Tim TTP Regional 7 Turun ke Way Berulu, Evaluasi Operasional, Infrastruktur hingga Efisiensi Sumber Daya

Way Berulu, 17 September 2026 — PT Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional 7 terus memperkuat pengawalan kinerja operasional melalui evaluasi langsung di Kebun Way Berulu. Tim Bagian Tanaman, Teknik dan Pengolahan (TTP) melakukan kunjungan kerja pada 17–18 September 2026 untuk memastikan pelaksanaan operasional berjalan efektif, efisien, sesuai target, SOP, serta memperhatikan aspek mutu, lingkungan dan K3.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat PTPN I (Persero) Regional 7 Nomor RO7C/UK/2026.09.14-7 tanggal 14 September 2026 tentang Pengawalan Kinerja Operasional.

Tim TTP Regional 7 yang melaksanakan kunjungan terdiri atas Dedy Sulistyawan, Prinsipal Yudi Ferdian, Hendrik Afrizal Bahsan, Mardi Susilo, Iqbal, dan Joy Andrean Silaban.

Kedatangan tim diterima dengan baik oleh Yuraidil Syafitra selaku Manajer PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu, bersama jajaran Karpim. Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat koordinasi sekaligus menyusun langkah evaluasi dan tindak lanjut berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

Menyisir Operasional dari Hulu hingga Hilir

Pengawalan dilakukan melalui pengecekan langsung terhadap sejumlah objek strategis, meliputi areal tanaman, jalan dan jembatan afdeling, IPAL, Pabrik RSS, Pabrik SIR, lingkungan, sarana dan prasarana, maintenance pabrik, mutu produksi, kebersihan pabrik, sistem manajemen K3, hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Evaluasi juga mencakup penggunaan air dan listrik sebagai bagian dari pengendalian biaya dan efisiensi operasional. Penggunaan kedua sumber daya tersebut dicermati untuk melihat kesesuaian antara kebutuhan, pemakaian aktual, dan pelaksanaan pekerjaan, sekaligus mengidentifikasi potensi pemborosan serta peluang efisiensi.

Selain itu, tim turut melakukan evaluasi terhadap EAP kendaraan dan pengelolaan kendaraan operasional. Pemeriksaan diarahkan pada pemanfaatan kendaraan, pelaksanaan perawatan, kondisi kendaraan, serta kesesuaiannya dengan kebutuhan kegiatan operasional.

Pelaksanaan Pekerjaan Menjadi Perhatian

Pengawalan tidak hanya melihat kondisi sarana dan hasil akhir pekerjaan, tetapi juga mencermati bagaimana pekerjaan dilaksanakan. Kesesuaian pelaksanaan dengan rencana kerja, SOP, metode kerja, penggunaan sumber daya, aspek keselamatan, hingga dokumentasi pekerjaan menjadi bagian dari evaluasi.

Pendekatan tersebut penting untuk memastikan setiap pekerjaan memiliki dasar perencanaan yang jelas dan dilaksanakan secara efektif, aman, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Evaluasi Harus Berujung pada Tindak Lanjut

1. Evaluasi Kinerja Operasional
Evaluasi mencakup tanaman, infrastruktur jalan dan jembatan afdeling, IPAL, pabrik RSS dan SIR, maintenance, mutu produksi, lingkungan, sarana-prasarana, kebersihan, K3, penggunaan air dan listrik, EAP kendaraan, serta pelaksanaan pekerjaan.

2. Penyusunan Langkah Perbaikan
Setiap temuan dan kendala disusun menjadi rencana perbaikan berdasarkan skala prioritas, tingkat urgensi, kebutuhan operasional, dan tanggung jawab masing-masing bagian.

3. Monitoring, Dokumentasi, dan Evaluasi Tindak Lanjut
Seluruh hasil evaluasi dan rekomendasi didokumentasikan dengan data pendukung serta bukti pelaksanaan. Tindak lanjut dipantau berdasarkan penanggung jawab, target waktu, prioritas, dan progres pekerjaan, kemudian dievaluasi untuk memastikan perbaikan benar-benar terlaksana.

4. Penguatan Koordinasi Antarbagian
Manajemen Kebun Way Berulu bersama jajaran Karpim dan bagian terkait memperkuat koordinasi agar tindak lanjut berjalan konsisten, tepat waktu, efisien, dan sesuai SOP.

Efisiensi Menjadi Bagian dari Pengawalan Kinerja

Evaluasi penggunaan air, listrik, dan kendaraan menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat efisiensi operasional. Pengendalian sumber daya tidak hanya berkaitan dengan penghematan biaya, tetapi juga memastikan setiap sumber daya digunakan sesuai kebutuhan, terukur, dan memberikan manfaat optimal bagi kegiatan perusahaan.

Melalui pengawalan secara menyeluruh, PTPN I Regional 7 terus mendorong Kebun Way Berulu untuk memperkuat kinerja dari areal tanaman hingga proses pengolahan, termasuk aspek infrastruktur, sumber daya, kendaraan, maintenance, mutu, lingkungan, dan K3.

Pengawalan kinerja diharapkan menjadi instrumen untuk memastikan setiap rencana benar-benar dilaksanakan, setiap penggunaan sumber daya dapat dikendalikan, dan setiap temuan memiliki tindak lanjut yang jelas.

Dengan demikian, evaluasi bukan sekadar pemeriksaan, tetapi menjadi bagian dari pengendalian operasional dan perbaikan berkelanjutan menuju kebun dan pabrik yang produktif, efisien, aman, berkualitas, tertib, dan sesuai SOP.(Indra).