Apel Pagi TNP Perkuat Disiplin SOP, Mutu, Efisiensi dan Tanggung Jawab Bersama

BANDAR LAMPUNG — Apel pagi di Loading Ramp TNP PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman pekerja terhadap tugas dan tanggung jawab, sekaligus memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai standar, efektif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan mutu.

Apel pagi dipimpin oleh Dion Fernanda, yang menekankan pentingnya setiap pekerja memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Setiap tahapan pekerjaan harus dilaksanakan secara disiplin dan mengacu pada Standard Operating Procedure (SOP), mulai dari bahan produksi masuk hingga proses akhir.

“Setiap proses harus mengikuti SOP. Jangan sampai ada tahapan yang terlewat karena setiap proses memiliki pengaruh terhadap mutu, produktivitas, biaya, dan hasil akhir produksi,” tegasnya.

Dalam evaluasi tersebut, Pabrik SIR menunjukkan perkembangan positif, khususnya pada peningkatan mutu SIR 3L. Capaian yang sudah baik harus dipertahankan dan menjadi standar dalam pelaksanaan pekerjaan berikutnya. Sementara setiap hasil yang belum sesuai harus menjadi bahan evaluasi dan perbaikan.

Prinsipnya, yang sudah baik dicatat, dipertahankan, dan ditingkatkan; sementara yang belum baik harus dievaluasi dan diperbaiki.

Sementara itu, untuk Pabrik RSS, bagian pengolahan diminta meningkatkan fokus dan ketelitian. Setiap tahapan proses membutuhkan pengawasan yang konsisten agar potensi kesalahan dapat diminimalkan dan kualitas produk tetap terjaga.

Dari sisi teknik, kegiatan maintenance terus dilakukan untuk mendukung keandalan peralatan. Namun demikian, masih terdapat kendala pada sistem pelampung otomatis yang belum bekerja secara maksimal karena masih sering mengalami kemacetan. Kondisi tersebut menjadi perhatian untuk segera ditindaklanjuti agar tidak menghambat kelancaran operasional.

Selain produksi dan maintenance, aspek efisiensi penggunaan sumber daya juga menjadi perhatian. Seluruh pekerja diingatkan agar menggunakan air, listrik, dan bahan baku secara efektif dan efisien sesuai norma yang telah ditetapkan perusahaan.

Penggunaan sumber daya yang melebihi norma tanpa alasan operasional yang dapat dipertanggungjawabkan berpotensi menimbulkan pemborosan dan menjadi kebocoran biaya. Karena itu, pengendalian pemakaian air, listrik, bahan baku, serta sumber daya lainnya harus menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari.

Efisiensi bukan berarti mengurangi kebutuhan operasional yang memang diperlukan, melainkan memastikan setiap sumber daya digunakan tepat guna, sesuai kebutuhan, sesuai standar, dan menghasilkan manfaat optimal.

Dion Fernanda menegaskan bahwa produksi, mutu, maintenance, dan efisiensi merupakan tanggung jawab bersama. Setiap bagian memiliki peran dalam menjaga keberlangsungan operasional sekaligus mendukung pencapaian kinerja perusahaan.

“Intinya kita harus selalu saling mengingatkan. Produksi harus diperhatikan, mutu harus dijaga, maintenance harus berjalan, dan penggunaan sumber daya harus efisien sesuai norma. Jangan sampai ada kebocoran biaya yang sebenarnya bisa kita cegah bersama,” ujarnya.

Melalui apel pagi tersebut, seluruh pekerja TNP diharapkan semakin memahami peran dan tanggung jawab masing-masing, disiplin menjalankan SOP, menjaga mutu produksi, meningkatkan keandalan peralatan, serta membangun budaya efisiensi dan efektivitas dalam setiap pekerjaan.

Dengan komitmen bersama, produktivitas meningkat, mutu terjaga, biaya terkendali, dan operasional perusahaan dapat berjalan secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.Kalau ingin, berita ini juga bisa saya buatkan versi lebih bergaya media nasional seperti Kompas/Detik, dengan lead yang lebih kuat dan kutipan pimpinan yang lebih tajam.(indra)