, patuhi SOP sebelum terjadi masalah, dan lakukan perbaikan sebelum kekurangan menjadi lebih besar.

Dengan pola pikir tersebut, setiap pekerja tidak hanya menjadi pelaksana pekerjaan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dan perbaikan perusahaan.

Menjaga Hubungan dengan Pimpinan dan Orang Tua

Selain tanggung jawab pekerjaan, seluruh pekerja juga diajak untuk menjaga hubungan baik dengan pimpinan dan sesama pekerja serta senantiasa menghormati dan berbakti kepada kedua orang tua.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra’ ayat 23:

«“Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapak.”»

Keberhasilan dalam pekerjaan hendaknya berjalan seiring dengan keberhasilan membangun keluarga dan kehidupan yang baik. Rezeki yang diperoleh dari pekerjaan diharapkan menjadi rezeki yang halal, bermanfaat, dan membawa ketenteraman bagi keluarga.

Menjadikan Kebaikan sebagai Budaya Kerja

Apel dan Doa Pagi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat seluruh insan PTPN I Persero Regional 7 Kebun Way Berulu agar bekerja dengan hati, menjaga amanah, mematuhi SOP, menerapkan GCG, mendokumentasikan pekerjaan secara tertib, menjaga kebersihan, serta saling memberikan manfaat.

Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan ikhlas dan benar adalah bagian dari kontribusi untuk perusahaan. Setiap dokumentasi yang dibuat dengan jujur adalah bagian dari akuntabilitas. Setiap aturan yang dipatuhi adalah bagian dari GCG. Dan setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus merupakan investasi kebaikan bagi diri sendiri dan keluarga.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, keselamatan dalam bekerja, rezeki yang halal dan berkah, umur yang bermanfaat, kecukupan bagi seluruh pekerja dan keluarganya, serta keberkahan bagi perusahaan.

Mari bekerja dengan ikhlas, bekerja sesuai SOP, menjaga amanah, membangun tata kelola yang baik, dan terus menebarkan kebaikan. Karena ketika kita menanam kebaikan, insyaallah kebaikan itu akan kembali kepada diri kita.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.