WAY BERULU — Apel Pagi Rabu di lingkungan PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu menjadi momentum untuk memperkuat motivasi, kedewasaan dalam bersikap, disiplin, serta tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan. Apel dipimpin oleh Into Indrady, ST., MM., dengan pesan utama agar pekerja tidak terjebak pada perasaan “serba salah” dan terlalu larut dalam penilaian orang lain.
Dalam arahannya, Into Indrady menyampaikan bahwa perasaan serba salah sering muncul ketika seseorang terlalu fokus memikirkan bagaimana orang lain menilai dirinya. Padahal, pendapat, penilaian, maupun respons orang lain merupakan hal yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan.
Karena itu, setiap pekerja perlu mengembalikan fokus kepada hal-hal yang berada dalam kendalinya, seperti niat, sikap, kedisiplinan, kualitas pekerjaan, kepatuhan terhadap SOP, komunikasi, serta tanggung jawab terhadap tugas.
«“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian.”
(HR. Muslim)»
Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh penilaian manusia, melainkan juga oleh niat dan amal perbuatannya. Dalam konteks pekerjaan, hal tersebut dapat diwujudkan melalui kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam menjalankan amanah.
Belajar dari Kesalahan
Into Indrady juga mengajak seluruh pekerja untuk tidak takut melakukan evaluasi terhadap kesalahan. Kesalahan harus menjadi bagian dari proses pembelajaran dan perbaikan.
Dalam pekerjaan, setiap kekeliruan perlu dianalisis untuk mengetahui penyebab, dampak, dan langkah pencegahannya agar tidak terulang.
Hal tersebut sejalan dengan semangat evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Pekerja tidak hanya dituntut menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas proses kerja.
«“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)»
Pesan tersebut juga relevan dalam membangun komunikasi di tempat kerja. Setiap pekerja diharapkan mampu menjaga ucapan, menghindari prasangka, tidak mudah terpancing oleh komentar, serta mengedepankan komunikasi yang santun dan konstruktif.
Tidak Harus Memuaskan Semua Orang
Dalam lingkungan kerja, setiap keputusan maupun tindakan dapat memperoleh tanggapan yang berbeda. Karena itu, pekerja tidak perlu menghabiskan energi untuk berusaha memuaskan semua pihak.
Yang lebih penting adalah memastikan setiap tindakan dilakukan berdasarkan aturan, SOP, prinsip kehati-hatian, kepentingan perusahaan, keselamatan kerja, serta tanggung jawab profesional.
Kritik dan masukan tetap harus diterima apabila bersifat konstruktif. Namun, penilaian yang berada di luar kendali tidak seharusnya mengganggu fokus terhadap pekerjaan.
Fokus pada Hal yang Dapat Dikendalikan
Apel pagi juga menekankan pentingnya mengarahkan energi kepada hal-hal yang dapat dikendalikan. Pekerja dapat mengendalikan kedisiplinan, ketepatan waktu, cara berkomunikasi, kualitas pekerjaan, penggunaan sumber daya, kepatuhan terhadap SOP, serta kemauan untuk belajar.
Dengan demikian, semangat kerja tidak hanya dibangun melalui motivasi, tetapi diterjemahkan menjadi tindakan nyata dalam kegiatan operasional sehari-hari.
Rencana Tindak Lanjut
Sebagai implementasi dari pesan apel pagi, beberapa langkah yang perlu dipersiapkan dan dilaksanakan antara lain:
1. Melakukan evaluasi pekerjaan secara rutin
Setiap bagian melakukan evaluasi terhadap pekerjaan, target, kendala, serta potensi kesalahan yang terjadi.
2. Memastikan kepatuhan terhadap SOP
Seluruh pekerja kembali memahami dan menjalankan SOP sesuai bidang tugas masing-masing, termasuk aspek keselamatan dan mutu.
3. Membuat daftar permasalahan dan tindakan perbaikan
Setiap temuan atau kendala dicatat, ditentukan akar masalahnya, kemudian ditetapkan tindakan korektif dan pencegahannya.
4. Memperkuat komunikasi antarbagian
Permasalahan operasional segera dikomunikasikan melalui jalur koordinasi yang tepat agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
5. Meningkatkan kompetensi pekerja
Identifikasi kebutuhan pelatihan dan pembinaan berdasarkan pekerjaan yang memiliki risiko, kendala teknis, maupun kebutuhan peningkatan kompetensi.
6. Memperkuat disiplin dan tanggung jawab individu
Setiap pekerja memahami tugas, target, kewenangan, dan tanggung jawabnya serta menyelesaikan pekerjaan secara konsisten.
7. Melakukan pengawasan dan monitoring
Atasan langsung melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan tindak lanjut dan memastikan hasil perbaikan benar-benar diterapkan.
8. Mendorong budaya kerja positif
Membangun lingkungan kerja yang saling menghargai, tidak mudah menyalahkan, tetapi tetap tegas terhadap pelanggaran aturan dan kelalaian.
9. Menerapkan prinsip efisiensi
Penggunaan air, listrik, bahan baku, BBM, serta sumber daya perusahaan lainnya harus dikendalikan sesuai kebutuhan dan norma yang telah ditetapkan untuk mencegah pemborosan dan kebocoran biaya.
10. Melakukan evaluasi tindak lanjut secara berkala
Setiap tindakan perbaikan perlu dievaluasi efektivitasnya sehingga hasilnya dapat diukur dan menjadi dasar perbaikan berikutnya.
Amanah sebagai Dasar Profesionalisme
Melalui Apel Pagi Rabu, pekerja diingatkan bahwa bekerja bukan hanya mengenai menyelesaikan tugas, tetapi juga menjalankan amanah.
Profesionalisme dibangun dari kemampuan mengendalikan diri, menerima kritik, belajar dari kesalahan, menjaga komunikasi, mematuhi aturan, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan.
Dengan semangat tersebut, PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu terus mendorong terciptanya budaya kerja yang disiplin, produktif, efisien, aman, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.
Pesan Apel Pagi:
“Jangan habiskan energi untuk mengendalikan penilaian orang lain. Kendalikan niat, sikap, ucapan, disiplin, dan kualitas pekerjaan kita. Jalankan amanah dengan baik, evaluasi setiap kekurangan, dan terus lakukan perbaikan.”(indra)



