Apel Pagi di Kantor Teknik, Into Indrady Ajak Pekerja Memaknai Rezeki yang Tertunda dengan Sabar dan Ikhtiar

Way Berulu — Apel dan Doa Pagi dilaksanakan di Kantor Teknik PTPN I (Persero) Regional 7 Kebun Way Berulu, pukul 07.30 WIB, dengan penyampaian arahan oleh Into Indrady, ST., MM.(19/09/2026)

Dalam kesempatan tersebut, Into Indrady mengajak seluruh pekerja untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT serta memahami bahwa setiap manusia memiliki perjalanan rezeki yang berbeda. Menurutnya, ketika sesuatu yang diharapkan belum tercapai, hal tersebut tidak selalu berarti ditolak, tetapi dapat menjadi bagian dari ketetapan dan hikmah yang belum diketahui manusia.

“Jangan melihat rezeki hanya dari apa yang belum kita dapatkan. Lihat juga apa yang sudah Allah berikan kepada kita. Ada kesehatan, pekerjaan, keluarga, kesempatan dan banyak nikmat lainnya yang sering kali kita lupa syukuri,” demikian pesan yang disampaikan dalam apel pagi.

Ia juga mengingatkan bahwa rezeki harus dijemput dengan ikhtiar. Setiap pekerja dituntut untuk menjalankan tugas dengan disiplin, penuh tanggung jawab, jujur, dan memberikan kemampuan terbaik dalam pekerjaan.

Menurutnya, kesulitan maupun keterlambatan hasil dari sebuah usaha hendaknya menjadi bahan evaluasi dan muhasabah. Setiap individu perlu memperbaiki diri, meningkatkan kualitas kerja, menjaga ibadah, memperbanyak istighfar, serta tetap menjaga hubungan baik dengan sesama.

“Kalau hasil belum sesuai harapan, jangan langsung menyerah. Evaluasi apa yang kurang, perbaiki ikhtiar, dan tetap berdoa. Kita tidak pernah tahu kapan Allah membuka pintu rezeki yang lebih baik,” pesannya.

Dalam arahannya, Into Indrady juga menekankan pentingnya keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal. Bekerja dengan sungguh-sungguh merupakan bentuk tanggung jawab manusia, sementara hasil akhirnya diserahkan kepada Allah SWT.

Apel pagi tersebut menjadi momentum untuk membangun semangat kerja sekaligus memperkuat kesadaran spiritual para pekerja. Nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, rasa syukur, kerja keras, dan kepedulian terhadap sesama diharapkan terus diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Rezeki mungkin datang tidak selalu sesuai waktu yang kita inginkan, tetapi tugas manusia adalah terus berusaha, memperbaiki diri, bersyukur, dan percaya bahwa Allah SWT mengetahui waktu yang terbaik bagi setiap hamba-Nya.(Indra)