Bandar Lampung, 26 September 2026 — Suasana santai dan penuh keakraban mewarnai kegiatan nongkrong bareng BG Indra bersama masyarakat Lampung di Pasar Tamin, Bandar Lampung. Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus tempat bertukar informasi dan membahas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Mbak Iyem, yang merupakan mitra binaan Pasar Tamin, menyampaikan harapannya agar anaknya mendapatkan pendampingan dalam pengurusan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Pringsewu.
Mbak Iyem berharap adanya informasi dan pendampingan yang tepat dapat membantu anaknya memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui program pemerintah sesuai dengan persyaratan yang berlaku.
Hadir dalam pertemuan tersebut Safrudin dari LBH Bandar Lampung yang turut berdiskusi mengenai kebutuhan masyarakat. Ia menekankan pentingnya masyarakat mendapatkan informasi yang benar mengenai program pemerintah serta memahami persyaratan dan mekanisme yang harus ditempuh.
Pandangan tersebut kemudian dipertegas oleh BG Indra. Menurutnya, kehidupan akan lebih berarti apabila seseorang dapat memberikan manfaat bagi orang lain, terutama dengan membantu membuka akses informasi dan kesempatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Hidup itu harus bermanfaat. Kita yakin pihak universitas bisa memberikan informasi dan membantu sesuai ketentuan, karena KIP Kuliah merupakan program pemerintah yang diperuntukkan bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, termasuk dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi,” ujar BG Indra.
Ia juga mengingatkan agar proses pengurusan dilakukan melalui jalur resmi dengan melengkapi persyaratan yang ditetapkan, sehingga program bantuan pendidikan tersebut dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran.
Pertemuan berlangsung dalam suasana sederhana dan akrab sambil menikmati kopi dan roti di Pasar Tamin. Nongkrong bersama tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan mencari informasi serta solusi atas kebutuhan yang dihadapi.
Semangat yang dibangun adalah sederhana: hidup akan lebih bermakna ketika keberadaan kita dapat memberikan manfaat bagi sesama, terutama dalam membuka kesempatan pendidikan bagi generasi muda.(*).



