Way Berulu, 3 Oktober 2026 — Bagian TNP PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu melaksanakan Apel dan Doa Pagi di lingkungan Pabrik RSS dan SIR, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan dipimpin oleh Into Indrady, ST., MM dan melibatkan Mandor, Mabes serta Asisten TNP sebagai unsur pimpinan dan pengawasan operasional.
Dalam arahannya, Into Indrady menekankan pentingnya disiplin, keteladanan pimpinan, evaluasi pekerjaan serta penyelesaian kendala secara teknis dan terukur. Sebagai unsur pimpinan di lapangan, Mandor, Mabes dan Asisten TNP diharapkan konsisten datang lebih awal sebelum anak buahnya, sehingga dapat memastikan kesiapan pekerjaan sekaligus memberikan arahan sesuai program kerja masing-masing stasiun dan Pabrik RSS maupun SIR.
Kehadiran lebih awal bukan hanya persoalan waktu, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab kepemimpinan untuk memastikan tenaga kerja, mesin dan peralatan, material, area kerja, aspek K3 serta target pekerjaan telah dipersiapkan sebelum kegiatan operasional dimulai.
Evaluasi Kuantitas, Mutu dan Kendala Teknis
Dalam Apel dan Doa Pagi tersebut, masing-masing kemandoran Pabrik RSS dan SIR diarahkan menyampaikan evaluasi pekerjaan berdasarkan kondisi aktual di lapangan.
Evaluasi meliputi:
- Kuantitas produksi, pencapaian target dan realisasi produksi.
- Mutu produk, untuk menjaga konsistensi hasil pengolahan.
- Kondisi mesin dan peralatan, termasuk potensi kerusakan dan kebutuhan pemeliharaan.
- Kendala teknis dan operasional selama proses produksi.
Program tindak lanjut, termasuk perbaikan, penggantian komponen, penyetelan dan koordinasi lintas bagian.
Setiap permasalahan tidak cukup hanya dilaporkan, tetapi harus dicari penyebab dan solusi teknisnya.
Pola penyelesaian diarahkan melalui tahapan:
Permasalahan → Identifikasi Penyebab → Analisis Teknis → Solusi → Penanggung Jawab → Target Penyelesaian → Evaluasi Hasil.
Dengan pola tersebut, setiap kendala diharapkan dapat ditangani lebih cepat sehingga tidak berkembang menjadi gangguan yang berdampak terhadap produktivitas dan mutu.
Disiplin sebagai Bentuk Tanggung Jawab
Into Indrady juga mengingatkan seluruh pekerja agar semakin dewasa dalam menyikapi pekerjaan dan memiliki kesadaran apabila tidak disiplin.
Perusahaan telah memberikan hak kepada pekerja, termasuk penghasilan yang diterima tepat waktu sesuai ketentuan. Karena itu, hak tersebut harus diimbangi dengan pelaksanaan kewajiban secara sungguh-sungguh.
“Kita harus dewasa dalam bekerja. Kita harus merasa malu kalau tidak disiplin. Ketika hak kita sebagai pekerja diberikan perusahaan dengan baik dan tepat waktu, maka kewajiban kita adalah bersungguh-sungguh melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pekerja.”
Menurutnya, setiap pekerja memiliki tanggung jawab untuk hadir tepat waktu, mengikuti arahan pimpinan, melaksanakan pekerjaan sesuai program, menjaga fasilitas perusahaan serta berupaya mencapai target kuantitas dan mutu yang telah ditetapkan.
Perusahaan Memperhatikan Kesehatan dan Kesejahteraan Pekerja
Selain memberikan hak berupa penghasilan, perusahaan juga telah menyediakan fasilitas kesehatan sesuai ketentuan bagi pekerja yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Pekerja juga memiliki hak cuti sesuai peraturan yang berlaku, sehingga dapat memanfaatkan waktu istirahat dan pemulihan ketika membutuhkan jeda dari rutinitas pekerjaan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan dan kesejahteraan pekerja perlu berjalan secara seimbang. Saat waktunya bekerja, laksanakan tugas dengan sungguh-sungguh; saat waktunya beristirahat atau menggunakan hak cuti, manfaatkan dengan baik untuk memulihkan kondisi.
Dengan demikian, disiplin bukan berarti mengabaikan kesehatan dan waktu istirahat. Sebaliknya, kesehatan, istirahat dan kedisiplinan merupakan bagian yang saling mendukung untuk menjaga produktivitas kerja.
Pimpinan Harus Menjadi Teladan
Khusus bagi Mandor, Mabes dan Asisten TNP, kedisiplinan harus dimulai dari keteladanan pimpinan. Datang lebih awal, memahami kondisi lapangan, memberikan pengarahan dan melakukan pengawasan merupakan bagian dari tanggung jawab untuk memastikan program kerja berjalan sesuai rencana.
Pimpinan juga diharapkan membangun komunikasi yang terbuka agar setiap kendala dapat disampaikan sejak awal, dianalisis secara teknis dan segera ditindaklanjuti.
Melalui Apel dan Doa Pagi ini, Bagian TNP PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu terus mendorong budaya kerja yang mengedepankan disiplin, keteladanan, komunikasi, kesehatan, evaluasi berbasis kondisi lapangan, penyelesaian masalah secara teknis dan perbaikan berkelanjutan.
Dengan keseimbangan antara hak dan kewajiban, bekerja dengan sungguh-sungguh, menjaga kesehatan, memanfaatkan hak istirahat dengan baik serta bertanggung jawab terhadap pekerjaan, diharapkan seluruh jajaran TNP mampu mendukung peningkatan produktivitas, mutu dan kelancaran operasional Pabrik RSS dan SIR. (Indra).



